tanamduit menawarkan investasi yang aman dengan potensi return atau imbal hasil lebih tinggi dari bunga deposito. Sebelum berinvestasi, kenali kondisi market dan strategi investasinya melalui berita market update berikut.
Ringkasan Market Update:
- IHSG terkoreksi tipis -0,58% akibat profit taking paska reli awal tahun, meski asing masih akumulasi selektif.
- SUN melemah terbatas dengan yield naik tipis, dipicu sentimen global dan pelemahan rupiah.
- Emas XAU menguat 1,9% sebagai aset safe haven di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Berikut adalah data-data indeks saham, nilai tukar mata uang, harga komoditas, dan yield obligasi per tanggal 13 Januari 2026.
IHSG Terkoreksi 12 Januari 2026, Asing Tetap Akumulasi Selektif
IHSG pada 12 Januari 2026 melemah 0,58% ke 8.884,72 dengan nilai transaksi sekitar Rp40 triliun, setelah sempat menyentuh level 9.000 di awal sesi; koreksi ini dipicu profit taking pasca reli awal tahun dan meningkatnya kehati-hatian global, sementara indeks lain bergerak campuran dan relatif lebih stabil.
Tekanan indeks terutama bersifat teknikal dan sentimen jangka pendek, bukan perubahan fundamental, seiring investor global menimbang ulang risiko eksternal dan volatilitas pasar AS; sejumlah media mencatat koreksi terjadi tidak merata dan lebih terkonsentrasi pada saham-saham tertentu.
Meski IHSG turun, asing masih net buy sekitar Rp107 miliar, dengan akumulasi selektif pada BBRI, ANTM, dan TLKM, mencerminkan strategi buy on weakness di saham big caps likuid; pola ini menandakan minat jangka menengah tetap terjaga selama sentimen global tidak memburuk. (IDX, Bloomberg Technoz, Kontan, Bisnis Indonesia)
SUN Tertekan 12 Januari 2026, Yield Naik Ikuti Sentimen Global
Pasar SUN melemah pada 12 Januari 2026 ditandai dengan naiknya yield (Indo 10Y ke 6,21%; 3Y ke 5,33%) dan turunnya Indobex Government 0,13%, di tengah lonjakan volume transaksi SBN ke Rp35,3 triliun. Kenaikan yield terutama dipicu sentimen eksternal, naiknya yield US Treasury dan juga CDS Indonesia, yang mendorong investor meminta premi risiko yang lebih tinggi.
Dari sisi domestik, pelemahan rupiah turut menekan minat jangka pendek, sehingga pergerakan dinilai lebih sentimen/teknikal ketimbang perubahan fundamental. Ke depan, SUN berpeluang stabil jika yield dan harga US Treasury mereda dan rupiah menguat, dengan katalis inflasi terjaga, sikap BI yang kredibel, serta lelang SBN yang solid, namun volatilitas global masih tetap mengintai. (PHEI, BNI Sekuritas, Reuters, Bloomberg Technoz)
Emas Dunia XAU Menguat 12 Jan 2026 Karena Meningkatnya Harapan Fed Cut Dorong Harga
Harga emas XAU naik tajam pada 12 Januari 2026 (sekitar +1,9%), dipicu meningkatnya permintaan safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik, antara lain potensi perang dagang/tarif, ketidakjelasan kebijakan fiskal AS, meningkatnya policy uncertainty, serta kembali menguatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga AS, yang menekan dolar dan meningkatkan daya tarik emas. Kenaikan ini dinilai lebih bersifat fundamental berbasis sentimen (risk- off dan rate-cut bets), meski pergerakan harian juga diperkuat faktor teknikal karena posisi harga sudah berada dekat level tinggi sebelumnya.
Ke depan, prospek emas 2026 tetap konstruktif jika siklus suku bunga global benar-benar melonggar dan ketegangan global bertahan. World Gold Council menilai pembelian bank sentral masih menjadi penopang struktural, sementara analis memperkirakan volatilitas jangka pendek tetap ada bila dolar atau yield AS berbalik naik. (Reuters, Investing, World Gold Council)
Factors to Watch
- Arah suku bunga The Fed dan inflasi AS akan menentukan arah dolar dan yield global; outlook Fed lebih dovish dan akan positif untuk saham, obligasi, dan emas.
- Meningkatnya ketegangan global mendorong aset aman (emas).
- Jika suku bunga US turun, maka dolar AS akan ikut turun. Hal ini membuat BI Rate berpotensi ikut turun dan membuat Rupiah stabil, yang selanjutnya akan meningkatkan minat asing ke IHSG dan SBN.
Tips Investasi
- Investor Reksa Dana disarankan fokus pada reksa dana saham/pendapatan tetap berfundamental kuat dengan strategi bertahap (DCA), memanfaatkan sentimen awal tahun dan potensi suku bunga lebih rendah.
- Emas tetap relevan sebagai diversifier dan lindung nilai, terutama jika volatilitas global meningkat dan dolar cenderung melemah.
Yuk, investasi sekarang di tanamduit!
⚠ Sebelum melakukan keputusan investasi, investor sangat disarankan untuk memahami profil risiko pribadi dan mempelajari produk-produk investasi, terutama mengenai potensi risiko yang mungkin akan dihadapi oleh masing-masing produk.
DISCLAIMER:
Tulisan ini dibuat dan diterbitkan oleh tanamduit, yang dikembangkan dan dikelola oleh PT Mercato Digital Asia sebagai induk usaha dari PT Star Mercato Capitale. PT Mercato Digital Asia telah terdaftar pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) dengan nomor 005445.01/DJAI.PSE/07/2022 dan bekerja sama dengan PT Cipta Optima Digital (Emasin) untuk produk Koleksi Emas, dan PT BPRS Attaqwa dalam menyediakan produk Tabungan Emas 24 Karat produksi emasi PT Aneka Tambang Tbk (Antam).
PT Star Mercato Capitale sebagai anak usaha dari PT Mercato Digital Asia, telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dengan ijin nomor KEP-13/PM.21/2017, serta ditetapkan menjadi Mitra Distribusi SBN Retail dengan nomor S-363/PR/2018 dan SBN Syariah dengan nomor PENG-2/PR.4/2018 dari DJPPR, Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Tulisan ini bersumber dari berbagai informasi tertulis dan visual yang terpercaya dan tersebar luas baik yang disediakan secara digital maupun hardcopy. tanamduit berusaha untuk memberikan informasi yang terbaik, namun meskipun demikian manajemen tanamduit beserta karyawan dan afiliasinya tidak dapat dimintai pertanggungjawaban atas keakuratan, kelalaian, atau kerugian apa pun yang timbul dari penggunaan tulisan ini.


