Banyak investor konservatif merasa nyaman menyimpan dana besar di deposito bank dengan sistem automatic rollover atau ARO. Dana terasa aman, bunga masuk secara rutin, dan strategi ini sering dilakukan selama bertahun-tahun tanpa banyak evaluasi.
Namun, ada satu hal penting yang sering terlewat: berapa bunga bersih yang sebenarnya diterima?
Dalam praktiknya, tidak semua nasabah memperoleh bunga deposito mendekati tingkat penjaminan LPS. Sebagian nasabah mungkin mendapatkan special rate, tetapi banyak juga yang hanya menerima counter rate standar dari bank.
Di sinilah ST016 bisa menjadi alternatif yang menarik untuk dipertimbangkan, terutama bagi investor yang mencari instrumen berisiko relatif rendah dengan potensi passive income bulanan.
Apa Itu Sukuk Tabungan ST016?
Sukuk tabungan (ST) adalah salah satu jenis Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang ditawarkan untuk individu atau perseorangan.
Baca juga: Mengenal Investasi Sukuk Tabungan, Keuntungan, dan Risikonya
Secara umum, sukuk tabungan ST015 punya karakteristik yang mirip dengan Savings Bond Ritel (SBR). Jenis kuponnya adalah floating with floor (mengambang dengan batas minimal).
Kenali karakteristik ST015 di bawah ini!
Simulasi Rp1 Miliar: Deposito ARO vs ST016-T2
Untuk melihat perbedaannya, mari gunakan simulasi dana sebesar Rp1 miliar dengan asumsi return pertahun ST016 yaitu 5,50%
| Komponen |
Deposito Special Rate (4,25%) |
Deposito Counter Rate (3,00%) | ST016-T2 |
| Nilai Pokok |
Rp1.000.000.000 |
Rp1.000.000.000 |
Rp1.000.000.000 |
|
Imbal Hasil Nominal / Tahun |
4,25% |
3,00% |
5,50% |
|
Pendapatan Bruto / Tahun |
Rp42.500.000 |
Rp30.000.000 |
Rp55.000.000 |
|
Pajak Final |
20% |
20% |
10% |
|
Pendapatan Bersih / Tahun |
Rp34.000.000 |
Rp24.000.000 |
Rp49.500.000 |
|
Pendapatan Bersih / Bulan |
Rp2.833.333 |
Rp2.000.000 |
Rp4.125.000 |
Berapa Selisih Passive Income ST016 Dibanding Deposito?
Jika dibandingkan dengan deposito special rate 4,25%, ST016-T2 memberi tambahan passive income sekitar Rp1,29 juta per bulan atau sekitar Rp15,5 juta per tahun.
Sementara itu, jika dibandingkan dengan deposito counter rate 3,00%, selisihnya menjadi lebih besar. ST016-T2 memberi tambahan sekitar Rp2,12 juta per bulan atau sekitar Rp25,5 juta per tahun.
Selisih ini cukup signifikan, terutama bagi investor yang menempatkan dana besar dan mengandalkan imbal hasil rutin sebagai passive income.
Baca juga: Apa Itu Early Redemption dalam Investasi SBN Seri SBR dan ST?
Kenapa Banyak Investor Tidak Menyadari Selisih Ini?
Banyak investor merasa sudah cukup aman karena dana tetap menghasilkan bunga bulanan. Padahal, dalam pengelolaan dana besar, selisih 1–2% per tahun bukan angka kecil.
Pada nominal Rp1 miliar, perbedaan kecil dalam tingkat bunga dan pajak dapat berdampak besar terhadap total pendapatan bersih.
Karena itu, keputusan investasi bukan hanya soal memilih instrumen yang aman. Investor juga perlu mengevaluasi apakah dana besar sudah ditempatkan pada instrumen yang efisien dari sisi imbal hasil bersih.
Kesimpulan
Deposito ARO memang masih menjadi pilihan populer bagi investor konservatif. Namun, jika bunga yang diterima hanya counter rate standar, potensi hasil bersihnya bisa jauh lebih rendah dibandingkan alternatif seperti ST016.
Berdasarkan simulasi Rp1 miliar, ST016-T2 dengan asumsi imbal hasil 5,50% per tahun dapat memberikan pendapatan bersih sekitar Rp4,125 juta per bulan, lebih tinggi dibanding deposito special rate maupun counter rate.
Jadi, pertanyaannya bukan hanya apakah dana Anda aman di deposito. Pertanyaan yang lebih penting adalah: apakah dana besar Anda sudah ditempatkan pada instrumen yang paling efisien?
Sebelum berinvestasi, pastikan kamu memahami ketentuan produk, risiko, tenor, dan menyesuaikannya dengan tujuan keuanganmu.
Nantikan penawaran SBN Sukuk Tabungan Seri 016 pada tanggal 8 Mei – 3 Juni 2026 di tanamduit!
Cara Beli SBN
Ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk melakukan pembelian SBN, di antaranya:
1. Download aplikasi tanamduit dan registrasi akun tanamduit.
2. Klik menu “SBN” pada dashboard aplikasi tanamduit, lalu klik produk yang sedang dalam masa penawaran.
3. Buat rekening SBN.
4. Setelah pembuatan rekening SBN berhasil, ulangi langkah kedua dan selesaikan pembayaran.

