tanamduit menawarkan investasi yang aman dengan potensi return atau imbal hasil lebih tinggi dari bunga deposito. Sebelum berinvestasi, kenali kondisi market dan strategi investasinya melalui berita market update berikut.
Ringkasan Market Update:
- IHSG: Naik 0,84% ke 8.933, cetak ATH lagi, didorong risk-on awal tahun dan net buy asing.
- SUN: Melemah tipis, yield naik terbatas akibat profit taking awal tahun meski transaksi ramai.
- Emas: Naik 1,1% karena harapan Fed cut dan fungsi safe haven tetap kuat.
Berikut adalah data-data indeks saham, nilai tukar mata uang, harga komoditas, dan yield obligasi per tanggal 7 Januari 2026.

IHSG Cetak ATH Baru, Reli Awal Tahun Masih Berlanjut
IHSG menguat 0,84% ke level 8.933 pada hari Selasa, 6 Januari 2026 kemarin, dan kembali mencetak rekor tertinggi baru (all-time high/ATH), melanjutkan tren kenaikan sejak awal tahun. Sebagian besar indeks utama bergerak positif—LQ45 +0,61%, IDX30 +0,07%, SRI Kehati +0,13%, dan ISSI +0,55%—menunjukkan sentimen risk-on yang masih terjaga meski nilai transaksi relatif moderat di Rp16,3 triliun. (IDX)
Penguatan IHSG ditopang saham berkapitalisasi besar dan sektor berbasis komoditas, dengan kontributor utama AMMN (+10,71%), BBCA (+1,24%), BBRI (+1,38%), MDKA (+8,87%), serta BYAN dan BUMI yang tetap menarik minat investor. Kenaikan saham-saham ini mencerminkan preferensi pasar pada emiten likuid, berfundamental kuat, dan sensitif terhadap siklus global di awal tahun.
Dari sisi aliran dana, asing mencatat net buy Rp591,1 miliar, menandakan akumulasi yang mulai meningkat setelah rebalancing awal tahun, meski tetap selektif di tengah kehati-hatian global. Pelaku pasar menilai reli ini masih sejalan dengan “January Effect” dan berpotensi berlanjut selama sentimen global kondusif, ekspektasi suku bunga tetap mendukung, dan rupiah relatif stabil. (IDX, Bloomberg Technoz, CNBC Indonesia)
SUN Terkoreksi Tipis, Yield Naik di Tengah Aktivitas Pasar yang Ramai
Harga SUN melemah tipis pada 6 Jan 2026, ditandai dengan naiknya yield Indo 10Y ke 6,1684% (dari 6,1590% sehari sebelumnya), sementara Indobex Government turun tipis ke 431,79, menggambarkan harga obligasi yang terkoreksi kecil. Pergerakan ini lebih temporer/teknikal (profit taking awal tahun + respons atas rupiah yang sedikit melemah), namun volumenya ramai: nilai transaksi SBN outright Rp41,4 triliun (naik dari Rp27,3 triliun).
Ke depan, pelaku pasar umumnya melihat SUN tetap menarik bila inflasi terjaga dan arah suku bunga global/BI lebih “ramah”, dengan katalis utama kebijakan BI, stabilitas rupiah, arah yield UST, dan manajemen suplai SBN. (PHEI, BNI Sekuritas)
Emas Masih Menguat Selasa Kemarin Karena Kombinasi “Rate-Cut Hopes” dan Safe-Haven
Pada Selasa, 6 Jan 2026, harga emas XAU naik +1,1% ke 4.497,34 (berdasarkan data yang Anda lampirkan; sejalan dengan pergerakan harga emas harian di platform data pasar). Kenaikan ini dipicu tingginya ekspektasi pelonggaran suku bunga AS (membuat emas lebih menarik dibanding aset berbunga), ditambah dengan masih melemahnya indeks dolar dan masih tingginya yield US serta arus rebalancing awal tahun yang sering membuat pergerakan harian terlihat lebih “besar” dari biasanya.
Untuk 2026, prospek emas tetap konstruktif bila siklus penurunan suku bunga berlanjut dan dolar tidak menguat agresif; katalis kunci: arah Fed rate, real yield, tensi geopolitik, dan pembelian bank sentral—dengan risiko koreksi jika inflasi membandel sehingga yield kembali naik. (World Gold Council, Fortune)
Factors to Watch
Pasar mencermati arah kebijakan The Fed di 2026, pergerakan dolar AS dan yield US Treasury, stabilitas rupiah serta sikap BI, dan keberlanjutan arus dana asing pasca rebalancing awal tahun—semua ini akan membentuk sentimen saham, obligasi, dan emas.
- Pasar akan sangat dipengaruhi oleh arah kebijakan The Fed, terutama timing dan besaran pemangkasan suku bunga yang menentukan pergerakan yield global dan dolar AS.
- Dari domestik, sikap Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah serta arus dana asing menjadi kunci keberlanjutan reli aset berisiko.
- Selain itu, faktor geopolitik dan tren pembelian emas oleh bank sentral tetap menjadi penopang sentimen safe haven.
Tips Investasi
- Investor Reksa Dana disarankan mempertahankan eksposur pada reksa dana saham dan reksa dana pendapatan tetap dengan memanfaatkan momentum risk-on awal tahun dengan fokus pada produk berfundamental kuat dan likuid.
- Investor Emas tetap menjadikan emas sebagai penyeimbang portofolio; strategi akumulasi bertahap saat koreksi dinilai optimal, mengingat prospek 2026 masih ditopang potensi penurunan suku bunga global dan permintaan lindung nilai.
Yuk, investasi sekarang di tanamduit!
⚠ Sebelum melakukan keputusan investasi, investor sangat disarankan untuk memahami profil risiko pribadi dan mempelajari produk-produk investasi, terutama mengenai potensi risiko yang mungkin akan dihadapi oleh masing-masing produk.
DISCLAIMER:
Tulisan ini dibuat dan diterbitkan oleh tanamduit, yang dikembangkan dan dikelola oleh PT Mercato Digital Asia sebagai induk usaha dari PT Star Mercato Capitale. PT Mercato Digital Asia telah terdaftar pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) dengan nomor 005445.01/DJAI.PSE/07/2022 dan bekerja sama dengan PT Cipta Optima Digital (Emasin) untuk produk Koleksi Emas, dan PT BPRS Attaqwa dalam menyediakan produk Tabungan Emas 24 Karat produksi emasi PT Aneka Tambang Tbk (Antam).
PT Star Mercato Capitale sebagai anak usaha dari PT Mercato Digital Asia, telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dengan ijin nomor KEP-13/PM.21/2017, serta ditetapkan menjadi Mitra Distribusi SBN Retail dengan nomor S-363/PR/2018 dan SBN Syariah dengan nomor PENG-2/PR.4/2018 dari DJPPR, Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Tulisan ini bersumber dari berbagai informasi tertulis dan visual yang terpercaya dan tersebar luas baik yang disediakan secara digital maupun hardcopy. tanamduit berusaha untuk memberikan informasi yang terbaik, namun meskipun demikian manajemen tanamduit beserta karyawan dan afiliasinya tidak dapat dimintai pertanggungjawaban atas keakuratan, kelalaian, atau kerugian apa pun yang timbul dari penggunaan tulisan ini.

