Home » 7 Tips Atur Keuangan Gaji UMR agar Bisa Nabung dan Investasi

7 Tips Atur Keuangan Gaji UMR agar Bisa Nabung dan Investasi

oleh | Nov 29, 2021

Gaji UMR kerap menjadi alasan banyak orang untuk menunda investasi dan menabung. Padahal, menabung dan investasi juga penting untuk mempersiapkan finansial di masa yang akan datang. Untuk itu, berapapun gaji yang diperoleh, kamu perlu mengatur prioritas keuangan agar lebih sehat secara finansial. Yuk, simak tips atur keuangan gaji UMR gar bisa nabung dan investasi.

1. Hitung Jumlah Penghasilan

Penghasilan adalah total uang yang kamu peroleh dari berbagai sumber berupa gaji bulanan, profit, bisnis sampingan, dan/atau profit aset investasi. Jika kamu memiliki gaji bulanan dari pekerjaan utama Rp3.000.000 dan memiliki pendapatan dari pekerjaan paruh waktu atau pekerjaan lepas Rp1.000.000, maka total penghasilan kamu sebesar Rp4.000.000 per bulan. Setelah mengetahui jumlah penghasilan tiap bulan, kamu perlu memperkirakan anggaran belanja yang ideal dibelanjakan setiap bulannya.

2. Hitung Jumlah Pengeluaran

Kamu perlu menentukan pengeluaran pokok setiap bulannya, Kmu dapat mulai menghitung pengeluaran kebutuhan primer, seperti kebutuhan sewa kos, makan, listrik, internet, dan kebutuhan primer lainnya. Selanjutnya, kamu bisa membuat daftar pengeluaran jebutuhan sekunder dan tersier seperti kebutuhan belanja, hiburan, dan/atau bersedekah setiap bulan. Jika kamu rutin mengirim uang ke orang tua, kamu perlu mencatatnya di dalam daftar pengeluaran. Setelah mengetahui daftar pengeluaran tiap bulan, kamu dapat menuliskan jumlah alokasi dana yang kamu keluarkan untuk masing-masing pos kebutuhan.

3. Konsisten Menabung dan Investasi

Setelah menghitung pengeluaran kebutuhan primer, kamu juga harus menambahkan pengeluaran untuk menabung dan investasi. Selama ini, mungkin kamu mengesampingkan pengeluaran ini karena merasa gaji tidak cukup. Namun, kamu harus mulai mengubah mindset bahwa kamu perlu rutin menabung dan investasi setiap bulan.

Baca juga: 5 Kesalahan Investor Pemula yang Harus Kamu Hindari

4. Membuat Anggaran Keuangan yang Rasional

Dalam mengatur alokasi gaji UMR dan menyusun daftar pengeluaran setiap bulan, kamu perlu membuat anggaran dana bulanan yang rasional. Kamu harus menyesuaikan pendapatan dengan pengeluaran yang seimbang. Pastikan jumlah pengeluaran sama dengan pemasukan. Namun, rencana anggaran dana akan lebih baik saat jumlah pengeluaran lebih sedikit daripada pemasukan.

Jika pengeluaranmu lebih besar, maka kamu perlu mengikuti rasio anggaran berikut.

Pertama, kamu perlu alokasokan 10-20% dari pemasukan untuk menabung dan investasi. Jika kamu memiliki pemasukan sebesar $p4.000.000,00. Maka sisihkan minimal Rp400.000,00 untuk kebutuhan menabung dan investasi. Dengan begitu, kamu dapat membagi dua untuk alokasi tabungan dan investasi.

Kedua, alokasikan 50-60% untuk kebutuhan pokok dan harian sebesar Rp2.000.000,00 – Rp2.400.000,00. Alokasi dana ini dapat kamu gunakan untuk kebutuhan tempat tinggal, makan, transportasi, listreik, internet, dan beberapa hal yang menunjang kebutuhan primer.

Jangan lupa, kamu perlu menyisihkan uang untuk persedekat sebanyak 5-10% dari penghasilanmu. Kamu juga bisa mengirimkan uang untuk orang tua sebesar 15-20% dari penghasilan tiap bulan. Sisanya, kamu bisa gunakan untuk kebutuhan hiburan, berlangganan layanan daring, membeli barang yang kamu inginkan, atau sekadar nongkrong di luar bersama teman-teman. Sebagai contoh, kamu dapat perhatikan contoh pengelolaan keuangan orang yang berpenghasilan  Rp4.000.000,00.

alokasi-gaji-UMR

    5. Mencatat Setiap Pengeluaran

    Setelah membuat anggaran bulanan, kamu perlu merealisasikan budget tersebut dan mulai disiplin mencatat setiap pengeluaran yang kamu lakukan. Agar proses pencatatan lebih mudah, kamu bisa memanfaatkan aplikasi pencatat keuangan di ponsel untuk mencatat histori pengeluaran dengan rapi. Hal ini akan memudahkan kamu dalam mengontrol pengeluaran agar sesuai dengan anggaran bulanan yang telah kamu tetapkan.

    6. Evaluasi Keuangan

    Jika sudah memiliki catatan keuangan yang lengkap, maka kamu bisa mengevaluasi pengeluaran yang kamu lakukan setiap bulan. Evaluasi akan memudahkan kamu untuk mengetahui pengeluaran yang sesuai atau tidak sesuai dengan anggaran dana bulanan. Dengan demikian, kamu dapat membuat keputusan untuk mengubah anggaran yang lebih sesuai atau mengurangi pengeluaran yang tidak penting.

    Baca juga: 11 Cara Gampang Mendapatkan Passive Income

    7. Gambar Karikatur 

    Dengan melakukan evaluasi keuangan, kamu dapat mengetahui hal-hal yang bisa diperbaiki agar pengeluaran lebih ideal. Kamu dapat mulai menghemat beberapa pengeluaran. Contohnya, saat biaya sewa kos cukup mahal, kamu bisa memperimbangkan untuk mencari tempat kos yang lebih sederhana dengan biaya yang lebih murah. Jika kamu sering makan di luar rumah, maka kamu perlu mengurangi frekuensi makan di luar.

    Jika susah berhemat tetapi pengeluaran masih lebih besar dari pemasukan, maka kamu perlu memperhatikan beberapa tips agar bisa menabung dan berinvestasi meskipun memiliki gaji UMR sebagai berikut.

    • Jangan menunda. Pisahkan langsung uang untuk menabung dan berinvestasi di hari penerimaan gaji.
    • Buat rekening baru untuk menyimpan tabungan.
    • Tetapkan tujuan keuangan agar kamu selalu ingat dan berusaha mewujudkan tujuan investasimu. Dengan begitu, kamu bisa lebih semangat menyisihkan uang.

     

    Sekarang, kamu bisa mulai menerapkan beberapa tips atur keuangan gaji UMR agar bisa nabung dan investasi. Jangan khawatir! Saat ini, hadir beragam instrumen investasi yang sesuaikan dengan kemampuan finansial dan tujuan investasimu. Kamu juga bisa memulai investasi reksa dana, emas atau SBN di tanamduit, lho!. Bahkan, kamu sudah bisa mulai berinvestasi reksa dana mulai dari 10 ribu. Yuk, mulai investasi dan pilihkah instrumen investasi yang sesuai dengan tujuan  investasimu!

     

     Penulis: Hani Nastiti

    Hani Nastiti
    Hani Nastiti

    Hani adalah seorang penulis yang senang belajar dan berbagi seputar investasi di tanamduit.

    banner-download-mobile