Home » Kenalan dengan Hustle Culture: Budaya Kerja Berlebihan

Kenalan dengan Hustle Culture: Budaya Kerja Berlebihan

oleh | Jan 4, 2022

Di kalangan orang muda generasi milenial dan generasi z, hustle culture menjadi istilah bidaya kerja yang sudah tidak asing lagi. Menariknya, ada pihak yang setuju dengan budaya ini tetapi ada juga yang menentangnya. Apakah kamu mengetahui budaya hustle culture? Yuk, simak penjelasan berikut.

Ciri-Ciri Hustle Culture

Apakah kamu juga terjebak dalam hustle culture ini? Yuk, ketahui ciri-ciri orang yang berbudaya kerja berlebihan ini dalam penjelasan berikut.

1. Merasa Bersalah Ketika Libur

Ciri pertama seseorang mengalami hustle culture adalah merasa bersalah ketika sedang libur. Selain itu, mereka juga merasa gelisah saat dengan libur dan istirahat. Umumnya, hal tersebut dapat terjadi di saat weekend. Mereka akan berpikir bahwa masih ada pekerjaan yang belum diselesaikan saat tidak melakukan apa-apa. Mereka merasa khawatir tentang pekerjaan yang tidak disentuh selama hari libur.

2. Selalu Memikirkan Pekerjaan

Ada juga orang yang selalu memikirkan pekerjaan mereka bahkan ketika bukan waktunya bekerja. Mereka selalu memikirkan masalah dalam pekerjaan, mencoba mencari solusi, dan langkah ke depannya.

Ketika ngobrol dengan orang lain, mereka juga tidak bisa lepas dari topik pekerjaan meskipun bukan di kantor atau pada hari kerja. Hal ini bisa membuat teman di sekitar merasa jengah karena selalu membicarakan pekerjaan.

3. Sering Mengalami Burnout

Orang-orang yang memiliki budaya kerja yang berlebihan juga rentan mengalami burnout. Kondisi ini merujuk pada situasi saat seseorang mengalami stress berat karena pekerjaan. Seseorang yang merasa burnout akan mengerahkan waktu dan tenaga yang banyak untuk pekerjaan. Di samping itu, waktu untuk istirahat sangat terbatas.

4. Khawatir berlebihan terhadap pencapaian orang lain

Media sosial membuat seseorang bisa melihat pencapaian orang lain. Unggahan tentang encapaian orang lain di media sosial dapat memunculkan rasa iri dan kekhawatiran berlebih karena belum bisa mencapai hal yang sama. Padahal, setiap orang memiliki proses yang berbeda. Kekhawatiran ini sering menjadi trigger seseorang untuk mencapai hal yang sama dengan melakukan berbagai cara, termasuk bekerja mati-matian.

Dampak Negatif Hustle Culture

Berdasarkan penjelasan sebelumnya, budaya kerja ini berefek negatif terhadap banyak hal. Berikut ini penjelasan lengkapnya.

1. Kesehatan fisik terganggu

Bekerja terus menerus membuat seseorang bisa lupa terhadap kesehatan fisiknya sendiri. Ini karena mereka melewatkan jam makan, terlalu banyak duduk dan kurang olahraga, atau kurang tidur. Jika dilakukan terus menerus, hal ini bisa mengganggu kesehatan fisik diri sendiri. Berbagai penyakit seperti maag, aritmia, hingga serangan jantung bisa datang kapan saja.

2. Kesehatan mental terganggu

Selain kesehatan fisik, kesehatan mental pun juga bisa ikut terganggu. Bekerja secara berlebihan membuat orang lebih mudah stress. Hal ini merupakan awal dari berbagai gangguan mental seperti depresi hingga anxiety.

3. Hubungan sosial tidak sehat

Seseorang dengan budaya kerja yang kurang sehat tidak memiliki waktu untuk kehidupan sosial. Hustle culture membuat mereka selalu berkutat dengan pekerjaan. Di samping itu, kesehatan mental yang terganggu membuat mereka tidak memiliki emosi yang stabil untuk bersosialisasi.

4. Tidak memiliki work-life balance

Istilah work-life balance mengacu kepada kondisi seimbang antara pekerjaan dan urusan lain di luar pekerjaan atau urusan pribadi.

Jika seseorang sudah bekerja dengan berlebihan sehingga tidak memiliki waktu untuk diri sendiri, ia juga tidak memiliki waktu untuk hobinya atau hal lain yang disukainya. Mereka juga tidak lagi peduli terhadap urusan percintaan dan hubungan dengan keluarga atau sahabat.

    Bagaimana Cara Keluar dari Hustle Culture?

    Jika kamu merasakan ciri-ciri di atas, maka kamu secara tidak sadar mengalami hustle culture. Berikut merupakan cara yang bisa kamu lakukan agar bisa segera lepas dari budaya kerja yang tidak produktif.

    1. Tidak Membandingkan Diri dengan Orang Lain

    Semua orang tentu menginginkan kesuksesan dan hidup mapan dengan pekerjaan mereka. Sering kali, kamu memberikan ekspetasi yang berlebihan terhadap diri sendiri setelah melihat kesuksesan atau pencapaian seseorang di media sosial. Jangan sampai kamu media sosial terus membuatmu selalu merasa tidak cukup.

    2. Tahu batasan-batasan diri

    Kamu harus memberi batasan yang tegas untuk diri sendiri. Kamu harus mengetahui waktu untuk bekerja dan waktu untuk beristirahat. Jangan memaksakan diri untuk mencapai target yang tidak masuk akal. Kamu juga perlu berani menolak tegas bila ada permintaan bekerja di luar waktunya.

    3. Cari kegiatan di luar pekerjaan

    Kamu juga bisa mencari kegiatan di luar jam kerja. Ini penting agar pikiranmu teralihkan dari pekerjaan. Cari kegiatan yang kamu sukai bersama orang-orang yang juga penting dalam hidupmu. Jangan biarkan pekerjaan memakan semua waktumu.

    Itulah ulasan mengenai hustle culture. Yuk, sadari dan mulai mencari solusi untuk segera keluar dari budaya yang tidak sehat ini. Di samping itu, jangan sampai kamu hanya fokus bekerja, ya. Walaupun kamu sibuk bekerja dan tidak banyak waktu senggang, kamu juga harus mulai berinvestasi. Investasi reksa dana cocok sekali bagi kamu yang masih pemula atau tidak punya banyak waktu untuk  menganalisis kondisi pasar modal. 

    Di tanamduit, kamu bisa mulai investasi reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran atau reksa dana saham. Ada reksa dana syariah juga, lho! Yuk, download aplikasi tanamduit dan mulai konsisten berinvestasi.

    Hani Nastiti
    Hani Nastiti

    Hani adalah seorang penulis yang senang belajar dan berbagi seputar investasi di tanamduit.

    banner-download-mobile