Home » WOW! Perang Rusia vs Ukraina Bikin Harga Emas Naik Tinggi

WOW! Perang Rusia vs Ukraina Bikin Harga Emas Naik Tinggi

oleh | Feb 25, 2022

Konflik antara Rusia dan Ukraina yang terus bergejolak mendorong harga emas naik. Di awal tahun 2022 ini, Rusia kembali menurunkan gencatan senjata beserta tentaranya ke perbatasan Ukraina akibat ketegangan politik keduanya. Berdasarkan New York Post, Presiden Rusia sudah mendeklarasikan perang hingga Ukraina menetapkan kondisi darurat nasional. 

Situasi ini sangat berpengaruh terhadap kondisi perekonomian dunia hingga dunia pasar modal. Saham, obligasi, hingga kripto juga menunjukan situasi terancam. Sebagai aset safe haven, emas justru mengalami kenaikan di tengah kondisi ekonomi global yang memanas. Hal ini membuat banyak orang beralih ke investasi emas sebagai alternatif aset yang terjamin keamanannya.

Mengapa Emas Disebut Safe Haven?

Instrumen investrasi logam mulia ini memiliki pergerakan nilai yang cenderung selalu naik setiap tahunnya. Bahkan, aset investasi ini mampu bertahan di tengah ketidakpastian kondisi perekonomian global. Harga aset ini bersifat fluktuatif dalam jangka pendek, tetapi mampu menghasilkan keuntungan optimal sejalan dengan inflasi dalam jangka panjang. Saat harganya turun, nilai emas itu tidak akan turun signifikan.  Hal ini membuat emas disebut sebagai safe haven. 

Dalam hal ini, safe haven adalah instrumen investasi yang mampu mempertahankan nilainya selama krisis perkonomian dunia. Emas sebagai aset safe haven menjadi aset andalan para investor untuk melindungi kekayaannya dan meminimalisasi risiko kerugian. Untuk itu, aset logam mulia ini terkenal sebagai instrumen investasi berisiko rendah yang paling aman bagi seluruh kalangan. 

Harga Emas Naik

Harga emas per 25 Februari 2022 mendekati angka US$ 2.000/troy ounce. Dilansir dari Detik.com, ketegangan geopolitik antara Rusia dengan Ukraina ini juga berpengaruh terhadap harga emas yang naik. Adapun harapan harga logam mulia ini bisa menyentuh US$ 2000-an. Namun, harga tersebut bisa menurun ke harga normal US$ 1.800/troy ounce saat gencatan senjata itu berhenti.

grafik-harga-emas-naik

Sejak Februari 2021 sampai dengan 25 Februari 2022, harga logam mulia ini mengalami kenaikan terbaik di bulan ini sebesar 9,77%. Harga emas digital per 25 Februari 2022 juga mengalami kenaikan. Berdasarkan aplikasi tanamduit, harga emas antam (PT Aneka Tambang) menguat di harga beli Rp917.972,00 per gram dan harga jual Rp860,599 per gram. Kenaikan ini juga berlaku untuk produk Big Gold (PT Bersama Inovasi Gemilang) yang berada di level harga beli Rp911.290,00 per gram dan harga jual Rp864,270,00. Pergerakan harga emas dunia sangat berpengaruh terhadap kenaikan logam mulia di dalam negeri. Di samping itu, faktor ekonomi, sosial, dan politik juga berpengaruh. 

Penyebab Harga Emas Naik

1. Kondisi Perekonomian Global Tidak Pasti

Dalam kondisi ekonomi dan politik yang bergejolak, aset logam mulia menjadi instrumen investasi penyelamat dan mengalami kenaikan harga. Perang antara Rusia dan Ukraina ini mendorong masyarakat investor untuk berinvestasi aset yang aman (safe haven), yakni emas. Aset logam mulia ini mampu mengamankan aset kekayaan seseorang sehingga peminatnya semakin banyak di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global.

Nilai logam mulia ini akan tetap stabil dan cenderung naik meski terjadi inflasi, deflasi, krisis ekonomi, atau perang akibat konflik geopolitik. Ketersediaan logam mulia ini tidak akan berkurang seiring meningkatnya permintaan aset logam mulia. Hal ini membuat aset logam mulia semakin melonjak di tengah krisis.

2. Nilai Tukar Dolar Amerika Serikat

Setelah terjadinya konflik Rusia dan Ukraina, nilai tukar dolar juga menunjukan penurunan. Hal ini menjadi salah satu bukti kekhawatiran pasar keuangan di tengah kondisi perekonomian yang tidak stabil. Harga aset logam mulia di dalam negeri itu mengacu pada harga emas Internasional sehingga nilainya itu berupa konversi dari dolar Amerika Serikat. Jika nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah, maka harga emas naik. Saat nilai tukar rupiah menanjak, maka harga aset logam mulia turun.

Berdasarkan situs Bisnis.com, nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat berpotensi melemah. Nilai tukar rupiah melemah 0,37% atau 53,5 poin hingga besaran Rp14.391,00. Sementara itu, indeks dolar Amerika Serikat naik 0,37% menunjukkan ke level 96,54. Prediksi melemahnya mata uang rupiah ini berpotensi berada di rentang Rp14.370,00–Rp14.420,00. Pelemahan nilai tukar ini juga bersamaan dengan mata uang lainnya di Asia.  Oleh sebab itu, harga emas naik setelah adanya pelemahan nilai tukar rupiah.

3. Inflasi

Situasi di tengah perang Rusia dan Ukraina ini dapat menyebabkan risk off atau membuat masyarakat pesimis terhadap kondisi perekonomian yang kian memburuk karena kenaikan harga minyak dan komoditas lainnya. Rusia merupakan salah satu negara pengekspor energi, produk pertanian, dan logam terbesar di dunia sehingga konflik ini sangat berdampak pada kondisi pasar. Ketegangan ini juga dapat berpengaruh besar terhadap pasar finansial. 

Adanya kenaikan ini dapat memicu terjadinya inflasi seandainya konflik ini masih berlangsung dalam kurun waktu yang lama. Jika ekspetasi inflasi ini semakin meningkat, maka investor harus mempertimbangkan kembali strategi investasi agar dapat meminimalisir risiko penurunan nilai pada portofolio investasi dengan diversifikasi.

Kamu bisa mengalokasikan dana investasi ke produk reksa dana yang dikelola secara aktif dan aset logam mulia yang terjamin keamanannya. Di tengah kondisi pasar yang fluktuatif, emas menjadi instrumen investasi sangat aman, minim risiko, dan mampu mempertahankan nilainya di tengah situasi ekonomi yang bergejolak.

Di tengah situasi ekonomi yang penuh ketidak pastian, emas menjadi pilihan alternatif instrumen investasi. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk investor mengalokasikan dana ke instrumen investasi emas. Melihat kondisi perekonomian dunia yang tidak stabil, kamu bisa melakukan diversifikasi investasi dan mengamankan kekayaanmu ke dalam instrumen investasi emas. 

Salah satu tempat investasi yang aman adalah aplikasi tanamduit. Kamu bisa berinvestasi emas Antam (Emas Suka-suka) atau Big Gold (Koleksi Emasku) mulai dari nominal terjangkau, tanpa biaya penyimpanan, dan aman. tanamduit sudah bekerja sama dengan perusahaan penyedia emas yang diawasi oleh BAPPEBTI. Yuk, klik di sini dan investasi emas di tanamduit sekarang!

Hani Nastiti
Hani Nastiti

Hani adalah seorang penulis yang senang belajar dan berbagi seputar investasi di tanamduit.

banner-download-mobile