tanamduit menawarkan investasi yang aman dengan potensi return atau imbal hasil lebih tinggi dari bunga deposito. Sebelum berinvestasi, kenali kondisi market dan strategi investasinya melalui berita market update berikut.
Ringkasan Market Update:
- IHSG cetak ATH lagi di 7 Jan 2026, naik tipis didorong rotasi awal tahun dan asing yang masih masuk selektif.
- SUN bergerak datar dengan yield stabil, mencerminkan pasar yang wait-and-see dan bersifat teknikal.
- Emas XAU koreksi tipis akibat profit taking, namun tren besarnya tetap positif di tengah harapan penurunan suku bunga global.
Berikut adalah data-data indeks saham, nilai tukar mata uang, harga komoditas, dan yield obligasi per tanggal 8 Januari 2026.
IHSG Cetak ATH Lagi 7 Jan 2026, Asing Tetap Masuk Selektif
IHSG pada Rabu 7 Januari 2026 kemarin melanjutkan kenaikan 0,13% ke 8.944,81 dan kembali mencetak rekor penutupan tertinggi (ATH), dengan total transaksi sekitar Rp36,89 triliun. Indeks utama juga menguat (LQ45, IDX30, SRI Kehati, Bisnis27, ISSI), menegaskan reli awal tahun masih berlanjut meski kenaikannya lebih tipis dibanding hari-hari sebelumnya.
Penguatan hari itu didorong sektor industri, consumer non-primer, dan barang baku, disusul energi; sementara sentimen pasar tetap “risk-on” meski rupiah melemah. Dari sisi saham, penguatan paling terasa pada saham-saham komoditas dan blue-chip tertentu, seiring rotasi awal tahun dan rebalancing portofolio.
Asing masih net buy sekitar Rp201 miliar (pasar reguler net buy Rp230 miliar), mencerminkan akumulasi yang berlanjut namun selektif: net buy terbesar antara lain ANTM, BBRI, INCO (juga ASII, TINS), sementara net sell besar terjadi pada BMRI, BUMI, AMMN. Jadi, kenaikan hari itu lebih banyak bersifat temporer/flow-driven (January Effect dan rotasi sektor), tetapi tetap punya dasar fundamental selama ekspektasi suku bunga global lebih ramah dan minat ke komoditas/blue-chip bertahan. (Bloomberg Technoz, Kontan, CNBC Indonesia, IDX)
SUN Bergerak Datar, Yield Tetap Stabil
Pada 7 Januari 2026, pasar SUN bergerak sideways dengan yield Indo 10Y turun tipis ke 6,16% dan Indobex Government naik tipis, mencerminkan pergerakan teknikal/temporer di tengah aktivitas pasar yang lebih sepi; volume transaksi SBN outright Rp20,3 triliun, turun dari hari sebelumnya. (PHEI, BNI Sekuritas, Bloomberg)
Ke depan di 2026, SUN diproyeksikan tetap konstruktif bila inflasi terjaga dan suku bunga global melandai, dengan katalis utama arah Fed rate, kebijakan BI, stabilitas rupiah, dan suplai SBN; risikonya berasal dari kenaikan yield UST atau tekanan nilai tukar. (BNI Sekuritas, Bloomberg Technoz)
Emas Koreksi Tipis 7 Jan 2026, Profit Taking Menjelang Data AS
Pada 7 Januari 2026, XAU turun 0,8%, selaras dengan laporan Reuters dan Investing yang menyebut emas melemah setelah reli sebelumnya karena profit taking dan dolar AS menguat, sementara pasar menunggu rilis data tenaga kerja AS yang bisa memengaruhi arah suku bunga The Fed. Gerak seperti ini lebih temporer (sentimen) ketimbang perubahan fundamental permintaan emas. (Reuters, Investing)
Di Indonesia, harga emas Antam justru naik, Kontan mencatat emas Antam 1 gram naik Rp35.000 menjadi Rp2.584.000, dan buyback naik Rp35.000 menjadi Rp2.440.000. Perbedaan arah dengan XAU USD bisa terjadi karena harga Antam sangat dipengaruhi kurs USD/IDR, premium/biaya domestik, dan timing penetapan harga. (Kontan)
Untuk 2026, WGC menilai emas tetap berpeluang konstruktif jika suku bunga global melandai dan pembelian bank sentral berlanjut, meski koreksi jangka pendek tetap mungkin ketika dolar/yield berbalik naik. (WGC)
Factors to Watch
Pasar mencermati arah kebijakan The Fed di 2026, pergerakan dolar AS dan yield US Treasury, stabilitas rupiah serta sikap BI, dan keberlanjutan arus dana asing pasca rebalancing awal tahun—semua ini akan membentuk sentimen saham, obligasi, dan emas.
Tips Investasi
- Investor Reksa Dana disarankan fokus pada reksa dana saham/pendapatan tetap berfundamental kuat dengan strategi bertahap (DCA), memanfaatkan sentimen awal tahun dan potensi suku bunga lebih rendah.
- Emas tetap relevan sebagai diversifier dan lindung nilai, terutama jika volatilitas global meningkat dan dolar cenderung melemah.
Yuk, investasi sekarang di tanamduit!
⚠ Sebelum melakukan keputusan investasi, investor sangat disarankan untuk memahami profil risiko pribadi dan mempelajari produk-produk investasi, terutama mengenai potensi risiko yang mungkin akan dihadapi oleh masing-masing produk.
DISCLAIMER:
Tulisan ini dibuat dan diterbitkan oleh tanamduit, yang dikembangkan dan dikelola oleh PT Mercato Digital Asia sebagai induk usaha dari PT Star Mercato Capitale. PT Mercato Digital Asia telah terdaftar pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) dengan nomor 005445.01/DJAI.PSE/07/2022 dan bekerja sama dengan PT Cipta Optima Digital (Emasin) untuk produk Koleksi Emas, dan PT BPRS Attaqwa dalam menyediakan produk Tabungan Emas 24 Karat produksi emasi PT Aneka Tambang Tbk (Antam).
PT Star Mercato Capitale sebagai anak usaha dari PT Mercato Digital Asia, telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dengan ijin nomor KEP-13/PM.21/2017, serta ditetapkan menjadi Mitra Distribusi SBN Retail dengan nomor S-363/PR/2018 dan SBN Syariah dengan nomor PENG-2/PR.4/2018 dari DJPPR, Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Tulisan ini bersumber dari berbagai informasi tertulis dan visual yang terpercaya dan tersebar luas baik yang disediakan secara digital maupun hardcopy. tanamduit berusaha untuk memberikan informasi yang terbaik, namun meskipun demikian manajemen tanamduit beserta karyawan dan afiliasinya tidak dapat dimintai pertanggungjawaban atas keakuratan, kelalaian, atau kerugian apa pun yang timbul dari penggunaan tulisan ini.


