Beranda » belajar » Surat Berharga Negara » Penawaran ST010 Mulai 12 Mei, Pilih Tenor 2 atau 4 Tahun?

Penawaran ST010 Mulai 12 Mei, Pilih Tenor 2 atau 4 Tahun?

oleh | Nov 7, 2023

Perilisan dua seri Surat Berharga Negara (SBN) ritel, yakni SBR012 dan SR018 beberapa waktu lalu disambut dengan antusiasme yang tinggi dari para investor. Menyusul kedua seri SBN sebelumnya, ST010 telah terbit. Masa penawarannya mulai dari 12 Mei–7 Juni 2023.

Berbeda dengan sukuk tabungan seri sebelumnya, kali ini pemerintah menghadirkan dua pilihan tenor (tranches), yaitu ST010-T2 (2 tahun) dengan kupon 6,25% per tahun dan ST010-T4 (4 tahun) dengan kupon 6,40% per tahun. Meskipun keduanya memiliki jangka waktu investasi yang berbeda, namun jenis kupon dari keduanya sama-sama floating with floor.

Yuk, kita kupas tuntas apa itu sukuk tabungan, keuntungan, dan perbedaan antara ST010-T2 dan ST010-T4 pada artikel ini!

Apa Itu Sukuk Tabungan ST010?

Sukuk tabungan adalah salah satu jenis SBN yang khusus ditawarkan kepada individu atau perseorangan sehingga ada istilah ritel dalam penamaannya. Sesuai dengan namanya, sifatnya mirip dengan tabungan atau deposito di bank, karena tidak dapat investor perjualbelikan kembali di pasar sekunder.

Jadi, kamu hanya bisa membeli instrumen investasi ini hanya saat masa penawarannya saja dan investor akan hold kepemilikan ST-nya hingga jatuh tempo nanti dan menerima imbal hasil berupa kupon setiap bulannya.

Namun, bagi investor yang ingin mencairkan kepemilikan ST010, terdapat fasilitas early redemption (pencairan awal) maksimal 50% dari total investasi. Biasanya, DJPPR Kementerian Keuangan akan mengumumkan secara resmi periode early redemption.

Secara umum, karakteristiknya juga mirip dengan Savings Bonds Ritel (SBR), gampangnya ST ini merupakan versi syariahnya SBR. Jenis kupon dari sukuk tabungan adalah floating with floor (mengambang dengan batas minimal). Jadi, saat perilisannya, DJPPR Kementerian Keuangan akan mengumumkan besar kupon minimal (floor), misalnya 6,15% per tahun.

Baca juga: Ketahui Pengertian dan Jenis SBN (Surat Berharga Negara)

Kalau sewaktu-waktu suku bunga acuan Bank Indonesia (BI 7 Days Repo Rate) naik, imbal hasil dari ST juga bakal naik. Uniknya, kalau suku bunga acuan BI turun, imbal hasil dari ST nggak akan ikut turun. Oleh karena itu, bisa kita simpulkan kalau jenis SBN satu ini imbal hasilnya bisa naik, tapi nggak bisa turun.

Spesial di tahun ini, sukuk tabungan hadir dengan dua pilihan tenor, yaitu dua tahun (ST010-T2) dan empat tahun (ST010-T4). Kamu bisa baca selengkapnya mengenai sukuk tabungan melalui artikel berikut: Mengenal Investasi Sukuk Tabungan, Keuntungan, dan Risikonya

Prospek Investasi ST010

ST010 menjadi salah satu instrumen investasi yang bisa menjadi pilihan bagi para investor, khususnya bagi mereka yang ingin berinvestasi pada produk minim risiko. Berdasarkan data historis dari seri ST dan seri SBN sebelumnya, imbal hasil (kupon) yang ditawarkan kepada investor relatif lebih tinggi dari bunga deposito.

Selain itu, pajak SBN juga lebih rendah 50% dari deposito, yakni hanya 10% saja. Makanya, nggak heran kalau kita bandingkan keduanya, perbedaan imbal hasil bersih yang investor terima cukup signifikan.

Reza Fahmi selaku Head of Business Development Division Henan Putihrai Asset Management sebagaimana dilansir dari Kontan memprediksi bahwa penjualan seri ST kali ini bisa mencapai angka 20 Triliun. Investor juga punya kecenderungan untuk memilih tenor 2 tahun dibandingkan 4 tahun.

Sebenarnya, apa, sih, perbedaan ST010-T2 dengan ST010-T4?

Perbedaan ST010-T2 dengan ST010-T4

Kedua tranches dari ST010 akan pemerintah tawarkan pada periode yang sama, mulai 12 Mei–7 Juni 2023. Tanggal penetapan dan setelmennya akan pemerintah umumkan bertepatan dengan pengumuman kuponnya 10 Mei mendatang.

Ada beberapa poin penting yang menjadi pembeda antara keduanya, di antaranya:

1. Nilai Pembelian Awal

Nilai pembelian minimum dari masing-masing tranches sama-sama mulai dari Rp1 juta. Hal yang menjadi pembeda adalah jumlah maksimal pembelian per individu. Untuk ST010-T2 maksimum pembeliannya adalah Rp5 Miliar dan ST0010-T4 Rp10 Miliar.

2. Kupon/Imbal Hasil

Sama seperti seri ST terdahulu, kedua tranches memiliki jenis kupon yang sama, yaitu floating with floor. Jadi, imbal hasilnya bisa naik mengikuti kenaikan suku bunga BI, tapi nggak bisa turun.

Berdasarkan seri SBN yang telah terbit dengan 2 tenor, kemungkinan besar ada perbedaan tingkat imbal hasil dari masing-masing tranches. Makin panjang tenornya, biasanya semakin tinggi kuponnya.

Kupon minimum (floor) dari ST010-T2 adalah 6,25% per tahun, sedangkan ST010-T4 6,40% per tahun.

3. Pembayaran Kupon

Pemerintah akan membayarkan kupon seri ST ke-10 ini, baik yang tenornya 2 dan 4 tahun pada tanggal 10 tiap bulannya. Kupon pertama akan dibayarkan pada 10 Juli 2023 berupa short coupon

4. Periode Early Redemption

Pembeda selanjutnya dari ST010-T2 dan ST010-T4 adalah periode early redemption-nya. Berdasarkan jadwal tentatif dari Kementerian Keuangan, periode pengajuan early redemption untuk tenor 2 tahun adalah 24 Mei–3 Juni 2024. Sementara itu untuk tenor 4 tahun periode early redemption-nya mulai 26 Mei–3 Juni 2025.

Kamu bisa melihat perbandingan di antara keduanya secara lebih ringkas melalui tabel di bawah ini:

Seri ST010-T2 ST010-T4
Masa Penawaran 12 Mei–7 Juni 2023
Bentuk Tanpa warkat dan tidak dapat diperdagangkan
Tanggal Penetapan 12 Juni 2023
Setelmen

14 Juni 2023

Kupon minimum (floor) 6,25% per tahun 6,40% per tahun
Jatuh Tempo 10 Juni 2025 10 Juni 2027
Minimal Pemesanan Rp1 juta
Maksimal Pemesanan Rp5 Miliar Rp10 Miliar
Tanggal Pembayaran Kupon Tanggal 10 setiap bulannya
Periode Penyampaian Early Redemption 24 Mei–3 Juni 2024 26 Mei–3 Juni 2025

Kesimpulan

Sukuk tabungan menjadi salah satu instrumen pilihan di kalangan investor ritel. Seri SBN nontradable yang terbit pertama kali tahun ini, yaitu SBR012 laris manis terjual hingga pemerintah harus menambah kuota dari yang awalnya hanya Rp10 Triliun, menjadi Rp24 Triliun.

Yuk, download tanamduit sekarang dan mulai investasi SBN saat masa penawaran berlangsung. tanamduit telah menjadi mitra distribusi yang telah dipercaya Kementerian Keuangan RI sejak awal perilisan SBN secara online tahun 2018.

Cara Beli SBN

Ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk melakukan pembelian SBN, di antaranya:

  1. Download aplikasi tanamduit dan registrasi akun tanamduit.
  2. Klik menu “SBN” pada dashboard aplikasi tanamduit, lalu klik produk yang sedang dalam masa penawaran.
  3. Buat rekening SBN.
  4. Setelah pembuatan rekening SBN berhasil, ulangi langkah kedua dan selesaikan pembayaran.

tanamduit Team

tanamduit Team

tanamduit adalah penyedia layanan investasi reksa dana, emas, SBN, dan asuransi yang telah berizin dan diawasi oleh OJK.

banner-download-mobile