Frugal living adalah gaya hidup hemat yang mengutamakan kebutuhan berdasarkan nilai dan prioritas, bukan gengsi atau sekadar mencari harga termurah. Dengan mengelola pengeluaran secara bijak, kamu bisa menyisihkan lebih banyak uang untuk investasi rutin dan mempercepat perjalanan menuju financial freedom atau kebebasan finansial.
Hidup hemat bukan berarti harus berhenti menikmati hidup. Justru, frugal living membantu kamu menggunakan uang untuk hal-hal yang benar-benar penting, baik untuk kebutuhan hari ini maupun tujuan keuangan di masa depan.
Lalu, apa bedanya frugal living dengan pelit dan hidup minimalis? Bagaimana cara menerapkannya dengan gaji UMR? Yuk, simak panduannya berikut ini!
Apa Itu Frugal Living?
Frugal living adalah gaya hidup yang mengutamakan nilai dari setiap pengeluaran agar uang digunakan secara lebih efektif. Seseorang yang menerapkan frugal living akan mempertimbangkan manfaat, kualitas, dan kebutuhan sebelum membeli sesuatu.
Artinya, kamu tidak harus selalu membeli barang termurah. Kamu bisa memilih barang yang sedikit lebih mahal jika kualitasnya lebih baik, lebih awet, dan lebih hemat dalam jangka panjang.
Misalnya, daripada membeli pakaian baru setiap bulan karena mengikuti tren, kamu bisa memilih pakaian berkualitas yang mudah dipadukan dan dapat digunakan dalam waktu lama.
Frugal living juga bukan berarti menghilangkan semua kesenangan. Kamu tetap bisa menikmati kopi favorit, menonton film, atau berlibur selama pengeluaran tersebut sudah direncanakan dan sesuai kemampuan.
Kuncinya adalah mengutamakan nilai, bukan gengsi. Uang yang berhasil dihemat pun bisa dialihkan untuk membangun dana darurat, menabung, dan berinvestasi demi mencapai tujuan keuangan.
Frugal Living vs Pelit vs Minimalis, Apa Bedanya?
Frugal living, pelit, dan hidup minimalis sering dianggap sama karena sama-sama berkaitan dengan cara seseorang menggunakan uang dan barang. Padahal, ketiganya memiliki fokus yang berbeda.
| Aspek | Frugal Living | Pelit | Hidup Minimalis |
|---|---|---|---|
| Fokus utama | Memaksimalkan nilai setiap pengeluaran | Menghindari pengeluaran, bahkan ketika diperlukan | Mengurangi barang dan hal yang tidak memberikan nilai berarti |
| Sikap terhadap kebutuhan | Dipenuhi dengan pertimbangan matang | Cenderung enggan mengeluarkan uang | Memilih kebutuhan yang benar-benar penting |
| Hubungan sosial | Tetap mengalokasikan dana untuk keluarga dan aktivitas sosial sesuai kemampuan | Berpotensi mengabaikan kebutuhan atau kepentingan orang lain | Mengutamakan aktivitas dan hubungan yang bermakna |
| Tujuan akhir | Keuangan lebih sehat dan tujuan finansial tercapai | Menekan pengeluaran seminimal mungkin | Hidup lebih sederhana dan terarah |
Sebagai contoh, seseorang yang menerapkan frugal living bisa membeli sepatu berkualitas dengan harga yang sesuai anggaran karena akan digunakan untuk bekerja dalam jangka panjang. Sementara itu, orang yang menerapkan hidup minimalis mungkin memilih hanya memiliki beberapa pasang sepatu yang benar-benar dibutuhkan.
Jadi, frugal living bukan tentang menahan semua pengeluaran saja. Tujuannya adalah mengeluarkan uang dengan lebih sadar agar kamu punya ruang untuk hal-hal yang benar-benar penting.
Hubungan Frugal Living dan Financial Freedom
Frugal living dapat membantu perjalanan menuju financial freedom melalui dua cara: meningkatkan porsi uang yang bisa diinvestasikan dan mengurangi kebutuhan dana untuk menopang gaya hidup.
Financial freedom adalah kondisi ketika seseorang memiliki sumber daya finansial yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup tanpa sepenuhnya bergantung pada penghasilan aktif. Penjelasan lengkapnya bisa kamu baca di artikel apa itu financial freedom.
Ketika pengeluaran lebih terkendali, kamu berpotensi menyisihkan lebih banyak uang setiap bulan untuk investasi. Jika dilakukan secara rutin dalam jangka panjang, dana tersebut berpeluang berkembang seiring waktu.
Di sisi lain, gaya hidup yang lebih efisien juga dapat membuat kebutuhan pengeluaran di masa depan menjadi lebih rendah. Artinya, target dana yang diperlukan untuk mempertahankan gaya hidup tersebut bisa ikut berkurang.
Namun, frugal living saja tidak menjamin tercapainya financial freedom. Penghasilan, inflasi, kondisi pasar, kebutuhan keluarga, dan hasil investasi juga berpengaruh terhadap perjalanan finansialmu.
Karena itu, menghemat pengeluaran sebaiknya diikuti dengan perencanaan keuangan, dana darurat, serta investasi yang sesuai dengan tujuan dan profil risiko.
Cara Menerapkan Frugal Living yang Realistis
Menerapkan frugal living tidak harus dimulai dengan perubahan besar. Kamu bisa memulainya dari kebiasaan sehari-hari yang mudah dilakukan dan dipertahankan. Panduan dasar mengelola keuangan pribadi juga tersedia di Sikapi Uangmu OJK.
1. Catat Pengeluaran Selama Satu Bulan
Sebelum memangkas pengeluaran, cari tahu terlebih dahulu ke mana uangmu pergi setiap bulan.
Catat pengeluaran untuk kebutuhan pokok, transportasi, makan di luar, langganan aplikasi, belanja, hingga hiburan. Dari catatan tersebut, kamu bisa menemukan pos yang paling banyak menyerap uang dan menentukan bagian yang masih bisa dihemat.
2. Sisihkan Uang di Awal, Bukan Menunggu Sisa
Jangan hanya berharap ada uang tersisa di akhir bulan untuk ditabung atau diinvestasikan.
Setelah menerima penghasilan, alokasikan terlebih dahulu dana untuk kebutuhan wajib, dana darurat, tabungan, dan investasi sesuai kondisi keuanganmu. Kalau butuh kerangka anggaran, kamu bisa mulai dari metode 50/30/20 lalu sesuaikan porsinya.
Dengan cara ini, menabung dan investasi menjadi bagian dari anggaran, bukan sekadar pilihan jika masih ada uang.
3. Bedakan Kebutuhan dan Keinginan
Sebelum membeli sesuatu, tanyakan pada diri sendiri: apakah barang ini benar-benar dibutuhkan atau hanya sedang diinginkan?
Kamu juga bisa menerapkan aturan menunda pembelian selama beberapa hari untuk barang yang tidak mendesak. Jika setelah mempertimbangkannya kamu masih merasa barang tersebut diperlukan dan anggarannya tersedia, barulah putuskan untuk membeli.
4. Pangkas Biaya Tetap yang Tidak Terlalu Dimanfaatkan
Periksa kembali pengeluaran rutin seperti langganan streaming, keanggotaan gym, paket internet, dan layanan digital lainnya.
Jika ada layanan yang jarang digunakan, pertimbangkan untuk menghentikan atau menggantinya dengan pilihan yang lebih sesuai kebutuhan. Penghematan dari biaya berulang dapat memberikan dampak yang terasa dalam jangka panjang.
5. Rencanakan Belanja dan Menu Makanan
Makan di luar dan membeli makanan secara spontan bisa membuat pengeluaran membengkak tanpa disadari. Coba membuat rencana menu mingguan, membawa bekal ke kantor, dan menyusun daftar belanja sebelum pergi ke pasar swalayan. Selain lebih mudah mengontrol anggaran, cara ini juga membantu mengurangi pembelian yang tidak diperlukan.
6. Pertimbangkan Barang Bekas, Sewa, atau Berbagi
Tidak semua barang harus dibeli dalam kondisi baru atau dimiliki sendiri. Kamu bisa mempertimbangkan barang bekas berkualitas untuk kebutuhan tertentu, menyewa perlengkapan yang hanya digunakan sesekali, atau meminjam barang yang tersedia dari keluarga dan teman.
Pastikan kondisi, keamanan, dan biaya jangka panjangnya tetap masuk akal sebelum memilih opsi tersebut.
7. Beri Tujuan pada Uang yang Dihemat
Penghematan akan lebih bermakna jika kamu tahu untuk apa uang tersebut digunakan. Misalnya, uang yang berhasil dihemat dari langganan aplikasi dan jajan bisa dialihkan untuk membangun dana darurat, mengumpulkan uang muka rumah, atau menambah investasi rutin.
Dengan begitu, frugal living bukan sekadar mengurangi pengeluaran, melainkan membantu kamu bergerak lebih dekat menuju tujuan keuangan.
8. Tetap Sisihkan Anggaran untuk Menikmati Hidup
Hidup hemat bukan berarti kamu tidak boleh bersenang-senang. Tetapkan anggaran untuk hobi, makan bersama teman, atau self-reward agar gaya hidup hemat tetap realistis dan bisa dipertahankan. Besarnya anggaran dapat disesuaikan dengan penghasilan dan kebutuhan wajibmu.
Ingat, strategi terbaik bukanlah strategi yang membuatmu paling banyak berhemat dalam satu bulan, melainkan kebiasaan yang bisa kamu jalankan secara konsisten.
Contoh Frugal Living dengan Gaji UMR Jakarta 2026
UMP Jakarta 2026, yang sehari-hari sering disebut UMR Jakarta, ditetapkan sebesar Rp5.729.876 per bulan (sumber). Angka ini bisa digunakan sebagai ilustrasi untuk melihat bagaimana perubahan kebiasaan pengeluaran berpotensi menambah dana yang tersedia untuk ditabung atau diinvestasikan.
Berikut simulasi anggaran bulanan sederhana dengan asumsi penghasilan sebesar Rp5.729.876:
| Pos Pengeluaran | Sebelum Frugal Living | Setelah Frugal Living |
|---|---|---|
| Tempat tinggal | Rp1.500.000 | Rp1.500.000 |
| Makanan dan minuman | Rp1.500.000 | Rp1.300.000 |
| Transportasi | Rp600.000 | Rp550.000 |
| Listrik, internet, dan pulsa | Rp400.000 | Rp400.000 |
| Langganan dan kopi | Rp350.000 | Rp150.000 |
| Belanja dan gaya hidup | Rp700.000 | Rp350.000 |
| Sosial dan hiburan | Rp300.000 | Rp250.000 |
| Total pengeluaran | Rp5.350.000 | Rp4.500.000 |
| Sisa untuk tabungan/investasi | Rp379.876 | Rp1.229.876 |
Catatan: angka pengeluaran merupakan ilustrasi, bukan standar anggaran ideal. Kondisi tempat tinggal, transportasi, tanggungan keluarga, dan kebutuhan setiap orang berbeda.
Dari simulasi tersebut, perubahan kebiasaan pengeluaran menghasilkan tambahan dana sekitar Rp850.000 per bulan yang bisa dialokasikan untuk tabungan atau investasi.
Bukan berarti semua orang dengan gaji UMR Jakarta bisa menyisihkan nominal yang sama. Jika pengeluaran wajibmu lebih besar, mulailah dari penghematan yang realistis dan jangan memangkas kebutuhan pokok hanya demi mengejar angka tertentu.
Yang terpenting adalah menemukan ruang dalam anggaran dan memberikan tujuan yang jelas pada uang yang berhasil dihemat.
Kalau Hasil Hemat Diinvestasikan, Jadi Berapa?
Tambahan dana Rp850.000 per bulan yang diinvestasikan rutin selama 10 tahun berpotensi menjadi sekitar Rp125–139 juta, dari total setoran Rp102 juta. Simulasi ini mengasumsikan investasi dilakukan setiap akhir bulan, hasilnya diinvestasikan kembali, dan tidak ada penambahan dana di luar setoran rutin.
Asumsi 4% per tahun mendekati kinerja indeks reksa dana pasar uang, yang naik 4,63% sepanjang 2024 (data Infovesta via Bisnis.com). Asumsi 6% per tahun mendekati reksa dana pendapatan tetap, yang naik 6,55% hingga November 2025 (data Infovesta via Kontan).
| Asumsi Imbal Hasil per Tahun | Total Setoran 10 Tahun | Estimasi Nilai Akhir |
|---|---|---|
| 4% | Rp102.000.000 | Sekitar Rp125 juta |
| 6% | Rp102.000.000 | Sekitar Rp139 juta |
Simulasi menggunakan asumsi imbal hasil tetap untuk keperluan ilustrasi, dengan perhitungan bulanan. Angka dibulatkan dan belum memperhitungkan pajak, biaya investasi, inflasi, serta perubahan hasil investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja masa depan.
Dari ilustrasi ini, terlihat bahwa kebiasaan mengalokasikan uang secara rutin dapat membantu membangun aset dari waktu ke waktu. Namun, hasil investasi sebenarnya tidak selalu tumbuh dengan tingkat yang sama setiap tahun dan dapat mengalami penurunan.
Besarnya hasil juga bergantung pada instrumen yang dipilih, kondisi pasar, jangka waktu, dan konsistensi investasi. Karena itu, pilih instrumen berdasarkan tujuan keuangan, kebutuhan likuiditas, serta profil risikomu, bukan hanya berdasarkan angka imbal hasil dalam simulasi saja.
Seberapa Besar Frugal Living Memperkecil Target Financial Freedom?
Selain membantu menambah dana investasi, frugal living juga dapat mengurangi target dana yang diperlukan untuk menopang gaya hidup di masa depan. Sebagai ilustrasi, jika target financial freedom dihitung berdasarkan kebutuhan dana sebesar 25 kali pengeluaran tahunan, maka perubahan pengeluaran bulanan dari Rp5,35 juta menjadi Rp4,5 juta dapat menurunkan estimasi target dana dari sekitar Rp1,6 miliar menjadi Rp1,35 miliar.
Artinya, target dana berkurang sekitar Rp255 juta karena kebutuhan pengeluaran yang perlu ditopang menjadi lebih rendah. Cara menghitung target yang lebih lengkap, termasuk penyesuaian inflasi, bisa kamu pelajari di panduan cara menghitung dana financial freedom.
Angka tersebut merupakan ilustrasi berdasarkan asumsi pengeluaran tertentu, bukan jaminan bahwa nominal tersebut pasti cukup untuk seluruh masa pensiun. Kebutuhan aktual dapat berubah akibat inflasi, kondisi kesehatan, tanggungan keluarga, usia pensiun, dan hasil investasi.
Untuk tujuan jangka panjang seperti financial freedom, kamu bisa mempertimbangkan berbagai instrumen investasi sesuai profil risiko dan jangka waktunya. Reksa dana saham, misalnya, memiliki potensi pertumbuhan dalam jangka panjang, tetapi juga memiliki risiko fluktuasi nilai yang lebih tinggi sehingga tidak cocok untuk semua kebutuhan atau investor. Kamu bisa membandingkan pilihannya di halaman reksa dana tanamduit.
Karena itu, pastikan kebutuhan jangka pendek dan dana darurat tetap disiapkan sebelum mengalokasikan dana ke instrumen dengan risiko lebih tinggi.
Ubah Hasil Hemat Jadi Tujuan dengan Fitur Tanam Mimpi
Supaya kebiasaan frugal living tidak berhenti sebagai upaya mengurangi pengeluaran, kamu bisa mengubah uang yang berhasil dihemat menjadi target keuangan yang lebih terukur.
Salah satu fitur yang bisa kamu gunakan adalah Tanam Mimpi di aplikasi tanamduit. Fitur ini membantu kamu merencanakan tujuan keuangan dan memantau progresnya.
Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan:
- Tentukan tujuan keuangan. Pilih target yang ingin dicapai, misalnya dana darurat, uang muka rumah, atau dana pendidikan.
- Tentukan nominal dan jangka waktu. Sesuaikan target dengan kebutuhan serta kemampuan finansialmu.
- Tentukan alokasi rutin. Gunakan anggaran bulanan untuk memperkirakan jumlah dana yang dapat disisihkan secara konsisten.
- Pantau progres tujuanmu. Evaluasi perkembangan secara berkala dan sesuaikan rencana ketika penghasilan atau pengeluaran berubah.
Panduan lengkap penggunaannya bisa kamu baca di artikel cara memakai fitur Tanam Mimpi.
Dengan perencanaan yang lebih terarah, uang yang berhasil dihemat bisa memiliki tujuan yang jelas. Kamu juga dapat menggunakan fitur Tanam Mimpi untuk membantu memantau progres target finansial dan menjaga konsistensi.
Yuk, mulai ubah kebiasaan hemat menjadi langkah nyata untuk mencapai tujuan keuanganmu. Buka aplikasi tanamduit dan mulai rencanakan mimpimu melalui Tanam Mimpi!
Kesimpulan
Frugal living bukan berarti harus hidup serba terbatas, melainkan menggunakan uang berdasarkan prioritas dan nilai yang benar-benar penting. Dengan mencatat pengeluaran, menyisihkan dana di awal, serta mengalokasikan hasil penghematan untuk tujuan finansial, kamu dapat membangun kebiasaan keuangan yang lebih sehat. Mulai dari mencatat pengeluaran bulan ini, lalu tentukan satu tujuan yang ingin kamu capai melalui uang yang berhasil dihemat.
FAQ Seputar Frugal Living
1. Apa itu frugal living?
Frugal living adalah gaya hidup hemat yang mengutamakan nilai dan manfaat dari setiap pengeluaran. Tujuannya bukan sekadar mengeluarkan uang sesedikit mungkin, melainkan mengelola uang agar sesuai kebutuhan dan tujuan finansial.
2. Apa perbedaan frugal living dan pelit?
Frugal living berarti membelanjakan uang secara bijak berdasarkan prioritas, sedangkan pelit cenderung menghindari pengeluaran meskipun sesuatu dibutuhkan. Orang yang menerapkan frugal living tetap bisa membayar sesuatu yang berkualitas jika manfaatnya sepadan dengan biaya.
3. Bagaimana cara memulai frugal living dengan gaji UMR?
Mulailah dengan mencatat pengeluaran selama satu bulan, kemudian cari pos yang bisa dikurangi tanpa mengorbankan kebutuhan pokok. Setelah itu, sisihkan hasil penghematan untuk dana darurat, tabungan, atau investasi sesuai kemampuan.
4. Apakah frugal living bisa membantu mencapai financial freedom?
Frugal living dapat membantu meningkatkan jumlah uang yang bisa disisihkan dan berpotensi menurunkan kebutuhan pengeluaran di masa depan. Namun, financial freedom juga dipengaruhi oleh penghasilan, inflasi, tanggungan, kondisi pasar, dan hasil investasi.
5. Apakah uang hasil penghematan sebaiknya langsung diinvestasikan?
Tidak selalu. Pastikan kebutuhan pokok dan dana darurat sudah diperhitungkan terlebih dahulu, lalu pilih instrumen investasi berdasarkan tujuan, jangka waktu, profil risiko, dan kebutuhan likuiditas. Investasi mengandung risiko, sehingga hasilnya tidak dapat dijamin.
Disclaimer
Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi, bukan merupakan rekomendasi investasi personal. Setiap instrumen investasi memiliki risiko, termasuk kemungkinan penurunan nilai investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Pastikan memahami karakteristik, risiko, serta ketentuan produk sebelum mengambil keputusan investasi. tanamduit (PT Star Mercato Capitale) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana.
Capai Bebas Finansial dengan Investasi
Investasi menjadi salah satu jurus jitu untuk mencapai tujuan keuangan hingga kebebasan finansial di masa mendatang. Oleh karena itu, penting bagi kamu yang menerapkan frugal living untuk menginvestasikan asetmu pada produk investasi.
Jika kamu ingin mempersiapkan kebebasan finansial 10–20 tahun mendatang, kamu bisa berinvestasi pada produk reksadana saham dan emas.
Di tanamduit, kamu bisa mempersiapkan tujuan finansialmu di masa mendatang dengan berinvestasi reksadana, emas, dan Surat Berharga Negara (SBN). Kamu bisa sesuaikan target dana dan jangka waktu investasi dengan ragam produk investasi di tanamduit.
Sekarang, kamu bisa mewujudkan mimpimu dengan fitur Tanam Mimpi di aplikasi tanamduit. Tanam Mimpi adalah fitur yang membantu investor, khususnya para pemula untuk mewujudkan tujuan keuangan di masa mendatang, mulai dari dana menikah, pendidikan anak, DP rumah, beli mobil, dan masih banyak lagi.
Kamu bisa menentukan sendiri target budget yang ingin ditabung dan waktu mencapainya sesuai keinginan dan kemampuan finansialmu. Selain itu, fitur Tanam Mimpi juga memiliki:
- Tips budgeting beragam tujuan finansial
- Top 3 Reksa Dana Performa Terbaik di tanamduit
- Reminder investasi rutin otomatis
- Pantau progress mimpimu (on-track/off-track)
Yuk, capai kebebasan finansialmu dengan investasi di tanamduit! Download tanamduit sekarang!

