fb-logo
Beranda » belajar » Tanamduit Outlook » tanamduit Market Update: 16 Desember 2025

tanamduit Market Update: 16 Desember 2025

oleh | Des 16, 2025

tanamduit menawarkan investasi yang aman dengan potensi return atau imbal hasil lebih tinggi dari bunga deposito. Sebelum berinvestasi, kenali kondisi market dan strategi investasinya melalui berita market update berikut.

Ringkasan Market Update:

  • IHSG turun tipis akibat rotasi sektor, sementara indeks blue-chip dan ESG menguat didorong akumulasi saham perbankan besar dan quality stocks.
  • Harga SUN menguat tipis dengan yield stabil, mencerminkan minat beli yang terjaga di tengah penyesuaian posisi pasca Fed cut.
  • Harga emas dunia XAU bergerak datar di level tinggi sebagai fase konsolidasi setelah reli kuat, dengan tren jangka panjang tetap positif.
  • Pasar AS: Nasdaq terkoreksi sementara yield US Treasury dan dolar melemah, memberi sinyal campuran global yang relatif kondusif bagi aset emerging markets.

Berikut adalah data-data indeks saham, nilai tukar mata uang, harga komoditas, dan yield obligasi per tanggal 16 Desember 2025.

Tabel-Market-Update-16-Desember-2025

IHSG Turun Tipis, Rotasi ke Blue-Chip dan Bank Besar

IHSG pada 15 Desember 2025 turun tipis 0,13% ke 8.649, meski indeks utama justru menguat—LQ45 +0,53%, IDX30 +1,36%, Bisnis27 +1,06%, SRI Kehati +2,12%, sementara ISSI turun −1,62%. Perbedaan arah ini mencerminkan rotasi selektif: tekanan di saham energi dan beberapa non-bluechip menahan IHSG, sementara saham blue-chip/quality mendorong indeks utama. (Bloomberg Technoz, CNBC Indonesia)

Dari sisi aliran dana, asing net buy Rp247,5 miliar, namun dorongannya tidak merata: di pasar reguler asing masih net sell, sedangkan pasar negosiasi/tunai mencatat net buy besar, sehingga dampak ke IHSG terbatas. Pembelian asing terkonsentrasi pada saham likuid/quality, termasuk IMPC (negosiasi) serta bank besar seperti BMRI, sementara penjualan terlihat pada beberapa saham energi. (IDX Channel, Kontan)

Saham bank besar menguat signifikan, BBCA +3,75%, BBRI +4,13%, BMRI +3,53%, BBNI +4,72%, karena kombinasi fundamental dan faktor jangka pendek: prospek suku bunga lebih rendah, kualitas aset yang solid, dan ekspektasi pertumbuhan kredit 2026 menopang fundamental; sementara window dressing dan rotasi ke defensif mempercepat kenaikan harian. Analis menilai pergerakan ini lebih sebagai konsolidasi sehat pasca reli, bukan perubahan tren. (Bisnis, Bloomberg Technoz)

SUN Menguat Tipis, Yield Stabil—Pasar “Risk-On” di Obligasi

Pada 15 Desember 2025, pergerakan SUN cenderung positif: yield Indo 10Y turun tipis ke 6,2189 dan Indo 3Y turun ke 5,3924, sementara Indo 1Y naik tipis ke 4,9272. Sejalan dengan itu, Indobex Government naik 0,05% (harga obligasi naik tipis), menandakan minat beli masih ada meski pergerakannya tidak agresif. (PHEI/Indobex).

Penyebab utamanya lebih ke penyesuaian posisi dan rotasi portofolio (temporer) ketimbang perubahan fundamental besar dalam satu hari—pasar menimbang arah suku bunga global pasca Fed cut dan stabilitas makro domestik, sehingga yield cenderung “mengunci” di rentang sempit.

Emas XAU Stabil di Level Tinggi, Konsolidasi Usai Reli

Pada 15 Desember 2025, harga emas nyaris datar di 4.302,70 (+0,01%), mencerminkan fase konsolidasi setelah reli tajam pasca pemangkasan suku bunga The Fed. Pergerakan yang tenang ini sejalan dengan dinamika yield US Treasury dan dolar AS yang relatif stabil, sehingga investor menunggu katalis data ekonomi berikutnya. (Reuters, Investing, Trading Economics)

Secara fundamental, tren emas tetap kuat: World Gold Council menyoroti dukungan dari pembelian bank sentral dan minat investasi di tengah ketidakpastian global. Dalam jangka pendek, emas cenderung range-bound dan sensitif pada data inflasi/tenaga kerja AS; jangka panjang tetap konstruktif bila siklus pelonggaran global berlanjut, meski koreksi teknikal wajar setelah kenaikan +64% YTD. (World Gold Council, Reuters)

AS: Nasdaq Terkoreksi, Yield & Dolar Melemah—Sinyal Campuran Pasca-FOMC

Pada 15 Desember 2025, pasar saham AS melemah: Dow Jones turun tipis (-0,09%) sementara Nasdaq turun lebih dalam (-0,59%), mencerminkan rotasi dari saham growth/teknologi setelah reli kuat dan kehati-hatian investor pasca FOMC. Pergerakan ini banyak dikaitkan dengan profit taking di saham teknologi dan penyesuaian valuasi, bukan karena data ekonomi baru yang negatif. (Reuters, Investing)

Di pasar obligasi dan valas, yield UST 10Y turun ke sekitar 4,17% dan indeks dolar (DXY) melemah ke 98,26, menandakan penyesuaian posisi dan ekspektasi kondisi keuangan yang lebih longgar setelah pemangkasan suku bunga The Fed. Pelemahan yield dan dolar ini dinilai lebih temporer/positioning-driven, dengan pasar menunggu rilis data inflasi dan tenaga kerja AS berikutnya. (Reuters, Trading Economics)

Bagi pasar keuangan Indonesia, kombinasi yield AS yang turun dan dolar yang melemah umumnya positif: mendukung arus dana ke IHSG dan SUN serta membantu stabilitas rupiah. Namun koreksi Nasdaq menunjukkan sentimen global masih fluktuatif, sehingga saham berbeta tinggi lebih sensitif, sementara saham quality/defensif dan obligasi cenderung diuntungkan saat yield global menurun. (CNBC Indonesia, Bloomberg Technoz)

Factors to Watch

  • Arah kebijakan The Fed – Nada dovish/hawkish pasca pemangkasan suku bunga akan menentukan arah yield global, aliran dana asing, dan minat risiko
  • Pergerakan UST 10Y dan DXY – Penurunan yield dan pelemahan dolar biasanya positif untuk IHSG, SUN, dan emas; sebaliknya dapat memicu risk-off.
  • Data inflasi dan tenaga kerja AS menjadi penentu ekspektasi pemangkasan suku bunga berikutnya.
  • Makro domestik – Inflasi, arah BI Rate, laba emiten, dan realisasi belanja pemerintah tetap menjadi fondasi IHSG dan SBN.
  • Sentimen China dan komoditas – Perbaikan atau pelemahan aktivitas ekonomi China akan mempengaruhi sektor siklikal Indonesia.

    Tips Investasi

    • Rekomendasi untuk Investor Reksa Dana
      • Untuk profil agresif, manfaatkan volatilitas sebagai peluang akumulasi bertahap reksa dana saham, terutama large-cap dan sektor growth yang mendapat sentimen positif dari penurunan suku bunga global.
      • Profil moderat dapat menyeimbangkan dengan reksa dana pendapatan tetap durasi menengah.
      • Profil konservatif fokus pada pendapatan tetap yang diuntungkan tren yield yang cenderung turun dalam jangka panjang.
    • Rekomendasi untuk Investor Emas
      • Gunakan emas sebagai instrumen hedging 5-15% portofolio dan lakukan akumulasi bertahap, karena harga emas sensitif terhadap perubahan yield dan dolar dalam jangka pendek, tetapi tren jangka panjang tetap kuat berkat permintaan bank sentral dan siklus pelonggaran suku bunga global.
      • Koreksi jangka pendek biasanya menjadi peluang entry di tengah prospek bullish struktural emas.

    Yuk, investasi sekarang di tanamduit!

    Sebelum melakukan keputusan investasi, investor sangat disarankan untuk memahami profil risiko pribadi dan mempelajari produk-produk investasi, terutama mengenai potensi risiko yang mungkin akan dihadapi oleh masing-masing produk.

    DISCLAIMER:

    Tulisan ini dibuat dan diterbitkan oleh tanamduit, sebuah group usaha yang terdiri dari PT Mercato Digital Asia (induk Perusahaan), PT Star Mercato Capitale yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana dengan nomor KEP-13/PM.21/2017 serta menjadi mitra distribusi SBN dari DJPPR – Kementerian Keuangan Republik Indonesia dengan nomor S-363/pr/2018 dan dari SBSN dengan nomor PENG-2/PR.4/2018. PT Mercato Digital Asia telah terdaftar pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) dengan nomor: 005445.01/DJAI.PSE/07/2022 dan bekerja sama dengan dan PT BPRS ATTAQWA (BPRS Attaqwa) dalam menyediakan produk Tabungan Emas 24 Karat produksi emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dan PT Cipta Optima Digital (emasin) untuk produk Koleksi Emas.

    Segala informasi yang dipublikasikan pada situs dan/atau aplikasi tanamduit hanya bertujuan untuk informasi dan bukan sebagai saran, rekomendasi atau ajakan untuk membeli atau menjual suatu produk investasi tertentu yang terdapat dalam situs dan/atau aplikasi ini. Setiap analisa proyeksi, ataupun pernyataan yang merupakan prediksi suatu produk investasi di masa datang bukan merupakan indikasi kinerja masa yang akan datang. Kinerja masa lalu tidak dapat dijadikan suatu pedoman untuk kinerja masa datang.

    Tulisan ini bersumber dari berbagai informasi tertulis dan visual yang terpercaya dan tersebar luas baik yang disediakan secara digital maupun hardcopy. tanamduit berusaha dengan itikad baik untuk memberikan informasi yang akurat, namun tidak menjamin bahwa informasi yang diambil dari berbagai sumber adalah tanpa adanya kesalahan, kelalaian, ketidakakuratan teknis atau faktual ataupun kesalahan ketik. Informasi yang tersedia dalam situs dan/atau aplikasi ini bukan sebagai informasi yang mengikat namun semata-mata hanya sebagai informasi tambahan dan pelengkap.

     

    tanamduit Team

    tanamduit adalah aplikasi investasi dengan beragam produk seperti reksa dana, SBN, emas. tanamduit telah berizin dan diawasi oleh OJK.

    banner-download-mobile