Home » Jangan Sampai Nggak Tahu, Kenali Istilah-istilah Ini Sebelum Kamu Mulai Investasi SBN!

Jangan Sampai Nggak Tahu, Kenali Istilah-istilah Ini Sebelum Kamu Mulai Investasi SBN!

oleh | Jun 22, 2021

Apa kamu pernah dengar tentang Surat Berharga Negara? Well, buat kamu yang belum tahu, Surat Berharga Negara (SBN) ritel merupakan produk investasi yang diterbitkan dan dijamin langsung oleh pemerintah Republik Indonesia. Tujuannya penerbitan SBN ritel ini, yaitu untuk buka kesempatan sebesar-besarnya buat masyarakat agar dapat berpartisipasi dalam pembiayaan pembangunan negara. Bentuk partisipasi tersebut gampangnya kayak kamu minjemin sejumlah uang ke negara dalam jangka waktu tertentu. Saat jatuh tempo nanti, pemerintah akan mengembalikan uang yang kamu pinjamkan seluruhnya. Sebagai “tanda terima kasih” dari negara, kamu akan menerima imbal hasil berupa bunga yang akan dibayarkan tiap bulannya.

Kalau pada artikel mengenai SBN sebelumnya, kita sudah membahas jenis-jenis SBN ritel dan keuntungan-keuntungan berinvestasi SBN ritel, kali ini kita akan kupas tuntas istilah-istilah pada investasi SBN yang wajib banget kamu ketahui sebelum mulai investasi. Simak sampai tuntas ya!

Baca juga: Ketahui Jenis-jenis Surat Berharga Negara

1. Kupon

Dalam investasi SBN ritel, istilah kupon cukup populer digunakan untuk mendefinisikan imbal hasil yang dibayar pemerintah kepada kita (investor SBN ritel). Kupon a.k.a. imbal hasil SBN ritel dihitung berdasarkan persentase terhadap jumlah pokok utang dalam setahun. Gampangnya, kupon SBN ritel ini dihitungnya per tahun. Biasanya, persentase kupon SBN akan diumumkan mendekati tanggal perilisannya. Kupon SBN ritel sendiri dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

a. Floating with floor

Floating with floor berarti kupon yang mengambang dengan batas minimal. Maksudnya begini, imbal hasil yang kamu dapat dari investasi SBN bisa berubah-ubah mengikuti tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI 7 Day Repo Rate). Terus gimana dong kalau sewaktu-waktu suku bunga BI anjlok? Nah, ini dia gunanya batas minimal kupon. Kalau sewaktu-waktu suku bunga BI anjlok, kamu akan tetap menerima kupon dengan persentase batas minimal yang diumumkan mendekati tanggal perilisan. Jenis kupon ini bisa kamu temukan pada produk SBN ritel Savings Bond Ritel (SBR) dan Sukuk Tabungan (ST).

b. Fixed rate

Berbeda dengan floating with floor, kupon fixed rate merupakan jenis kupon yang imbal hasilnya tetap dari awal sampai jatuh tempo nantinya. Misalnya, saat dirilis telah ditetapkan kupon sebesar 5,7% per tahun, maka besaran kupon tersebut akan tetap 5,7% sampai jatuh tempo. SBN ritel yang imbal hasilnya fixed rate, yaitu Sukuk Ritel (SR) dan Obligasi Negara Ritel (ORI).

2. Jatuh Tempo dan Tenor

Tenor adalah jangka waktu investasi atau masa berlaku SBN ritel. SBR dan ST memiliki tenor 2 tahun, sementara ORI dan SR memiliki tenor 3 tahun. Setelah jangka waktu habis, modal (uang pokok) investasi kamu akan dilunasi seluruhnya oleh pemerintah.

3. Masa Penawaran

Masa penawaran merupakan periode pemesanan produk SBN Ritel. Kamu hanya bisa memesan produk SBN ritel yang sedang ditawarkan pada masa penawaran saja. Masa penawaran produk SBN ritel biasanya berlangsung sekitar tiga minggu dari tanggal rilisnya. Nah, sebentar lagi bakalan ada salah satu produk SBN ritel yang rilis, yaitu SBR010! Masa penawarannya berlangsung dari tanggal 21 Juni—15 Juli 2021.

4. Tanggal Penetapan

Setelah masa penawaran selesai, biasanya Kementerian Keuangan akan menetapkan total jumlah pesanan SBN Ritel yang masuk.

5. Setelmen

Setelmen merupakan tanggal penyelesaian transaksi. Artinya, pada tanggal ini seseorang akan tercatat memiliki SBN berdasarkan seri penawarannya dan perhitungan kupon dimulai sejak tanggal setelmen.

6. Kuota

Pemerintah telah menetapkan minimum pembelian SBN ritel, yaitu Rp1 juta dan batas maksimum Rp3 miliar untuk tiap individu. Nah, pembelian SBN ritel bisa dilakukan berkali-kali saat masa penawaran dengan catatan, total nilai pembelian yang bisa dilakukan tiap individu adalah Rp3 miliar untuk tiap seri SBN ritel yang dirilis. Total nilai pembelian per individu inilah yang disebut kuota.

7. Tradable vs Non-Tradable

Dalam investasi SBN ritel, terdapat istilah tradeable yang artinya dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Produk SBN ritel yang dapat diperdagangkan di pasar sekunder di antaranya ORI dan SR. Kedua produk SBN ritel tersebut mulai dapat diperjualbelikan kembali di pasar sekunder tiga bulan setelah masa penawarannya. Makanya, saat kamu jual produk SBN ritel punya potensi capital gain atau capital loss, tergantung dengan kondisi pasar saat kamu menjual kepemilikan SBN kamu. Nah, kamu bisa menjual kembali ORI dan SR yang kamu beli melalui aplikasi tanamduit ke pasar sekunder cukup dengan klik tombol jual saja, lho, di aplikasi tanamduit.

Sementara itu, SBN ritel yang non-tradeable artinya tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Produk SBN ritel yang tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder di antaranya adalah SBR dan ST. Tapi, tenang aja! Kepemilikan SBR dan ST kamu juga bisa dicairkan lebih awal, kok, dengan adanya fasilitas early redemption.

8. Early Redemption

Fasilitas early redemption adalah pencairan lebih awal dana investor SBR dan ST. Jadi, meskipun nggak bisa diperdagangkan di pasar sekunder, kamu bisa mencairkan lebih awal kepemilikan SBR dan ST kamu maksimal 50% dari total kepemilikan. Misalnya, kamu punya kepemilikan SBR senilai Rp10 juta, artinya maksimum dana yang kamu bisa cairkan adalah Rp5 juta. Pencairan SBR atau ST dapat dilakukan dalam kelipatan Rp1 juta. Jadi, minimal kamu harus punya kepemilikan SBR atau ST Rp2 juta, kalau mau melakukan early redemption. Kamu bisa mengajukan early redemption pada waktu yang ditentukan.

9. Mitra Distribusi (Midis)

Gampangnya, mitra distribusi ibarat agen yang ditetapkan oleh pemerintah untuk bantu ngejualin produk SBN ritel ke masyarakat investor. Nah, tanamduit jadi salah satu mitra distribusi yang ditunjuk pemerintah untuk menjual produk-produk SBN ritel, nih.

Saat ini, masa penawaran SBR010 sedang berlangsung mulai 21 Juni—15 Juli 2021. Jangan sampai kelewatan tanggalnya, ya. Yuk, investasi SBR010 di tanamduit untuk dapatkan bonus hingga ratusan juta rupiah!

 

Penulis: Syafira Maulida

banner-download-mobile