Home » Outlook Sampai Akhir Tahun

Outlook Sampai Akhir Tahun

oleh | Agu 10, 2021

Halo, temanduit!

Gelombang kedua Covid-19 varian delta yang semakin mengganas membuat pasar modal penuh dengan ketidakpastian dan volatilitas. Gimana, ya, strateginya untuk menghadapinya? Sebelum itu, yuk kita simak sentimen yang perlu diperhatikan terlebih dahulu.

1. PPKM diperpanjang lagi hingga 16 Agustus (Jawa-Bali), 23 Agustus (Luar Jawa-Bali)

Berita baik datang dari kasus Covid-19 Jawa-Bali yang diklaim oleh pemerintah kasus harian menurun sebanyak -30.2% meskipun angka positivity rate belum menunjukkan tanda yang ideal. Angka positivity rate yang masih tinggi menandakan kurangnya tingkat tes dan penelusuran. Penurunan kasus di Jawa-Bali sejalan dengan tingkat vaksinasi yang terus dipercepat oleh pemerintah terutama di pusat kantong ekonomi. Namun, kasus mingguan di luar Jawa-Bali justru masih naik sebesar 1.2% sehingga menyebabkan meningkatnya kontribusi kasus luar Jawa-Bali naik dari 44% ke 54% pekan ini. Peraturan dan kepatuhan terhadap PPKM di daerah luar Jawa-Bali tidak seketat di Jawa-Bali. Selain itu, tingkat vaksinasi di daerah luar Jawa-Bali juga relative rendah.

Penurunan kasus harian ini menunjukkan keberhasilan dari penerapan PPKM. Meskipun kembali diperpanjang. kali ini pemerintah akan melakukan uji coba secara gradual dengan memperbolehkan kembali pusat perbelanjaan (mal) dengan kapasitas maksimal 25% dan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

2. Indeks Keyakinan Konsumen kembali anjlok

Rilis data ekonomi dunia menunjukkan situasi outlook yang berkabut dan penuh ketidakpastian setelah Purchasing Manager Index (PMI) jatuh dari 53,5 di Juni menjadi 40,1 di bulan Juli. Menurut data terbaru, Indeks Keyakinan Konsumen juga anjlok signifikan dari angka 107,4 ke 80,2. Artinya, konsumen merasa pesimis dengan pemulihan ekonomi di masa mendatang akibat kebijakan PPKM yang tak kunjung selesai menekan tingkat konsumsi masyarakat dan kepercayaan dunia usaha.

3. Bisul dari restrukturisasi kredit macet perlu segera diobati

Di tengah hiruk-pikuk pemberitaan ekonomi Indonesia yang berhasil tumbuh 7,07% di kuartal II, rupanya prestasi luar biasa ini belum membuat para ekonom merasa aman. Pertumbuhan tinggi ini dinilai semu akibat low base effect yang terjadi akibat kebijakan PSBB pada kuartal II tahun lalu yang menyebabkan ekonomi tiarap -5,32%. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi kuartal III 2021 dikhawatirkan akan kembali tersungkur. Ketidakpastian yang tinggi ini menyebabkan pemulihan ekonomi yang tadinya diproyeksikan membentuk V-shaped recovery menjadi sulit diharapkan, sehingga kemungkinan kurva pemulihan akan membentuk W-shaped.

Dampak dari kebijakan pengendalian Covid-19 yang berlarut-larut ini menyebabkan risiko lain terhadap ekonomi. Bayang-bayang pelemahan masih akan menghantui di kuartal berikutnya. Hal ini akan menyebabkan peningkatan risiko terhadap restrukrisasi kredit macet yang berpotensi untuk menjadi penghambat utama bagi pemulihan ekonomi di tahun ini dan tahun depan. Bisul ini yang kita harapkan untuk segera diobati oleh pemerintah dengan menjaga daya beli masyarakat rumah tangga, penguatan konsumsi pemerintah dan percepatan investasi sektor publik yang bersifat padat karya 

Awan kelabu masih akan menutupi prospek pemulihan ekonomi hingga akhir tahun, nih, temanduit. Meskipun begitu, IHSG masih berpotensi untuk tumbuh ke 6700. Jadi strategi yang tepat untuk kita berinvestasi adalah dengan membeli reksa dana saham untuk memaksimalkan potensi keuntungan di tahun ini dan juga diimbangi dengan reksa dana pendapatan tetap untuk menjaga risiko fluktuasi ketidakpastian akibat dampak PPKM. Yuk, tetap jaga semangat dan kembali berfokus kepada tujuan jangka panjang.

Kontributor: Muhammad Alvin Darari

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

banner-download-mobile