tanamduit menawarkan investasi TERAMAN dengan return atau imbal hasil lebih tinggi dari bunga deposito. Investasi di SBN seri SBR013, 100% AMAN dijamin negara!
Masa penawaran SBR013 berlangsung pada tanggal 10 Juni–4 Juli 2024. Berikut adalah tingkat kuponnya:
- SBR013-T2 tenor 2 tahun kupon 6,45% per tahun
- SBR013-T4 tenor 4 tahun kupon 6,60% per tahun
Imbal hasil (kupon) SBR013 floating with floor, berpotensi NAIK saat suku bunga BI naik, tapi tidak akan turun saat suku bunga BI turun! Beli SBR013 di aplikasi tanamduit, bonus reksadana!
Berikut adalah data-data indeks saham, nilai tukar mata uang, harga komoditas, dan yield obligasi per 2 Juli 2024:
Selasa (2/7), IHSG Turun
Setelah mengalami kenaikan 4 hari berturut-turut dari hari Rabu (26/6) hingga Senin (1/7) dengan total kenaikan 256,92 poin atau 3,7%, IHSG terkoreksi atau turun 14,48 poin atau -0,20% ke 7.125,14 dengan nilai transaksi sekitar Rp10,47 triliun di hari Selasa (2/7).
Indeks IDX30, Bisnis27 dan SRI Kehati juga mengalami penurunan masing-masing -0,44%, -0,45% dan -0,63%. Investor melakukan profit taking atas saham-saham yang tumbuh cukup tinggi selama 2 minggu terakhir, khususnya saham-saham perbankan.
Beberapa saham big caps memberi kontribusi terhadap penurunan IHSG antara lain BREN -2,64%, TLKM -1,62%, ASII -1,95%, dan BRIS -2,64%. (CNBC Indonesia)
Harga Surat Utang Negara Melemah Hari Selasa Kemarin
Yield SUN Benchmark 5-tahun (FR0101) naik sebesar 5 basis poin menjadi 6,97%, dan yield SUN Benchmark 10-tahun (FR0100) naik sebesar 3 bp menjadi 7,09%. Volume transaksi SBN secara outright tercatat sebesar Rp17,1 triliun, lebih tinggi dari hari sebelumnya Rp9 triliun.
Pada forum kebijakan moneter di Portugal, US Fed Chairman Jerome Powell menyatakan bahwa inflasi di Amerika Serikat kembali menuju disinflationary path (inflasi yang menurun).
Mengenai pemangkasan suku bunga, Chairman Powell menyatakan masih membutuhkan data yang lebih banyak untuk memverifikasi inflasi yang melemah akhir-akhir ini menggambarkan kondisi ekonomi secara akurat.
Indikator global menunjukkan sentimen yang cenderung positif, tergambar dari penurunan yield US Treasury (UST). Yield UST 5-tahun turun sebesar 5bp menjadi 4,39%, dan yield UST 10-tahun turun sebesar 5bp menjadi 4,43%. Credit Default Swap (CDS) 5 tahun Indonesia turun sebesar 1bp menjadi 77bp.
Dengan mempertimbangkan kondisi pasar, ada potensi peningkatan volatilitas harga dan yield dari instrumen SBN Rupiah untuk sementara waktu. (BNI Sekuritas)
Yield US Treasury 10 Tahun Naik Selasa Kemarin
Imbal hasil (yield) obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun hari Selasa kemarin naik ke level 4,4%. Hal ini terjadi karena investor mencermati data ekonomi dan apa yang dikatakan pejabat Federal Reserve. Laporan JOLTS menunjukkan bahwa lowongan pekerjaan meningkat secara tak terduga di bulan Mei, menunjukkan pasar kerja yang kuat..
Selain itu, obligasi Treasury jangka panjang juga dipengaruhi oleh pemilihan Presiden AS yang akan datang, berkaitan dengan rencana fiskal yang disampaikan oleh Trump.
Terlepas dari semua hal tersebut, ekspektasi umum adalah bahwa The Fed mungkin akan menurunkan suku bunga dua kali pada tahun ini, karena Ketua US Fed, Jerome Powell, menyebutkan tanda-tanda inflasi yang lebih rendah. (Trading Economics)
US Dollar Index Menguat Selasa Kemarin
Selasa (2/7), DXY atau US Dollar Index naik menjadi 105,87 setelah data lowongan pekerjaan melebihi perkiraan. Meskipun demikian, Jerome Powell berkomentar bahwa disinflasi akan berlanjut.
Laporan JOLTS menunjukkan lowongan pekerjaan meningkat sebesar 221.000 menjadi 8,140 juta pada bulan Mei, mengalahkan perkiraan sebesar 7,91 juta. (Trading Economics)
Rupiah Melemah Terhadap US Dollar Selasa Kemarin
Selasa (2/7), nilai tukar rupiah ditutup melemah ke posisi Rp16.396 per dolar AS, melemah bersama mata uang kawasan Asia lainnya karena menguatnya US Dollar Index.
Berdasarkan data Bloomberg, IDR ditutup melemah 0,46% per dolar AS, JPY -0,14%, SGD -0,06%, HKD -0,01%, KRW (Korea) -0,36%, PHP (Filipina) -0,27%, INR (India) -0,09%, CNY (China) -0,04%, MYR (Malaysia) -0,14% dan THB (Thailand) -0,28%.
Menguatnya lapangan pekerjaan di AS membuat US Dollar menguat terhadap berbagai mata uang lainnya termasuk terhadap Rupiah, atau Rupiah melemah terhadap US Dollar.
Selain itu, pelemahan Rupiah juga disebabkan oleh turunnya Purchasing Managers’ Index (PMI) di bulan Juni menjadi 50,7 dari 52,1 di bulan Mei yang menandakan perlambatan pertumbuhan sektor manufaktur dan jasa.
Namun, angka di atas 50 menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia masih ekspansif. (Bisnis)
Harga Emas Dunia Stabil Hari Selasa Kemarin
Selasa (2/7), emas stabil di kisaran $2,330 per ons, setelah naik tipis di hari sebelumnya sebelumnya. Kondisi ini terjadi karena para pedagang menunggu lebih banyak data ekonomi AS dan pidato Ketua Fed Jerome Powell yang akan dirilis hari Rabu (3/7).
Selain itu, pada hari Jumat (2/7) rilis risalah FOMC Meeting serta laporan nonfarm payrolls AS.
Sementara itu, data PMI manufaktur ISM di AS yang dirilis hari Senin lalu yang menunjukkan penurunan selama tiga bulan berturut-turut sampai membuat menjadi berita yang positif terhadap harga emas.
Ulasan
- Turunnya PMI Index mengiringi turunnya inflasi (Personal Consumption Expenditure (PCE AS). Hal ini memperkuat harapan segera turunnya suku bunga USD di bulan September 2024.
- Menjelang kepastian penurunan suku bunga US, pasar saham dan obligasi Indonesia masih akan volatile. Dengan tingkat volatilitas yang menurun, harga-harga saham cenderung akan naik kembali sampai akhir tahun 2024.
- Harga emas diperkirakan masih akan naik karena beberapa bank sentral masih akan melanjutkan pembelian emas, terutama Bank Sentral China. Pembelian emas ini bertujuan untuk diversifikasi risiko di tengah ketidakpastian global dan ketegangan geopolitik yang masih belum mereda.
Rekomendasi
- Untuk jangka pendek, investor disarankan untuk mengurangi investasi di reksa dana berbasis saham, yaitu reksa dana saham, indeks saham dan campuran.
- Untuk jangka panjang, pertimbangkan untuk mulai mengakumulasi reksa dana saham dan indeks saham karena harga-harga saham saat ini dalam kategori murah.
- Untuk jangka waktu kurang dari 1 tahun, disarankan untuk memperbanyak investasi di reksa dana pasar uang karena masih memberikan return yang lebih tinggi dari bunga deposito.
- Harga emas masih volatile. Namun, dalam jangka menengah–panjang, harga emas diperkirakan masih akan naik karena beberapa bank sentral masih melakukan pembelian emas untuk diversifikasi risiko karena ketidakpastian global, baik dalam hal perekonomian maupun geopolitik yang masih memanas.
- Emas dapat dipertimbangkan untuk menjadi portfolio investasi untuk jangka menengah dan panjang.
- Tetaplah berinvestasi secara rutin untuk mencapai tujuan keuangan. Pilih produk reksa dana yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.
- Emas dapat dipertimbangkan untuk investasi jangka panjang karena nilai emas selalu mengalahkan inflasi.
Yuk, investasi sekarang di tanamduit!
DISCLAIMER:
Tulisan ini dibuat dan diterbitkan oleh PT Star Mercato Capitale (tanamduit), anak perusahaan PT Mercato Digital Asia, yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana dengan nomor KEP-13/PM.21/2017 serta menjadi mitra distribusi SBN dari DJPPR – Kementerian Keuangan Republik Indonesia dengan nomor S-363/pr/2018 dan dari SBSN dengan nomor PENG-2/PR.4/2018.
PT Mercato Digital Asia telah terdaftar pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) dengan nomor: 005445.01/DJAI.PSE/07/2022 dan bekerja sama dengan PT Cipta Optima Digital (emasin) untuk produk Koleksi Emas dan PT BPRS ATTAQWA (BPRS Attaqwa) dalam menyediakan produk Tabungan Emas 24 Karat produksi emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam).
Tulisan ini bersumber dari berbagai informasi tertulis dan visual yang terpercaya dan tersebar luas baik yang disediakan secara digital maupun hardcopy. Meskipun demikian, PT Star Mercato Capitale tidak dapat menjamin keakurasian dan kelengkapan data dan informasinya. Manajemen PT Star Mercato Capitale beserta karyawan dan afiliasinya menyangkal setiap dan semua tanggung jawab atas keakurasian, kelalaian, atau kerugian apapun dari penggunaan tulisan ini.


