Home » Apakah Reksadana Aman? Begini Cara Investasi Reksadana yang Aman

Apakah Reksadana Aman? Begini Cara Investasi Reksadana yang Aman

oleh | Mei 11, 2022

Apakah Reksadana Aman?

Sekarang, ada banyak aplikasi layanan investasi yang memungkinkan investor pemula melakukan penanaman modal dengan mudah dan praktis. Namun, banyak juga yang meragukan keamanan instrumen ini. Kamu tidak perlu mengkhawatirkan keamanan produk ini karena perusahaan manajer investasi itu wajib terdaftar dan berada di bawah pengawasan lembaga otoritas.

Sebuah perusahaan manajer investasi itu wajib memiliki izin dan diawasi oleh OJK. Oleh sebab itu, investor tidak perlu mengkhawatirkan keamanan dana penanaman modal karena manajer investasi hanya berlaku sebagai pengelola dana nasabah. Kemudian, dana itu tersimpan di bank kustodian. Nasabah juga akan menerima Fund Fact Sheet (FFS) atau laporan kinerja produk reksadana dalam periode tertentu. Jadi, kamu bisa mengetahui performa setiap produk reksadana pilihanmu. 

Meskipun kamu belum memiliki pengalaman dan pengetahuan banyak tentang investasi, manajer investasi (MI) profesional akan membantu pengelolaan asetmu. Misalnya, kamu investasi reksadana pasar uang yang terdiri atas deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari 1 tahun. Kemudian, MI akan mengan mengelola portofolio efek pada produk pasar uang. Investor akan memperoleh keuntungan sesuai dengan besaran modal investasi masing-masing. Mau tau tutorial investasi reksadana? Yuk, kepoin artikel berikut: Tutorial Lengkap: Cara Investasi Reksadana Untuk Pemula.

Cara Investasi Reksadana yang Aman

1. Ketahui Tujuan Investasi

Pertama, kamu harus mengetahui tujuan melakukan penanaman modal. Dengan begitu  kamu bisa lebih mengenal mimpi dan komitmen dalam mencapainya. Langkah pertama ini menjadi hal paling penting sebagai pondasi mempersiapkan finansial di masa yang akan datang.

Misalnya, kamu ingin mempersiapkan dana darurat, dana pensiun, biaya pernikahan, biaya pendidikan anak, biaya ibadah umroh atau haji, dan sebagainya. Setelah mengetahuinya, kamu bisa memperkirakan target dan memilih produk terbaik.

2. Menentukan Target Investasi

Selain tujuan, semua investor harus memiliki target waktu dalam mencapai tujuan finansial di masa yang akan datang. Hal ini bisa memudahkanmu dalam merencanakan besaran nominal investasi setiap bulan agar dapat mencapai target sesuai rencana. Contohnya, kamu ingin mempersiapkan uang sebesar Rp200 juta untuk pernikahan 5 tahun yang akan datang. 

Setelah mengenali target tersebut, kamu bisa memperkirakan besar dana investasi setiap bulan agar bisa sesuai target. Adanya target ini juga memudahkanmu dalam menentukan produk reksadana yang tepat dan menghasilkan keuntungan optimal di masa yang akan datang. 

3. Kenali Tempat Investasi yang Berizin Resmi

Saat ini, ada banyak layanan penanaman modal digital yang memungkinkan orang-orang dari berbagai kalangan investasi reksadana. Namun, ada saja pihak tak bertanggung jawab yang melakukan tindak penipuan berkedok investasi. Untuk itu,  kamu harus memastikan bahwa Agen Penjual Reksa Dana (APERD) pilihanmu itu berizin dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). tanamduit menjadi salah satu penyedia layanan penanaman modal reksadana aman terbaik yang berizin dan diawasi oleh OJK.

Selain itu, kamu juga harus mengenali latar belakang manajer investasi. Pastikan kamu memastikan bahwa perusahaan tersebut memiliki izin resmi dari OJK dan mempunyai rekam jejak perusahaan yang baik. Di samping itu, kamu juga bisa mengecek situs resmi perusahaan, nomor telepon kantor, hingga pengalaman perusahaan tersebut. Jadi, kamu tidak perlu merasa cemas selama melakukan penanaman modal di instrumen ini.

4. Pilih Reksadana sesuai Profil Risikomu

Setelah mengenali tujuan, target, dan tempat investasi yang tepat, kamu bisa memilih produk reksadana sesuai dengan profil risiko. Dalam hal ini, profil risiko itu mengacu pada gambaran diri seorang investor saat menghadapi risiko investasi. Apakah reksadana aman bagi pemula yang belum berpengalaman di bidang investasi? Ya! Ada orang dengan profil risiko konservatif yang cenderung menghindari risiko besar karena mudah panik dan cemas saat menghadapi portofolio yang menurun. Investor konservatif cocok sekali investasi reksadana pasar uang. Produk ini juga tepat sekali bagi investor yang ingin mengoptimalkan keuangannya dalam jangka pendek 1–2 tahun.

Sementara itu, orang dengan profil risiko moderat atau menengah itu dapat toleransi terhadap risiko kerugian tetapi siap bertanggung jawab saat mengalami risiko. Umumnya, investor ini tahu meminimalisir risiko dengan melakukan diversifikasi investasi di instrumen dengan tingkat risiko berbeda. Untuk itu, investor ini cocok memilih reksadana pendapatan tetap atau reksadana campuran. Produk tersebut juga menjadi pilihan tepat bagi investor yang ingin mempersiapkan keuangan dalam kurun waktu 2–5 tahun.

Investor dengan profil risiko agresif, itu cenderung punya toleransi tinggi terhadap risiko investasi. Biasanya, investor ini memiliki kemampuan analisis efek yang baik sehingga mengenali langkah tepat dalam mengatasi risiko investasi tinggi. Investor dengan profil risiko agresif ini cocok melakukan penanaman modal reksadana saham atau indeks yang memiliki risiko besar dengan imbal hasil yang besar pula. Keuntungan produk ini akan lebih optimal dalam kurun waktu lebih dari 5 tahun. Kenali jenis, keuntungan, dan risiko setiap produk reksadana melalui artikel berikut: Apa itu Reksadana: Pengertian, Jenis, Keuntungan, dan Risikonya.

5. Pastikan Transaksi Pembayaran Aman

Kamu harus memastikan bahwa melakukan pembayaran ke rekening bank atau metode pembayaran resmi APERD. Jangan sampai kamu melakukan pembayaran ke rekening atas nama pribadi yang mengatasnamakan perusahaan investasi. Kini, transaksi pembayaran itu rawan penipuan. Untuk itu, pastikan menggunakan metode pembayaran terpercaya dengan atas nama perusahaan APERD yang resmi. Dengan begitu, kamu bisa menghindari risiko penipuan. 

Kesimpulan

Apakah reksadana aman? Ya! Reksadana itu menjadi instrumen penanaman modal yang aman bagi orang dari berbagai kalangan. Setiap Agen Penjual Reksa Dana (APERD) dan perusahaan manajer investasi itu wajib memiliki izin dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk itu, kamu harus memastikan bahwa APERD dan manajer investasi pilihanmu itu sudah terdaftar di situs OJK. 

Manajer investasi juga tidak akan membawa kabur uangmu karena mereka hanya mengelola portofolio efek nasabah saja. Bank kustodian akan menyimpan dan mengatur administrasi modal investasimu. Kemudian, setiap investor juga akan mendapatkan laporan kinerja produk dan imbal hasil dalam periode tertentu. Investasi reksadana itu aman sekali, bukan? Yuk, download aplikasi tanamduit sekarang!

Hani Nastiti
Hani Nastiti

Hani adalah seorang penulis yang senang belajar dan berbagi seputar investasi di tanamduit.

banner-download-mobile