Outperform IHSG, Return Tertinggi Tembus +56,8%!
Tahun 2025 menjadi tahun yang sangat kuat bagi pasar saham Indonesia. IHSG mencatatkan kenaikan +22,13% sepanjang 2025, didorong oleh sentimen risk-on global, penguatan sektor komoditas, serta perbaikan outlook domestik.
Namun, tidak semua produk reksa dana saham hanya “ikut naik pasar”. Beberapa berhasil mengalahkan IHSG secara signifikan berkat strategi stock picking aktif, rotasi sektor yang tepat, serta keberanian mengambil risiko di momentum yang pas.
Berikut adalah Top 5 Reksa Dana Saham 2025 di tanamduit, yang dipilih berdasarkan kinerja, konsistensi, dan relevansi strateginya untuk prospek 2026.
Baca Juga : Apa Itu Reksa Dana Saham? Kenali Pengertian dan Keuntungannya
Disclaimer: Data berdasarkan Fund Fact Sheet per Desember 2025
Kriteria Pemilihan Top 5 Reksa Dana Saham:
- Performa kuat di 2025 dan momentum 3 bulan terakhir
- Performa lebih tinggi dibanding benchmark (IHSG, IDX30, dll.)
- Strategi unik dan aktif dari masing-masing produk (bukan sekedar ikut indeks)
- Portofolio punya narasi yang relevan dengan market 2026
- Transparansi holdings dan konsistensi alokasi
1. Sucorinvest Maxi Fund | Fokus Small–Mid Cap
Highlight Performa 2025: YOY +56,82% (vs IHSG +22,13%)
Kenapa Bisa Performa Kuat?
- All-in equities (96–99%), rally pasar ter-capture maksimal.
- Strategi active rotation, bukan pasif mengikuti indeks.
- Stock picking agresif di small-mid caps + cyclical/turnaround stocks:
- Komoditas & energi: BUMI, TINS, ANTM
- Properti: SMRA, BSDE
- Banking (BBRI, BBNI, BBTN, BMRI) rutin jadi porsi besar
Cocok untuk investor:
- Investor dengan profil risiko agresif
- Horizon panjang (≥ 5–10 tahun)
- Siap volatilitas tinggi (drawdown bulanan pernah >-10%)
- Suka strategi active picking dan tema cyclical
Prospek 2026:
- Bull case: Kalau siklus komoditas dan energi berlanjut dengan permintaan yang tetap tinggi, BUMI / TINS / ANTM bisa lanjut unggul
- Tailwind domestik dari sektor bank & properti
- Risiko utama 2026: pembalikan harga komoditas dan volatilitas saham small–mid cap (risiko likuiditas)
2. Bahana Dana Ekuitas Prima | Active IDX30-Benchmark
Highlight Performa 2025: YOY +44,95% (vs IDX30 +3,25%)
Kenapa Bisa Performa Kuat?
- Risk-on penuh (94–99% saham) di momentum yang tepat
- Cyclical tilt: Sektor dominan yakni materials, energi, dan finansial
- Rotasi top holdings aktif:
- Okt: PANI, BBCA
- Nov: PTRO, DEWA, BUMI
- Des: rebalance ke bank besar + cyclicals berkualitas
- AUM melonjak, indikasi minat investor meningkat
Cocok untuk investor:
- Profil risiko agresif, siap volatilitas saham & fluktuasi harga
- Horizon panjang (± 5–10 tahun)
- Suka strategi active picking dan tema cyclical (materials/energy/property/banks), bukan cuma mengikuti indeks
Prospek 2026:
- Kalau 2026 masih mendukung komoditas, energi, dan infrastruktur, BRPT dan PTRO bisa lanjut jadi pendorong
- Bank besar dan properti bisa ikut terdorong kalau siklus domestik membaik
- Risiko utama 2026: reversal sektor cyclical dan risk-off global
3. Sucorinvest Sharia Equity Fund | Fokus Small-Mid Cap ISSI
Highlight Performa 2025: YOY +34,79%
Kenapa Bisa Performa Kuat?
- 96%-100% saham syariah, capture risk-on maksimal
- Strategi small-mid cap ISSI
- Portofolio high conviction di saham komoditas dan industrial/cable yang kencang di 2025 seperti TINS, KBLI, MYOH, RMKE, dan PGAS
- Pada Q4 2025 return naik dari 18,69% (Okt) → 29,42% (Nov) → 31,31% (Des)
Cocok untuk Investor:
- Investor agresif (syariah) yang siap dengan volatilitas lebih tinggi
- Horizon panjang (≥ 5 tahun)
- Nyaman dengan tema komoditas dan industri (metals/energy/cables) serta paham resiko kalau siklusnya berbalik
- Investor yang butuh produk syariah (universe ISSI) tapi tetap berpotensi
Prospek 2026:
- Kalau 2026 masih mendukung komoditas dan energi, TINS, RMKE, dan PGAS bisa jadi pendorong.
- Industri domestik: posisi besar di KBLI & SCCO (kabel) bisa diuntungkan kalau proyek infrastruktur lanjut berjalan.
- Risiko utama 2026: stock picking yang volatil tergantung timing dan risiko likuiditas small–mid cap kalau market risk-off (menghindari risiko tinggi)
- Positif jika lanjut mendukung komoditas dan energi
- Tema industrial dan infrastruktur domestik mendukung kalau proyek insfrastruktur lanjut
- Risiko: stock picking yang volatil tergantung timing dan risiko likuiditas small-mid cap kalau risk-off
4. Sucorinvest Sustainability Equity Fund | ESG & SDGs
Highlight Performa 2025: YOY +34,32% vs benchmark +8,34% (70% SRI-KEHATI + 30% IHSG)
Kenapa Bisa Performa Kuat?
- Saham hampir penuh (94–96%) dan terdorong oleh pasar secara maksimal
- Cyclical dan bank besar mendominasi:
- BUMI, PGAS, TINS
- BBRI, BBNI, BMRI, BBTN
- High conviction portfolio (sekitar ~72% dari total aset)
- Konsisten mengalahkan performa benchmark ESG
Cocok untuk Investor:
- Investor agresif yang punya value ESG/SDGs
- Siap volatilitas NAB
- Horizon menengah-panjang (≥ 3–5 tahun)
- Cari growth saham Indonesia
Prospek 2026:
- Tetap menarik jika siklus energi dan komoditas lanjut
- Bank besar jadi jangkar stabilitas kalau kredit dan konsumsi domestik lanjut pulih
- Risiko: pembalikan harga komoditas dan portofolio yang cukup terkonsentrasi (top 10 dengan porto ~72%) yang membuat NAB lebih volatil
5. Sucorinvest Equity Fund Kelas A | Core LQ45 + Active Tilts
Highlight Performa 2025: YOY +29,52% (vs LQ45 +2,41%)
Kenapa Bisa Performa Kuat?
- All-in equities (±98–99%)
- Minimum 60% dari ekuitas di saham LQ45
- Overweight bank besar dan cyclical:
- BMRI, BBRI, BBNI, BBTN
- BUMI, TINS, PGAS
Cocok untuk Investor:
- Mau core equity Indonesia
- Risiko tinggi, horizon ≥ 3–5 tahun
- Cari growth + stabilitas big caps
Prospek 2026:
- Positif jika risk-on berlanjut
- Namun valuasi relatif tinggi sehingga berpotensi volatilitas
- Sangat bergantung pada siklus komoditas & perbankan
Baca Juga : Perbedaan Reksa Dana Saham dan Indeks
Kesimpulan: Mana yang Paling Cocok di 2026?
- Paling agresif dan alpha-seeking: Sucorinvest Maxi Fund
- Cyclical active picker: Bahana Dana Ekuitas Prima
- Syariah agresif: Sucorinvest Sharia Equity Fund
- ESG dan growth: Sucorinvest Sustainability Equity Fund
- Core equity: Sucorinvest Equity Fund Kelas A
Catatan penting: performa 2025 tidak menjamin hasil di masa depan. Penyesuaian profil risiko & horizon investasi tetap krusial, terutama menghadapi dinamika market 2026.
Investasi Reksa Dana, di tanamduit aja!
tanamduit merupakan salah satu agen penjual reksadana yang telah memperoleh izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Kamu bisa temukan berbagai jenis produk reksa dana sesuai dengan kebutuhanmu. Bahkan, ada fitur Top Performance Reksa Dana di aplikasi tanamduit, lho!
Yuk, download aplikasi tanamduit sekarang!


