fb-logo
Beranda » belajar » Tanamduit Outlook » tanamduit Weekly Market Recap (19 – 23 Januari 2026)

tanamduit Weekly Market Recap (19 – 23 Januari 2026)

oleh | Jan 26, 2026

tanamduit menawarkan investasi yang aman dengan potensi return atau imbal hasil lebih tinggi dari bunga deposito.

Sebelum berinvestasi, yuk, kenali kondisi market pada pekan 19-23 Januari 2026 dan tips investasinya melalui berita market update berikut!

Ringkasan Weekly Market Recap:

    • Global: Risk-off global dorong emas, pasar keuangan makin defensif.
    • IHSG: IHSG cetak ATH lalu koreksi sehat karena profit taking. Asing net sell karena ambil untung big caps dan wait-and-see global.
    • SUN: Yield SUN naik tipis, pasar obligasi lebih hati-hati.
    • Rupiah: Rupiah tertekan sentimen global, masih dalam kendali BI.
    • Emas: Emas global dan Antam melonjak karena safe haven.
    • AS: Yield UST dan DXY turun, pasar AS masih fluktuatif.
    • Watchlist: The Fed, geopolitik, DXY, yield UST, dan Rupiah.

    Tabel-Market-Update-26-Januari-2026

     

    Risk-off Global Dorong Emas, Pasar Domestik Selektif

    Pada 19-23 Januari 2026, pasar global memasuki fase risk-off dipicu eskalasi isu geopolitik, ketidakpastian kebijakan dagang, dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, yang mendorong emas XAU melonjak tajam hingga mendekati US$5.000/oz. Kenaikan ini dinilai fundamental, diperkuat revisi naik target emas 2026 oleh sejumlah bank investasi global, sehingga emas Antam di dalam negeri ikut naik signifikan.

    Di domestik, perhatian tertuju pada pelemahan Rupiah dan agenda pembiayaan pemerintah, termasuk lelang SUN dan penerbitan global bond, yang membuat pasar obligasi lebih berhati-hati. Yield SUN naik dan harga bergerak terbatas, sementara Bank Indonesia tetap menegaskan komitmen stabilisasi nilai tukar dan pasar keuangan di tengah volatilitas global.

    Dampaknya ke pasar saham, IHSG bergerak volatil dan selektif, saham big caps tertentu masih menopang indeks, namun arus asing cenderung berhati-hati. Ke depan, pengaruh pekan ini masih berpotensi berlanjut selama ketidakpastian geopolitik, arah kebijakan The Fed, pergerakan DXY/yield UST, dan permintaan safe haven emas belum mereda. (Reuters, Bloomberg, Trading Economics, World Gold Council, Bank Indonesia, IDX)

    IHSG Cetak Rekor Baru Lagi di 9.134, Lalu Koreksi Sehat

    IHSG sempat menembus 9.000 pada pekan 19-23 Januari 2026 (ATH baru di 9.134 pada 20 Januari), sebelum terkoreksi dan ditutup di 8.951 pada penutupan pekan, mencerminkan rotasi dan profit taking di tengah likuiditas yang tetap kuat dengan nilai transaksi tinggi.

    Penggerak utama pasar antara lain saham BBRI, MORA, BUMI membantu menahan koreksi, sementara tekanan datang dari AMMN dan grup Prajogo Pangestu (BRPT/BREN/TPIA) yang memiliki bobot besar di IHSG.  Asing net sell ±Rp3,2 triliun selama pekan tersebut dipicu ambil untung big caps, sikap wait and see pasca BI menahan suku bunga, serta sentimen global, terutama dari Amerika Serikat (indeks dolar DXY dan yield UST).

    Di 2026 prospek IHSG tetap konstruktif namun selektif. Target IHSG 10.000 dinilai mungkin terjadi pada skenario bullish oleh analis kredibel seperti Mirae Asset dan Mandiri Sekuritas, dengan katalis stabilitas Rupiah, likuiditas domestik, dan kinerja emiten besar. (CNBC Indonesia, Bloomberg Technoz, Kontan, IDX, Reuters)

    SUN: Yield Naik, Harga Koreksi Tipis

    Pada pekan 19-23 Januari 2026, yield SUN naik (Indo 10Y ke 6,39%) dan harga turun tipis (Indobex melemah), dipicu sentimen global yang lebih risk-off, tekanan rupiah, serta kehati-hatian investor. Nilai transaksi tergolong tinggi, lebih dari Rp150 triliun, mencerminkan rebalancing aktif di tengah volatilitas.

    Arus asing di SBN selektif cenderung net sell karena sensitivitas pada pergerakan USD/yield global dan rupiah. Prospek 2026 tetap konstruktif bila inflasi terjaga dan ruang easing terbuka, dengan katalis utama stabilnya rupiah serta terkendalinya yield UST/DXY, risiko utama jika USD/yield global kembali melonjak. (PHEI, Reuters, Bloomberg Technoz, CNBC Indonesia, Kontan)

    Emas Global Melonjak, Emas Antam Ikut Menguat

    Pada pekan 19-23 Januari 2026, harga emas global (XAU) melonjak tajam hingga mendekati US$5.000/oz, didorong permintaan safe haven, pelemahan dolar AS, dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Reli ini dinilai fundamental, meski diperepat momentum jangka pendek.

    Sejalan dengan emas global dan pergerakan kurs, harga emas Antam turut naik signifikan sepanjang pekan tersebut, mencetak level tertinggi baru dan mencerminkan kuatnya transmisi sentimen global ke pasar domestik, terutama di tengah minat lindung nilai investor ritel.

    Meski sebagian analis mengingatkan potensi koreksi teknikal setelah reli cepat, konsensus pasar menilai tren emas masih konstruktif selama yield riil AS terkendali dan pembelian bank sentral berlanjut. Untuk 2026, sejumlah analis global membuka ruang emas bertahan tinggi di kisaran US$4.800–5.400/oz dengan katalis suku bunga, geopolitik, dan diversifikasi cadangan. (Reuters, Investing, Bloomberg, Trading Economics, World Gold Council, Kontan)

    Pasar AS Bergerak Hati-hati, Dolar dan Yield US Treasury Melemah

    Pasar AS bergerak fluktuatif selama minggu 19-23 Januari 2026 lalu, Dow Jones, Nasdaq, dan S&P 500 cenderung datar, sementara yield US Treasury 10Y turun ke sekitar 4,23% dan indeks dolar (DXY) melemah. Pergerakan ini dipicu kombinasi faktor fundamental (ekspektasi penurunan suku bunga The Fed di 2026, data ekonomi AS yang mulai melunak) dan faktor temporer (headline geopolitik dan isu tarif) yang membuat sentimen mudah berubah.

    Secara global, pelemahan dolar dan yield AS biasanya mendukung aset berisiko dan emas, namun dampaknya ke Indonesia selektif. IHSG terbantu sentimen global (yield UST turun, dolar melemah tetapi tetap bergerak hati-hati. SUN sensitif terhadap Rupiah dan arus asing, sementara emas tetap kuat sebagai aset lindung nilai. Ke depan, arah pasar masih sangat ditentukan oleh kebijakan The Fed, geopolitik, serta pergerakan dolar dan yield.

    Investor reksa dana disarankan menjaga alokasi seimbang, tetap ada porsi defensif sambil akumulasi saham bertahap saat koreksi.  Investor emas tetap relevan menjadikan emas sebagai lindung nilai, dengan strategi bertahap (DCA) selama dolar dan yield riil belum berbalik naik signifikan. (Reuters, Bloomberg, CNBC, Investing, Trading Economics)

    Factors to Watch:

    • Global: pasar masih sensitif pada arah The Fed, pergerakan yield UST dan DXY, serta headline geopolitik/tarif, kombinasi ini menentukan apakah mode pasar “risk-on” berlanjut atau berubah menjadi risk-off.
    • Domestik: fokus pada stabilitas Rupiah, respons BI (stabilisasi vs ruang easing), dan minat asing/domestik di SUN dan big caps; jika Rupiah stabil, biasanya ruang penguatan IHSG dan harga obligasi lebih nyaman.

    Tips Investasi

    Rekomendasi Investasi Reksa Dana 2026

    Pemilihan produk reksa dana yang direkomendasikan mempertimbangkan:

    1. Konsistensi kinerja masa lalu; bukan cuma jangka pendek, tetapi terlihat stabil di beberapa horizon waktu (1-3-5 tahun).
    2. Ketahanan saat pasar turun; penurunan kinerja relatif lebih terkendali dibanding produk sejenis di kategori yang sama.
    3. Kesesuaian peran portofolio; jelas fungsinya (likuiditas, stabilitas, growth, atau akselerator return).
    4. Likuiditas dan AUM sehat; cukup besar dan aktif sehingga mudah keluar-masuk tanpa distorsi harga.
    5. Relevansi dengan tema 2026; diuntungkan oleh potensi penurunan suku bunga, stabilitas makro, dan seleksi big caps.

    Disclaimer Reksa Dana:

    Kinerja masa lalu reksa dana tidak mencerminkan dan tidak menjamin kinerja di masa depan. Nilai investasi dapat naik atau turun sesuai kondisi pasar. Rekomendasi ini bersifat informasi umum dan bukan merupakan ajakan membeli atau menjual produk reksa dana tertentu. Investor diharapkan mempelajari prospektus dan fund fact sheet serta mempertimbangkan tujuan investasi, profil risiko, dan kondisi keuangan masing-masing sebelum berinvestasi. Seluruh risiko investasi menjadi tanggung jawab investor.

    Rekomendasi untuk Investor Emas

    Emas tetap relevan sebagai instrument lindung nilai dan safe haven di 2026 karena kombinasi ketidakpastian global, potensi pelonggaran suku bunga, dan demand lindung nilai. Strategi terbaik adalah akumulasi bertahap (DCA) dan rebalancing bila porsinya membengkak setelah reli (supaya emas tetap jadi pelindung, bukan sumber volatilitas baru).

       

      Yuk, investasi sekarang di tanamduit!

      ⚠ Sebelum melakukan keputusan investasi, investor wajib memahami profil risiko pribadi dan mempelajari karakteristik produk investasi, termasuk potensi risiko yang mungkin dihadapi. Informasi ini bersifat umum dan tidak dapat dijadikan sebagai jaminan kinerja di masa depan; kinerja historis tidak mencerminkan hasil di masa depan.

      DISCLAIMER:

      Tulisan ini dibuat dan diterbitkan oleh tanamduit, yang dikembangkan dan dikelola oleh PT Mercato Digital Asia sebagai induk usaha dari PT Star Mercato Capitale. PT Mercato Digital Asia telah terdaftar pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) dengan nomor 005445.01/DJAI.PSE/07/2022 dan bekerja sama dengan PT Cipta Optima Digital (Emasin) untuk produk Koleksi Emas, dan PT BPRS Attaqwa dalam menyediakan produk Tabungan Emas 24 Karat produksi emasi PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

      PT Star Mercato Capitale sebagai anak usaha dari PT Mercato Digital Asia, telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dengan ijin nomor KEP-13/PM.21/2017, serta ditetapkan menjadi Mitra Distribusi SBN Retail dengan nomor S-363/PR/2018 dan SBN Syariah dengan nomor PENG-2/PR.4/2018 dari DJPPR, Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

      Tulisan ini bersumber dari berbagai informasi tertulis dan visual yang terpercaya dan tersebar luas baik yang disediakan secara digital maupun hardcopy. tanamduit berusaha untuk memberikan informasi yang terbaik, namun meskipun demikian manajemen tanamduit beserta karyawan dan afiliasinya tidak dapat dimintai pertanggungjawaban atas keakuratan, kelalaian, atau kerugian apa pun yang timbul dari penggunaan tulisan ini.

      tanamduit Team

      tanamduit adalah aplikasi investasi dengan beragam produk seperti reksa dana, SBN, emas. tanamduit telah berizin dan diawasi oleh OJK.

      banner-download-mobile