Home » Tips Diversifikasi Investasi Bagi Pemula Untuk Minimalkan Risiko

Tips Diversifikasi Investasi Bagi Pemula Untuk Minimalkan Risiko

oleh | Des 30, 2021

Dalam berinvestasi, kamu dapat meminimalisir risiko dengan disversifikasi investasi. temanduit, kamu pernah dengar pepatah “Don’t put your eggs in one basket.” Secara harfiah, pepatah ini bermakna jangan taruh semua telur kamu dalam satu keranjang yang sama. Jadi, sewaktu-waktu salah satu keranjang jatuh dan telur-telur di dalamnya pecah, kamu masih punya beberapa telur di keranjang lainnya. Sama halnya ketika kita berinvestasi, sebaiknya jangan investasikan seluruh uangmu ke dalam satu produk investasi saja agar portofolio kamu tidak bergantung pada satu produk investasi saja.

Konsep alokasi dana investasi ke berbagai produk investasi ini disebut diversifikasi investasi. Diversifikasi investasi merupakan salah satu strategi investasi untuk meminimalisir risiko dari investasi kita. Gampangnya, kamu bisa investasikan uang kamu di beberapa produk investasi yang berbeda. Misalnya, kamu punya portofolio di salah satu produk reksa dana saham. Mengingat nilai reksa dana saham dalam jangka pendek sangat fluktuatif pergerakannya, kamu bisa meminimalisir kerugian kamu dengan menaruh sebagian portofolio kamu pada produk investasi lain yang risikonya lebih rendah, misalnya reksa dana pendapatan tetap, reksa dana pasar uang, atau SBN. Setiap orang memiliki strategi diversifikasi investasi yang berbeda karena harus sesuai dengan kebutuhan dan tujuan investasi.

Nah, sebelum kamu mulai mendiversifikasikan portofolio investasimu, simak dulu tips-tips diversifikasi investasi berikut!

Tips Diversifikasi Investasi Bagi Pemula Untuk Minimalkan Risiko

1. Kenali Profil Risiko Investasi

Profil risiko adalah gambaran diri kita ketika harus menghadapi risiko dari investasi. Umumnya, pemula investasi kurang memahami hal ini. Sering kali, mereka mengharapkan imbal hasil yang tinggi, tetapi tidak bisa menoleransi risiko yang tinggi juga. Namun, prinsip dasar dari investasi adalah “makin tinggi imbal hasil/untungnya, makin besar juga risikonya. Semakin besar imbal hasil yang akan didapat, semakin tinggi juga risikonya. Secara umum, profil risiko terbagi menjadi tiga kategori, yaitu: konservatif (toleransi yang rendah terhadap risiko), moderat (toleransi menengah terhadap risiko), dan agresif.(toleransi yang tinggi terhadap risiko).

 

Mengenali profil risiko dapat dilakukan saat mulai berinvestasi atau pun ketika memutuskan untuk melakukan diversifikasi investasi. Misalnya, profil risiko investasi kamu konservatif, artinya toleransi kamu terhadap risiko investasi cukup rendah. Nah, kamu bisa melakukan diversifikasi investasi dengan memperbanyak porsi investasi kamu di produk investasi yang risikonya rendah seperti reksa dana pasar uang atau Surat Berharga Negara (SBN).

2. Sesuaikan dengan Tujuan dan Jangka Waktu Investasi

Selain mengenali profil risiko, kamu dapat menyesuaikan diversifikasi investasi kamu dengan tujuan investasi yang telah direncanakan. Misalnya, jangka waktu kamu berinvestasi untuk mencapai tujuan keuangan masih cukup panjang dan kamu adalah seorang risk taker yang mengharapkan imbal hasil tinggi, kamu bisa memperbanyak porsi investasi kamu di produk reksa dana saham. Meskipun begitu, jangan lupa juga persiapkan dana darurat dengan menginvestasikan uangmu pada produk investasi risiko rendah agar mudah dicairkan.

3. Tentukan Alokasi Kebutuhan Setiap Tujuan Keuangan

 

 

 

 

Setelah memahami profil risiko dan menetapkan tujuan investasi, kamu dapat menentukan target dana yang ingin kamu capai dan tenggat waktu untuk mencapainya. Setelah menentukan target dana dan waktu, kamu dapat lebih mudah untuk mengatur alokasi diversifikasi investasimu. Sebagai contoh, kamu dapat mengacu pada contoh berikut.

  1. Ganti HP baru akhir tahun 2021 (Rp5 juta);
  2. Biaya nikah 3 tahun lagi (Rp100 juta); dan
  3. Mulai siapin uang sekolah anak 5—10 tahun ke depan (Rp200 juta)

Ketiga tujuan keuangan di atas memiliki jangka waktu investasi yang berbeda. Berdasarkan target investasi tersebut, kamu bisa melakukan diversifikasi investasi. Kamu dapat menempatkan porsi investasi lebih banyak pada tujuan jangka pendek terlebih dahulu, sambil tetap rutin berinvestasi pada produk lainnya. Misalnya, biaya untuk ganti HP bisa kamu alokasikan ke produk reksa dana pasar uang karena produk ini cocok untuk tujuan jangka pendek (1—2 tahun).

Sementara itu, biaya nikah ke produk reksa dana pendapatan tetap, karena produk ini cocok untuk investasi jangka waktu menengah (2—5 tahun). Kamu juga bisa mengalokasikan sebagian dana kamu untuk menabung mahar pernikahan melalui koleksi kartu emas digital di tanamduit, rutin setiap bulannya mulai dari 0,1 gram lho. Saat target gramasi yang kamu tercapai, kamu bisa langsung mencetaknya, lho. Kalau persiapan uang sekolah anak bisa kamu alokasikan ke reksa dana saham atau reksa dana indeks saham yang cocok untuk tujuan jangka panjang (>5 tahun).

Itulah 3 tips disversifikasi investasi bagi pemula. Meskipun setiap orang memiliki strategi diversifikasi investasi yang berbeda, kamu dapat mengacu tips di atas untuk memulai diversifikasi investasimu. Melalui aplikasi tanamduit, kamu bisa diversifikasikan investasimu dengan ragam pilihan yang tersedia, mulai dari reksa dana, SBN, hingga emas. Jadi, kamu nggak perlu repot lagi untuk pindah-pindah aplikasi, karena semua ada di tanamduit. Yuk, investasi di tanamduit sekarang!

 

Syafira Maulida
Syafira Maulida

Penulis lulusan Sastra Indonesia yang tertarik dengan dunia musik dan kecantikan. Saat ini, Fira juga sedang mengerjakan projek musik bersama kedua bandnya sebagai vokalis sekaligus komposer lirik.

banner-download-mobile