Beranda » belajar » Lifestyle » Tips Memahami Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan, Penting!

Tips Memahami Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan, Penting!

oleh | Mei 31, 2024

Sudah akhir bulan, nih, temanduit! Gimana nih? Sudah pada gajian belum? Abis gajian gini, biasanya kita merasa jadi sultan seketika. Akan tetapi, perasaan jadi sultan terkadang berlalu begitu cepat. Kewajiban untuk bayar tagihan, beli barang-barang kebutuhan, bahkan beli-beli barang di wishlist e-commerce kamu sudah menghabiskan setengah dari gaji kamu. Alhasil, pada minggu pertama pasca gajian, uang kamu sudah habis deh. Belum sempat nabung dan investasi pula.

Wah, bisa jadi kamu masih belum memahami perbedaan kebutuhan dan keinginan nih, temanduit!

Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan

Kebutuhan merupakan semua bentuk barang dan jasa yang kita butuhkan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Sementara itu, keinginan adalah segala kebutuhan berlebih terhadap sesuatu yang dianggap kurang.

Pada dasarnya, keinginan tidak bersifat mengikat dan kita tidak punya keharusan untuk segera memenuhinya. Sayangnya, karena kita sering tidak menyadari barang mana saja yang kita butuhkan, justru keinginan yang kita utamakan. Akhirnya dompet udah boncos di awal bulan.

Yuk, kenali apa perbedaan antara kebutuhan dan keinginan lainnya!

1. Kebutuhan Bersifat Objektif, Keinginan Bersifat Subjektif

Kebutuhan adalah apa yang manusia butuhkan untuk bertahan hidup. Secara garis besar, kebutuhan hidup manusia terdiri dari sandang (pakaian), pangan (makanan), dan papan (rumah). Ketiganya merupakan fondasi hidup yang wajib terpenuhi, makanya bersifat objektif.

Sementara itu, keinginan berkaitan dengan bagaimana seseorang memilih dalam hidupnya. Pilihan dapat dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan budaya. Misalnya, seseorang berada di lingkungan pertemanan dengan gaya hidup hedonis. Nongkrong di tempat fancy, beli barang branded, dan masih banyak lagi. Kalau nggak punya kontrol diri yang baik dan kemampuan finansial yang cukup, bisa-bisa kesehatan keuangan jadi terganggu.

Baca juga: Gaya Hidup Hedonis, Cara Mengatasi dan Menghindarinya!

2. Keinginan Datang dari Kebutuhan

Menurut Encylopedia Brittanica, kesadaran akan kebutuhan menghadirkan motivasi bagi seseorang untuk mencari informasi tentang pilihan apa saja untuk memenuhinya. Misalnya, kebutuhan seseorang untuk makan mendorongnya untuk mencari apa saja makanan yang tersedia, mulai dari tempat makan, apa makanannya, hingga harganya.

Pada dasarnya, kebutuhan kita adalah makan. Makan apa saja pun kita bisa kenyang. Namun, untuk memenuhi kebutuhan tersebut, manusia mengembangkan keinginan. Jika kita makan yang diinginkan, selain kenyang, ada kepuasan tersendiri dalam diri kita.

3. Kebutuhan Mengutamakan Fungsi, Keinginan Mengutamakan Kepuasan

Perbedaan kebutuhan dan keinginan yang mendasar lainnya terletak pada esensi di balik tindakannya. Semua kebutuhan pada dasarnya dapat terpenuhi oleh barang dengan fungsi sesuai. Sebagai contoh, manusia menggunakan pakaian apa pun untuk menutupi tubuhnya. Dalam pemenuhannya, setiap orang punya selera dan kepuasannya masing-masing.

Pemenuhan selera dan kepuasan inilah yang kita sebut keinginan. Misalnya ada dua orang dengan gaji sama dan ingin membeli pakaian baru. Orang pertama membeli kemeja dari brand lokal dengan harga terjangkau. Sementara, orang kedua membeli kemeja dari brand ternama dari Paris. Artinya, selera dan skala pemenuhan kepuasan dari keduanya berbeda.

Tips Membedakan Kebutuhan dan Keinginan

Nah, tanamduit punya tips buat kamu untuk mengenali mana yang emang kebutuhan, mana yang cuma keinginan. Kamu perlu tanyain hal-hal ini ke diri kamu sebelum impulsif membelanjakan uangmu.

1. Perhatikan Urgensi Kebutuhan

Pertanyaan pertama adalah kuncinya. Sebenernya kamu ingin beli barang itu karena emang butuh, atau karena barangnya lucu dan kebetulan lagi diskon aja? Duh, kurang-kurangin kebiasaan seperti ini ya, temanduit! Kalau yang lucu satu barang dan murah, mungkin nggak papa. Tapi, semisal barangnya harganya mahal atau jumlah barang lucunya ada banyak…itu dia yang bikin kondisi dompet kamu kurang sehat, padahal masih awal bulan.

2. Jangan Sampai FOMO

Kalau jawaban di benak kamu nggak papa, tandanya itu hanya keinginan kamu, bukan kebutuhan. Kamu harus memikirkannya berulang kali sebelum memutuskan untuk membeli barang tersebut. Penting untuk kamu lebih jeli melihat perbedaan kebutuhan dan keinginan kamu.

3. Utamakan Kebutuhan Pokok  

Misalnya kamu beli barang untuk satu momen tertentu aja, misalnya beli dress lucu buat datang ke pesta temen kerjamu weekend besok. Kira-kira, ke depannya akankah kamu pakai dress itu lagi ke acara lainnya? Atau seberapa sering kamu akan datang ke acara sejenis dengan dress tersebut? Kalau misalnya beli sesuatu untuk satu momen tertentu aja, lebih baik kamu pertimbangkan lagi, deh.

Sudah terjawab ketiga pertanyaan di atas? Untuk lebih memahami perbedaan kebutuhan dan keinginan, kamu bisa lihat di tabel berikut.

Perbedaan Kebutuhan Keinginan
Sifat Objektif / mengikat Subjektif / tidak mengikat
Dampak yang diinginkan Manfaat Kepuasan
Tolak ukur Fungsi Selera

Pentingnya Mengutamakan Kebutuhan dibandingkan keinginan

Sekarang kamu sudah tahu, perbedaan jelas antara kebutuhan dan keinginan. Menuruti keinginan kita yang tidak akan pernah ada habisnya tentunya nggak sehat buat kondisi finansialmu. Oleh karena itu, kita harus benar-benar memprioritaskan sesuatu yang kita butuhkan dibandingkan menuruti keinginan kita.

Salah satu cara untuk mengutamakan kebutuhan dibandingkan dengan keinginan adalah dengan membuat anggaran bulanan. Anggaran bulanan bisa membuatmu lebih selektif untuk membatasi transaksi yang memang kebutuhan, atau yang hanya keinginan. Jadi, pas nerima gaji, kamu tahu, uang kamu harus dikemanakan.

Rumus Budgeting Simple Ala tanamduit

Rumus budgeting simpel dari tanamduit adalah memprioritaskan alokasikan gaji kamu untuk diinvestasikan terlebih dahulu. Masing-masing dari kita memiliki kebutuhan di masa yang akan datang, entah berlibur ke suatu tempat, membayar DP cicilan rumah, biaya pernikahan, dan lain sebagainya.

Kebutuhan di masa mendatang inilah yang menjadi alasan pentingnya untuk menyisihkan sebagian gaji kamu untuk diinvestasikan agar kebutuhan kamu nantinya dapat terpenuhi. Setelah itu, baru deh kamu bayar tagihan, belanja bulanan, dan biaya lain-lain.

Dengan menerapkan rumus budgeting ala tanamduit dan mengajukan tiga pertanyaan di atas, kamu menjadi lebih mudah untuk mengontrol keinginan kamu. Biasakan untuk berpikir dua kali untuk memenuhi keinginan kita agar kesehatan dompet tetap terjaga.

Kesimpulan

Perbedaan kebutuhan dan keinginan terletak pada sifat, dampak, dan tolok ukurnya. Supaya finansialmu nggak terganggu, kamu bisa utamakan kebutuhan pokok dan memperhatikan urgensinya. Hal yang tidak kalah penting dan perlu diingat, selalu sisihkan dana untuk tabungan dan investasi di awal. Kamu juga bisa investasikan uangmu juga lho di aplikasi tanamduit! Banyak pilihan produk investasi yang bisa kamu pilih. Mulai dari reksa dana, emas, hingga SBN.

Sekarang, kamu bisa mewujudkan mimpimu dengan fitur Tanam Mimpi di aplikasi tanamduitTanam Mimpi adalah fitur yang membantu investor, khususnya para pemula untuk mewujudkan tujuan keuangan di masa mendatang, mulai dari dana menikah, pendidikan anak, DP rumah, beli mobil, dan masih banyak lagi.

Kamu bisa menentukan sendiri target budget yang ingin ditabung dan waktu mencapainya sesuai keinginan dan kemampuan finansialmu. Selain itu, fitur Tanam Mimpi juga memiliki:

  1. Tips budgeting beragam tujuan finansial
  2. Top 3 Reksa Dana Performa Terbaik di tanamduit
  3. Reminder investasi rutin otomatis
  4. Pantau progress mimpimu (on-track/off-track)

fitur tanam mimpi untuk wujudkan masa depan

Yuk, download tanamduit dan rencanakan tujuan keuanganmu di masa mendatang menggunakan fitur Tanam Mimpi!

tanamduit Team
tanamduit Team

tanamduit adalah penyedia layanan investasi reksa dana, emas, SBN, dan asuransi yang telah berizin dan diawasi oleh OJK.

banner-download-mobile