Home » Istilah-istilah dalam Reksa Dana

Istilah-istilah dalam Reksa Dana

oleh | Sep 20, 2021

Para investor pemula wajib mengetahui istilah reksa dana. Reksa dana adalah alternatif investasi bagi pemodal kecil, pemodal yang tidak memiliki banyak waktu, dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung investasi. Unit reksa dana menjadi salah produk investasi yang dapat memberikan kemudahan bagi para pemodal lokal untuk melakukan investasi di pasar modal Indonesia. Instrumen investasi ini cocok sekali untuk para investor yang ingin memiliki diversifikasi investasi sekaligus berbagai instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau surat berharga lainnya tanpa perlu merogoh kocek dalam.

Investasi reksa dana merupakan sarana untuk menghimpun dana investor yang kemudian diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam portofolio efek untuk memperoleh keuntungan maksimal. Ingin tahu lebih banyak tentang reksa dana? Berikut istilah-istilah dalam reksa dana yang wajib kamu tahu!

1. Agen Penjual Reksa Dana (APERD)

Istilah APERD dalam reksa dana merupakan tenaga pemasar atau agen penjual reksa dana yang akan memudahkan para investor untuk melakukan investasi reksa dana.  APERD adalah bank dan perusahaan sekuritas yang menjual jasa pengelolaan aset investasi dengan bekerja sama dengan manajer investasi. Agen penjual reksa dana dapat berupa manajer investasi, bank, perusahaan sekuritas atau perusahaan finansial dan teknologi atau fin-tech. Perusahaan yang bertindak sebagai agen penjual efek reksa dana harus memiliki surat tanda terdaftar dari OJK.

2. Wakil Penjual Reksa Dana (WAPERD)

WAPERD adalah tenaga pemasar reksa dana perseorangan yang memiliki sertifikasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan kegiatan pemasaran unit reksa dana. Seorang WAPERD menjalani Pendidikan dan Pelatihan Lanjutan (PPL) yang diadakan oleh lembaga keuangan terkait. Wakil penjual reksa dana juga dipastikan bekerja di bawah naungan perusahaan APERD yang berizin resmi.

3. Manajer Investasi

Istilah Manajer Investasi dalam reksa dana adalah pihak yang bertanggung jawab untuk mengelola dana para investor reksa dana ke dalam portofolio efek dan surat berharga. Di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan, perusahaan yang telah mendapat izin usaha dari OJK melakukan pengelolaan portofolio reksa dana dari masyarakat investor. Selain itu, manajer investasi akan menjamin legalitas dan keamanan reksa dana.

Manajer investasi akan membantu investor untuk memutuskan unit reksa dana saham, obligasi, deposito atau surat berharga yang dibeli. Selain itu, manajer investasi juga menentukan portofolio investor reksa dana, menghitung dan memberikan laporan nilai reksa dana kepada para investor reksa dana.

Baca juga: Memilih Manajer Investasi yang Tepat Buat Kamu

4. Wakil Manajer Investasi (WMI)

Wakil manajer investasi merupakan orang yang memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mewakili perusahaan efek yang melakukan kegiatan usaha sebagai manajer investasi.

5. Bank Kustodian

Bank Kustodian adalah bank yang akan mengurus administrasi, mengawasi, dan menjaga aset reksa dana (safe keeping) para investor. Bank ini menyediakan jasa pengawasan dan penjagaan instrumen investasi berupa saham obligasi, dan aset surat berharga lainnya. Selain itu, Bank Kustodian akan mengelola transaksi efek dan melakukan pencatatan setiap kegiatan yang menyangkut manajer investasi dan investor reksa dana.

6. Kontrak Investasi Kolektif (KIK)

Kontrak investais kolektif merupakan kontrak antara Bank Kustodian dan Manajer Investasi yang mengikat pemegang Unit Penyertaan (UP) dan memiliki kekuatan hukum. KIK menetapkan hak dan kewajiban bagi manajer investasi dalam mengelola portofolio investasi kolektif, hak dan kewajiban Bank Kustodian dalam melakukan pengadministrasian pengelolaan seluruh dana kolektif investor, dan semua data transaksi reksa dana. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memberi persetujuan KIK, sebelum unit reksa dana ditawarkan kepada investor,

7. Prospektus

Prospektif adalah dokumen yang memuat rincian informasi penting reksa dana yang harus diketahui oleh calon investor reksa dana. Dokumen ini memudahkan investor dalam memahami produk reksa dana yang akan dipilih.

8. Tanggal Emisi Reksa Dana

Tanggal emisi reksa dana adalah tanggal peluncuran reksa dana atau tanggal nilai aktiva bersih pertama.

9. Tanggal Efektif Reksa Dana

Tanggal efektif reksa dana adalah tanggal reksa dana saat memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan mulai diperjual belikan kepada calon investor.

10. Nilai Aktiva Bersih (NAB)

NAB adalah total dana atau aset yang dimiliki oleh unit reksa dana yang dikelola oleh Manajer Investasi. Nilai aktiva bersih menunjukkan nilai pasar reksa dana atau harga bersih reksa dana dan menampilkan perkembangan investasi, baik naik maupun turun yang sudah termasuk biaya-biaya pengelolaan lainnya. Total dana atau aset ini dapat berubah setiap hari, tergantung kinerja atau portofolio investasi reksa dana yang dimiliki oleh investor.

11. NAB/Unit

NAB/Unit adalah nilai yang diperoleh dengan cara membagi NAB sebuah reksa dana yang dibagi dengan total jumlah unit reksa dana atau sering disebut dengan Unit Penyertaan (UP) yang dimiliki oleh investor. Nilai aktiva bersih per unit menunjukkan harga jual/beli reksa dana saat investor melakukan pembelian (subscription) atau penjualan (redemption) dan/atau pengalihan (Switching) reksa dana. Perubahan nilai NAB/Unit menjadi indikator dalam melihat untung atau rugi kinerja unit reksa dana.

12. Asset Under Management (AUM)

Asset Under Management adalah total dana investor reksa dana yang dikelola oleh manajer investasi di dalam unit reksa dana. AUM merujuk pada istilah Nilai Aktiva Bersih (NAB) suatu produk  reksa dana.

13. Fund Fact Sheet (FFS)

Funf Fact Sheet adalah laporan kinerja bulanan reksa dana yang wajib diterbitkan oleh Manajer Investasi yang  merangkum informasi kinerja reksa dana hingga biaya pengelolaan reksa dana. Fund Fact Sheet menjelaskan biaya minimum pembelian atau penjualan dan kinerja unit reksa dana yang dibebankan kepada investor reksa dana. Fund Fact Sheet menjadi tolok ukur kinerja reksa dana yang dapat membantu investor dalam mencari produk reksa dana sebelum membuat keputusan berinvestasi.

14. Kinerja Reksa Dana

Kinerja reksa dana merupakan cerminan pergerakan Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana. Nilai setiap portofolio reksa dana memicu perubahan NAB. Investor dapat memantau kinerja reksa dana melalui Fund Fact Sheet secara bulanan yang umumnya dinyatakan untuk 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, Year To Date (YDT), 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun, 5 tahun, dan sejak awal peluncuran unit reksa dana.

15. Unit Penyertaan (UP)

Unit penyertaan merupakan satuan yang menunjukkan kepemilikan aset reksa dana investor. Dana investor reksa dana akan dibagi dengan harga NAB/Unit, hasilnya investor reksa dana akan memiliki jumlah unit penyertaan. Investor dapat mengalikan unit reksa dana yang dimiliki dengan harga NAB/Unit yang bergerak setiap hari untuk melihat kepemilikan investasinya pada suatu unit reksa dana

16. Portofolio reksa dana

Portofolio reksa dana adalah kumpulan instrumen atau produk investasi yang dimiliki oleh reksa dana. Kumpulan produk investasi ini dapat terdiri dari beberapa surat berharga, seperti deposito, saham, surat utang (obligasi), dan surat berharga lainnya sesuai dengan prospektus reksa dana. Informasi dalam portofolio reksa dana bertujuan untuk memudahkan investor dalam memahami isi produk reksa dana dan menentukan keputusan investasinya.

17. Portofolio Investasi Investor

Portofolio investasi investor ritel adalah kumpulan produk investasi yang dimiliki oleh investor reksa dana. Produk investasi reksa dana meliputi reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, reksa dana saham, maupun reksa dana indeks. Selain itu, reksa dana tersebut dapat berupa reksa dana syariah atau reksa dana konvensional.

18. Diversifikasi

Istilah diversifikasi dalam reksa dana adalah tindakan melakukan investasi jenis aset reksa dana yang beragam sebagai langkah manajemen risiko investasi. Dalam melakukan investasi reksa dana, diversifikasi dapat melindungi portofolio investasi reksa dana dari risiko penurunan nilai portofolio investor reksa dana. Investor reksa dana dapat menaruh aset investasi di berbagai jenis reksa dana.

Contohnya, kamu menaruh 50% dana investasi di reksa dana saham A dan menaruh sisanya di reksa dana saham B. Suatu waktu salah satu nilai reksa dana saham turun, portofolio reksa dana kamu tidak akan amblas sepenuhnya.

Baca juga: Tips Diversifikasi Investasi Untuk Pemula

19. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

IHSG adalah indeks acuan investor dalam menentukan waktu pembelian dan penjualan instrumen investasinya. Indeks tersebut menunjukkan pergerakan saham dalam satu hari. Jika indeks IHSG naik, maka harga-harga saham mengalami peningkatan. Jika IHSG turun, maka harga-harga saham secara general tengah menurun. IHSG juga berperan dalam pertumbuhan ekonomi.

20. Kebijakan Investasi

Kebijakan investasi merupakan kebijakan yang memuat riwayat transaksi dana investor reksa dana yang diinvestasikan oleh manajer investasi. Kebijakan investasi berada di dalam prospektus reksa dana.

21. Cut Off Time

Cut Off Time adalah batas waktu pembelian, penjualan, dan pengalihan reksa dana. Cut Off Time merujuk pada batas waktu penyerahan dokumen atau penerimaan dana pembelian reksa dana.

22. Good Fund

Good Fund merupakan kondisi investor saat melakukan pembelian reksa dana yang disetorkan dan diterima di rekening reksa dana sesuai dengan waktu yang ditentukan.

23. Hari Bursa

Hari bursa adalah hari beroperasi Bursa Efek Indonesia dalam perdagangan efek. Perdagangan efek berlangsung selama jam perdagangan di Hari Bursa.

24. Complete Application

Complete Application adalah kondisi saat semua dokumen yang menjadi syarat investasi reksa dana telah lengkap dan proses pembelian, penjualan, atau pengalihan reksa dana berlangsung.

25. Switching

Istilah switching atau pengalihan reksa dana adalah proses penukaran atau pemindahan sejumlah unit reksa dana yang telah dimiliki oleh investor ke unit reksa dana lain yang dituju sesuai kebutuhan.  Switching memiliki keuntungan bagi kamu untuk mengalihkan produk reksa dana tanpa melakukan penjualan produk reksa dana terlebih dahulu sehingga lebih cepat dan praktis proses pengalihannya.

Baca juga: Kenalan dengan Fitur Switching di tanamduit!

26. Switching fee

Switching fee atau biaya pengalihan adalah biaya yang dibebankan ke investor reksa dana saat mengalihkan unit reksa dana ke reksa dana lainnya. Biaya pengalihan ini terdapat di prospektus reksa dana berupa persen. Umumnya, agen penjual reksa dana akan mengenakan biaya pengalihan, tetapi beberapa agen penjual, seperti tanamduit tidak mengenakan biaya switching.

28. Redemption

Redemption atau penjualan unit reksa dana adalah kegiatan penjualan unit reksa dana yang dilakukan investor di hari bursa. Menurut ketentuan OJK, hasil penjualan reksa dana paling lambat akan ditransfer ke rekening investor maksimum tujuh hari kerja bursa sejak transaksi penjualan reksa dana dilakukan.

29. Redemption fee

Redemption fee atau biaya penjualan adalah biaya yang dibebankan pada investor saat menjual reksa dana atau mencairkan reksa dana. Berasan redemption fee ini dapat dilihat di prospektus atau Fund Fact Sheet. Selain itu, agen penjual reksa dana boleh membebankan biaya penjualan, tetapi aplikasi tanamduit tidak membebankan biaya redemption fee.

30. Subscription fee

Subscription fee atau biaya pembelian adalah biaya yang dikenakan pada investor saat  membeli suatu reksa dana. Prospektur atau Fund Fact Sheet menampilkan besaran subscription fee. Umumnya, agen penjual reksa dana dapat membebankan biaya pembelian reksa dana, tetapi aplikasi tanamduit tidak mengenakan biaya subscription fee.

31. Biaya Manajer Investasi

Biaya Manajer Investasi adalah biaya pengelolaan reksa dana untuk manajer investasi yang dibebankan kepada investor. Namun, nilai aktiva Bersih di laporan yang terbit setiap hari sudah bersih tanpa biaya lainnya. NAB reksa dana telah dikurangi biaya-biaya pengelolaan manajer investasi. Jadi, tidak ada biaya tambahan setiap pembelian, penjualan atau pengalihan unit reksa dana.

32. Biaya Bank Kustodian

Biaya Bank Kustodian adalah biaya pengelolaan reksa dana untuk Bank Kustodian yang dibebankan kepada para investor reksa dana. Setiap investor reksa dana melakukan pembelian, biaya yang dikeluarkan sudah termasuk dalam nilai aktiva bersih reksa dana. Jadi, tidak ada biaya tambahan setiap pembelian, penjualan, atau switching unit reksa dana.

33. Reksa dana Pasar uang

Reksa dana pasar uang merupakan produk reksa dana yang menginvestasikan 100 persen dana kelolaannya pada produk pasar uang. Produk tersebut meliputi deposito perbankan dan surat utang (obligasi) seperti surat utang perusahaan atau Surat Berharga Negara yang jatuh temponya <1 tahun. Investasi reksa dana pasar uang memiliki risiko paling rendah.

Baca juga: Lebih Dekat dengan Reksa Dana Pasar Uang

34. Reksa dana Pendapatan Tetap

Reksa dana pendapatan tetap adalah jenis reksa dana yang mengalokasikan minimal 80 persen dan maksimum 95 persen dana kelolaannya pada produk obligasi atau efek utang yang jatuh temponya > 1 tahun. Sementara itu, besar reksa dana maksimum 20% minimum 5% diinvestasikan pada instrumen pasar uang seperti deposito dan surat utang yang jatuh temponya < 1 tahun.

Baca juga: Lebih Dekat dengan Reksa Dana Pendapatan Tetap

35. Reksa dana Campuran

Sesuai dengan istilah ‘campuran’, reksa dana campuran merupakan jenis reksa dana yang menginvestasikan berbagai macam instrumen investasi efek, di antaranya obligasi, saham, dan deposito. Reksa dana campuran mengalokasikan 1–79 persen dana kelolaannya pada produk obligasi atau saham dan 0–20 persen sisanya dialokasikan pada produk deposito bank. Investor dapat memperoleh deviden dari obligasi. Namun, tidak semua produk obligasi memberikan return dari dividen.

36. Reksa dana Saham

Istilah reksa dana saham adalah jenis reksa dana yang mengalokasikan minimal 80 persen dana kelolaannya pada produk saham. Jadi, perusahaan manajer investasi akan mengelola dana investasi, membeli dan menjual saham sesuai analisa pasar. Investor akan mendapatkan keuntungan dan kerugian dari kenaikan dan penurunan harga saham-saham tersebut.

Baca juga: 5 Alasan Kenapa Anak Muda Harus Investasi Reksa Dana Saham

37. Reksa dana Index

Reksa dana indeks merupakan jenis reksa dana saham yang alokasi dana investasinya mengikuti indeks acuan. Dalam hal ini, indeks tersebut merujuk pada indeks harga saham-saham. Di Indonesia, indeks yang menjadi acuan pasar saham, di antaranya yang terpopuler yaitu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Indeks LQ45, Indeks IDX30, Indeks Bisnis-27, dan masih banyak lagi.

38. Reksa dana Syariah

Reksa dana syariah adalah reksa dana yang dalam pengelolaannya tidak bertentangan dengan Prinsip-prinsip syariah di Pasar Modal. Daftar Efek Syariah ditetapkan oleh OJK dan Dewan Syariah Nasional (DSN).

39. Pasar Modal

Istilah pasar modal adalah tempat bertemunya investor dengan badan usaha yang membutuhkan modal (emiten). Pasar modal memiliki tujuan sebagai fasilitator kegiatan jual beli berbagai instrumen investasi jangka panjang, seperti saham, obligasi, reksa dana, dan instrumen investasi lainnya.

40. Dividen

Istilah Dividen dalam reksa dan adalah salah satu hasil investasi atau laba perusahaan yang diterima investor reksa dana. Perusahaan akan memberikan laba kepada investor dapat berupa tunai (cash) atau saham. 

Setelah tahu istilah-istilah dalam reksa dana, kamu bisa mulai investasi tanpa modal besar. Mulai dari 10 ribu, kamu bisa investasi reksa dana di tanamduit, lho! tanamduit adalah agen penjual reksa dana berupa aplikasi finansial digital yang menyediakan berbagai pilihan investasi reksa dana. Investasi reksa dana cocok untuk pemula, nih! Gak masalah kalau belum punya kemampuan analisis pasar modal. Kinerja investasi akan dikelola oleh manajer investasi terpercaya. Yuk, donwload aplikasi tanamduit, mulai investasi reksa dana, dan wujudkan tujuan investasimu!

Penulis: Hani Nastiti

Hani Nastiti
Hani Nastiti

Hani adalah seorang penulis yang senang belajar dan berbagi seputar investasi di tanamduit.

banner-download-mobile