fb-logo
Beranda » belajar » Tanamduit Outlook » tanamduit Weekly Market Recap (22 – 26 Desember 2025)

tanamduit Weekly Market Recap (22 – 26 Desember 2025)

oleh | Des 29, 2025

tanamduit menawarkan investasi yang aman dengan potensi return atau imbal hasil lebih tinggi dari bunga deposito.

Sebelum berinvestasi, yuk, kenali kondisi market pada pekan 22-24 Desember 2025 dan tips investasinya melalui berita market update berikut!

Ringkasan Weekly Market Recap:

    • IHSG melemah jelang libur karena profit taking, sementara asing tetap net buy selektif di saham big caps.
    • SUN relatif stabil dengan pergerakan tipis akibat likuiditas akhir tahun yang menipis.
    • Harga emas dunia XAU melonjak didorong pelemahan dolar dan ekspektasi penurunan suku bunga AS.
    • Wall Street menguat karena Santa rally, dengan yield AS dan dolar cenderung melemah.
    • Dampak ke Indonesia; Pelemahan dolar global memberi dukungan terbatas bagi Rupiah, IHSG, dan SUN.

    Tabel-Market-Update-29-Desember-2025

     

    IHSG Melemah Jelang Libur, Asing Tetap Masuk Selektif

    Pada 22–24 Desember 2025, IHSG turun ke 8.538 (−0,83% mingguan), seiring profit taking dan likuiditas yang menipis menjelang libur Natal. Pelemahan juga terjadi di indeks utama (LQ45, IDX30, SRI Kehati), sehingga koreksi dinilai bersifat teknikal/temporer, bukan karena perubahan fundamental ekonomi.

    Meski indeks turun, asing masih net buy signifikan—terutama pada 22 dan 24 Desember—yang mencerminkan window dressing dan rebalancing akhir tahun. Pembelian asing terkonsentrasi pada saham big caps dan komoditas, seperti BBCA, TLKM, AMMN, ANTM, INKP, serta transaksi tertentu di pasar nego/blok, sehingga alirannya tidak selalu tercermin penuh di pasar reguler.

    Ke depan, peluang net buy asing hingga akhir 2025 dan awal 2026 masih terbuka namun selektif, dengan katalis utama stabilitas rupiah, yield global yang terkendali, dan ekspektasi kebijakan moneter global yang lebih longgar. Risiko tetap ada bila DXY atau yield UST berbalik naik tajam yang dapat menahan arus dana asing. (CNBC Indonesia, Bloomberg Technoz, Kontan)

    SUN 22–24 Des 2025: Stabil, Pergerakan Tipis Akhir Tahun

    Pasar SUN relatif stabil pada minggu 22-24 Desember 2025: yield naik sangat tipis sementara indeks harga Indobex masih menguat tipis. Pergerakan ini lebih bersifat teknikal/temporer, dipengaruhi likuiditas yang menipis jelang libur akhir tahun dan sikap wait and see investor terhadap arah yield UST dan dolar, bukan perubahan fundamental domestik.

    Aktivitas asing cenderung selektif dan terbatas, dengan dukungan utama datang dari investor domestik. Untuk 2026, prospek SUN tetap konstruktif bila inflasi terjaga dan suku bunga global–BI bergerak turun bertahap; peluang capital gain masih ada terutama di tenor menengah–panjang, dengan risiko jika yield UST/DXY kembali naik tajam. (PHEI/Indobex, Reuters, Bloomberg Technoz, Kontan)

    Emas Naik Tajam Jelang Akhir Tahun

    Harga emas spot (XAU) melonjak +4,5% ke sekitar USD 4.533/oz pada pekan 22-26 Desember 2025 yang lalu, didorong ekspektasi pelonggaran suku bunga AS pasca sinyal The Fed, pergerakan dolar dan yield US Treasury yang mendukung, serta meningkatnya permintaan safe haven di tengah ketidakpastian global dan likuiditas akhir tahun. Kenaikan ini dinilai berbasis fundamental, meski diperkuat faktor musiman (thin liquidity). (Reuters, Investing, Trading Economics)

    Di dalam negeri, emas Antam ikut menguat seiring emas global dan faktor kurs, dengan harga 1 gram naik dari sekitar Rp2,50 juta (22/12) ke ±Rp2,59 juta (26/12). Untuk 2026, analis global menilai prospek emas tetap konstruktif namun lebih moderat, dengan katalis utama siklus penurunan suku bunga, arah dolar/yield riil, serta lanjutan pembelian bank sentral, dan risiko koreksi bila dolar atau yield kembali menguat. (Kontan, Reuters, World Gold Council)

    Santa Rally Akhir Tahun dan Dampak ke Indonesia

    Pada pekan 22–26 Des 2025, Dow +1,2% dan Nasdaq +1,22% didorong Santa rally (likuiditas tipis dan window dressing) serta ekspektasi pelonggaran suku bunga 2026. Penyebab kenaikan ini campuran: ada faktor temporer musiman, namun tetap ditopang fundamental berupa prospek soft landing AS dan biaya dana yang berpotensi turun. Sejalan, yield UST 10Y turun ke kisaran 4,13% dan DXY melemah ke kisaran 98, menandakan tekanan suku bunga dan dolar mereda.

    Potensi dampak ke Indonesia: pelemahan dolar dan turunnya yield AS mendukung Rupiah, membuka ruang inflow ke IHSG dan SUN, terutama pada bank besar dan obligasi durasi menengah. Namun, karena faktor akhir tahun bersifat musiman, arus dana cenderung selektif dan volatil; risiko tetap ada bila data AS memicu rebound yield/DXY. Outlook 2026 relatif konstruktif bagi aset Indonesia selama yield AS dan dolar terkendali; katalis utama tetap arah kebijakan The Fed dan stabilitas global. (Reuters, Investing.com, Trading Economics, Investopedia)

    Factors to Watch: 

    • Kebijakan The Fed: Pemangkasan suku bunga diperkirakan bertahap dan bergantung data inflasi serta tenaga kerja AS.
    • Yield US Treasury & Dolar (DXY): Jika terkendali, mendukung pasar saham dan obligasi Indonesia; jika naik tajam, berisiko menekan Rupiah.
    • Kondisi Domestik: Inflasi rendah dan kebijakan BI menentukan daya tarik SUN dan IHSG.
    • Arus Dana Asing: Masuk selektif ke bank besar, komoditas, dan SBN tenor menengah.
    • Geopolitik & Komoditas: Volatilitas global memengaruhi sentimen dan emas.

    Tips Investasi

    Rekomendasi Investasi Akhir 2025 dan 2026

    Investor Reksa Dana

    • Pendapatan Tetap: Pilih durasi menengah (3–7 tahun) untuk stabilitas dan peluang capital gain.
    • Campuran: Jadikan core portofolio (all-weather) agar fleksibel menghadapi volatilitas.
    • Saham: Tambah bertahap saat koreksi, fokus large caps berfundamental kuat.

    Investor Emas

    • Jangka Pendek: Akumulasi bertahap (DCA); hindari mengejar harga.
    • Jangka Panjang: Tetap sebagai diversifikasi/hedge/lindung nilai; lakukan rebalancing jika porsi berlebih.

     

    Yuk, investasi sekarang di tanamduit!

    ⚠ Sebelum melakukan keputusan investasi, investor wajib memahami profil risiko pribadi dan mempelajari karakteristik produk investasi, termasuk potensi risiko yang mungkin dihadapi. Informasi ini bersifat umum dan tidak dapat dijadikan sebagai jaminan kinerja di masa depan; kinerja historis tidak mencerminkan hasil di masa depan.

    DISCLAIMER:

    Tulisan ini dibuat dan diterbitkan oleh tanamduit, yang dikembangkan dan dikelola oleh PT Mercato Digital Asia sebagai induk usaha dari PT Star Mercato Capitale. PT Mercato Digital Asia telah terdaftar pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) dengan nomor 005445.01/DJAI.PSE/07/2022 dan bekerja sama dengan PT Cipta Optima Digital (Emasin) untuk produk Koleksi Emas, dan PT BPRS Attaqwa dalam menyediakan produk Tabungan Emas 24 Karat produksi emasi PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

    PT Star Mercato Capitale sebagai anak usaha dari PT Mercato Digital Asia, telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dengan ijin nomor KEP-13/PM.21/2017, serta ditetapkan menjadi Mitra Distribusi SBN Retail dengan nomor S-363/PR/2018 dan SBN Syariah dengan nomor PENG-2/PR.4/2018 dari DJPPR, Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

    Tulisan ini bersumber dari berbagai informasi tertulis dan visual yang terpercaya dan tersebar luas baik yang disediakan secara digital maupun hardcopy. tanamduit berusaha untuk memberikan informasi yang terbaik, namun meskipun demikian manajemen tanamduit beserta karyawan dan afiliasinya tidak dapat dimintai pertanggungjawaban atas keakuratan, kelalaian, atau kerugian apa pun yang timbul dari penggunaan tulisan ini.

    tanamduit Team

    tanamduit adalah aplikasi investasi dengan beragam produk seperti reksa dana, SBN, emas. tanamduit telah berizin dan diawasi oleh OJK.

    banner-download-mobile