fb-logo
Beranda » belajar » Tanamduit Outlook » tanamduit Market Update: 15 Januari 2026

tanamduit Market Update: 15 Januari 2026

oleh | Jan 15, 2026

tanamduit menawarkan investasi yang aman dengan potensi return atau imbal hasil lebih tinggi dari bunga deposito. Sebelum berinvestasi, kenali kondisi market dan strategi investasinya melalui berita market update berikut.

Ringkasan Market Update:

  • IHSG cetak ATH di atas 9.000, ditopang saham komoditas dan net buy asing.
  • SUN melemah tipis, yield naik karena sentimen global bersifat teknikal.
  • Emas XAU menguat dan naik ~7% YTD sebagai safe haven global.

Berikut adalah data-data indeks saham, nilai tukar mata uang, harga komoditas, dan yield obligasi per tanggal 15 Januari 2026.

Tabel-Market-Update-15-Januari-2026

IHSG Tembus 9.000, Reli Awal Tahun Masih Kuat

IHSG pada 14 Januari 2026 menguat 0,94% ke 9.032,6 dan mencetak all-time high (ATH) baru, dengan nilai transaksi sekitar Rp29,2 triliun, mencerminkan sentimen risk-on yang berlanjut di awal tahun.

Penguatan indeks terutama ditopang saham komoditas dan tambang, dengan rotasi beli pada emiten seperti ANTM, INCO, dan ARCI, sementara pergerakan sektor perbankan relatif selektif sehingga kenaikan IHSG tidak sepenuhnya merata.

Investor asing masih mencatat net buy sekitar Rp1,16 triliun, didorong kombinasi faktor eksternal (ekspektasi suku bunga global lebih ramah) dan faktor domestik (likuiditas awal tahun dan valuasi saham besar), sehingga peluang IHSG melanjutkan tren positif masih terbuka selama arus dana asing bertahan. (IDX, Bloomberg Technoz, CNBC Indonesia, Kontan)

SUN Melemah, Yield 10Y Naik ke 6,24%

Harga SUN kembali tertekan pada 14 Januari 2026, tercermin dari Indobex Government turun ke 431,06 dan yield Indo 10Y naik ke 6,24%, dengan nilai transaksi SBN sekitar Rp32,1 triliun. Pelemahan ini terutama bersifat sentimen teknikal, dipicu penyesuaian premi risiko seiring pergerakan yield global, sementara faktor domestik relatif stabil dan rupiah justru menguat tipis.

Ke depan, yield SUN berpeluang berbalik turun jika tekanan global mereda dan ekspektasi kebijakan moneter lebih dovish (kecenderungan suku bunga turun) menguat, sehingga level yield saat ini mulai dinilai atraktif; namun yield masih bisa melanjutkan kenaikan bila yield UST naik lagi atau risk premium meningkat. Katalis utama: arah yield global, stabilitas rupiah, dan sikap BI. (PHEI, BNI Sekuritas, Bloomberg) 

Emas Menguat 14 Jan 2026, Safe-Haven Tetap Dominan

Harga emas global XAU naik 0,7% pada 14 Januari 2026 dan mencatat kenaikan sekitar 7% YTD, didorong minat safe-haven di tengah ketidakpastian global serta ekspektasi pelonggaran suku bunga AS. Pergerakan ini lebih bersifat fundamental berbasis sentimen makro ketimbang teknikal semata.

Di dalam negeri, emas Antam 1 gram naik ke Rp2.665.000 (buyback Rp2.513.000) pada 14 Januari, setara kenaikan sekitar 6–7% YTD, mence-minkan kombinasi penguatan harga emas global dan faktor kurs. Ke depan, prospek 2026 tetap konstruktif bila Fed mulai memangkas suku bunga dan pembelian bank sentral berlanjut, meski risiko koreksi tetap ada jika dolar dan yield AS menguat tajam. (Investing, World Gold Council, Kontan

Factors to Watch

  • Arah suku bunga The Fed dan inflasi AS akan menentukan arah dolar dan yield global; outlook Fed lebih dovish dan akan positif untuk saham, obligasi, dan emas.
  • Meningkatnya ketegangan global mendorong aset aman (emas).
  • Jika suku bunga US turun, maka dolar AS akan ikut turun. Hal ini membuat BI Rate berpotensi ikut turun dan membuat Rupiah stabil, yang selanjutnya akan meningkatkan minat asing ke IHSG dan SBN.

    Tips Investasi

    • Investor Reksa Dana: Prioritaskan reksa dana saham big caps/indeks dan obligasi pemerintah menengah untuk keseimbangan pertumbuhan dan stabilitas.
    • Investor Emas: Pertahankan emas sebagai diversifikasi dan lindung nilai, tambah bertahap saat koreksi karena tren jangka panjang masih didukung faktor global.

      Yuk, investasi sekarang di tanamduit!

      Sebelum melakukan keputusan investasi, investor sangat disarankan untuk memahami profil risiko pribadi dan mempelajari produk-produk investasi, terutama mengenai potensi risiko yang mungkin akan dihadapi oleh masing-masing produk.

      DISCLAIMER:

      Tulisan ini dibuat dan diterbitkan oleh tanamduit, yang dikembangkan dan dikelola oleh PT Mercato Digital Asia sebagai induk usaha dari PT Star Mercato Capitale.  PT Mercato Digital Asia telah terdaftar pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) dengan nomor 005445.01/DJAI.PSE/07/2022 dan bekerja sama dengan PT Cipta Optima Digital (Emasin) untuk produk Koleksi Emas, dan PT BPRS Attaqwa dalam menyediakan produk Tabungan Emas 24 Karat produksi emasi PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

      PT Star Mercato Capitale sebagai anak usaha dari PT Mercato Digital Asia, telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dengan ijin nomor KEP-13/PM.21/2017, serta ditetapkan menjadi Mitra Distribusi SBN Retail dengan nomor S-363/PR/2018 dan SBN Syariah dengan nomor PENG-2/PR.4/2018 dari DJPPR, Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

      Tulisan ini bersumber dari berbagai informasi tertulis dan visual yang terpercaya dan tersebar luas baik yang disediakan secara digital maupun hardcopy. tanamduit berusaha untuk memberikan informasi yang terbaik, namun meskipun demikian manajemen tanamduit beserta karyawan dan afiliasinya tidak dapat dimintai pertanggungjawaban atas keakuratan, kelalaian, atau kerugian apa pun yang timbul dari penggunaan tulisan ini.

       

      tanamduit Team

      tanamduit adalah aplikasi investasi dengan beragam produk seperti reksa dana, SBN, emas. tanamduit telah berizin dan diawasi oleh OJK.

      banner-download-mobile