Home » Reksa Dana Pasar Uang 101

Reksa Dana Pasar Uang 101

oleh | Nov 28, 2020

Mungkin kebanyakan dari financial planner merekomendasikan reksa dana pasar uang ketika menjawab pertanyaan, “kalau baru belajar investasi, mending beli produk apa, ya, biar nggak rugi?” Eits, nanti dulu! Sebelum kamu investasikan uang kamu buat beli reksa dana pasar uang, tentu kamu harus tahu lebih jauh mengenai produk ini. Yuk, kita kupas tuntas sama-sama di sini!

Apa itu reksa dana pasar uang?

reksa-dana-pasar-uang

Image source: Gobanking Rates

Sebelum memahami apa itu reksa dana pasar uang, kamu perlu memahami terlebih dahulu istilah reksa dana. Reksa dana adalah salah satu jenis investasi yang menjadi wadah penghimpun dana masyarakat (investor) yang ingin menanamkan modal atau uangnya. Kumpulan dana dari masyarakat investor inilah yang akan diinvestasikan dalam portofolio surat berharga yang diperdagangkan di bursa efek dan deposito perbankan. Lalu, Manajer Investasi akan mengalokasikan dana investasimu pada portofolio efek seperti saham, deposito, dan obligasi.  Reksa dana menjadi alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil yang tidak memiliki waktu dan keahlian khusus untuk menganalisis setiap produk investasi.

Reksa dana terbagi menjadi empat jenis, yaitu reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, dan reksa dana saham. Keempat jenis reksa dana tersebut memiliki tingkat risiko yang berbeda-beda.

Baca juga: Tutorial Lengkap: Cara Investasi Reksa Dana Untuk Pemula

Reksa dana pasar uang (RDPU) adalah jenis reksa dana yang menginvestasikan 100 persen dana kelolaannya pada produk pasar uang. Produk pasar uang terdiri dari deposito perbankan dan surat berharga yang jatuh temponya kurang dari satu tahun. Imbal hasil dari reksa dana ini dipengaruhi oleh perubahan tingkat suku bunga acuan. RDPU bertujuan untuk menjaga likuiditas dan modal investasi.

Kalau dibandingkan dengan jenis reksa dana lainnya, produk ini memiliki risiko yang paling rendah, lho. Hal ini dikarenakan dana kelolaan produk RDPU diinvestasikan pada surat berharga yang jatuh temponya kurang dari 1 tahun. Imbal hasil yang akan kita dapat juga lebih besar daripada bunga deposito perbankan. Selain itu, produk reksa dana, termasuk jenis reksa dana pasar uang mudah dicairkan kapan pun, tanpa adanya uang penalti seperti saat mencairkan deposito sebelum tanggal jatuh temponya.

Keuntungan berinvestasi reksa dana pasar uang

reksa-dana-pasar-uang

Image source: Forex News Life

Ada beberapa alasan kenapa kamu bisa mempertimbangkan reksa dana pasar uang sebagai salah satu pilihan investasimu.

1. Risiko relatif rendah

Risiko gagal bayar dari produk yang ada di dalam RDPU relatif rendah, karena manajer investasi menginvestasikan seluruh dana kelolaannya pada deposito dan surat utang yang jatuh temponya <1 tahun.

2. Reksa dana dapat dicairkan kapan saja

Kamu dapat mencairkan reksa dana kamu kapan saja, tidak ada batasan jatuh tempo seperti deposito. Selain itu, tidak ada biaya penjualannya. Biaya transfer akan dikenakan jika bank penampung (bank yang mentransfer hasil penjualan reksa dana) berbeda dengan rekening bank kamu.

Berbeda halnya ketika kamu mau mencairkan dana di deposito kamu lebih awal dari tanggal jatuh tempo. Biasanya, pihak bank akan mengenakan kamu denda sekitar 2 persen dari total simpanan kamu, lho.

3. Reksa dana tidak termasuk objek pajak

Kalau kamu menabung atau menaruh uangmu dalam bentuk deposito, bank akan mengenakan kamu pajak dari setiap bunga atau imbal hasil yang diterima dari depositonya. Besaran pajaknya adalah 20 persen. Berbeda halnya dengan reksa dana yang tidak termasuk objek pajak.

reksa-dana-pasar-uang

Image source: Pinterest

4. Keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan deposito

Besar imbal hasil yang kamu dapatkan ketika kamu menaruh uang dalam bentuk deposito ditentukan oleh kebijakan bank. Besarannya bisa naik dan turun mengikuti suku bunga acuan. Di tengah suku bunga acuan yang semakin turun, maka bunga deposito juga semakin turun.

Reksa dana pasar uang (RDPU) menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi dari deposito bank, karena Manajer Investasi ketika membuka deposito di bank akan mendapatkan bunga lebih tinggi dibandingkan nasabah individu biasa, karena dana yang didepositokan jumlahnya besar. Terlebih lagi, produk ini bisa mendapatkan keuntungan dari surat utang dengan tenor < 1 tahun, di mana imbal hasilnya juga lebih tinggi dibandingkan bunga bank. Belum lagi, reksa dana  pasar uang sudah terbebas dari pajak. Ketiga hal ini yang membuat keuntungan berinvestasi di RDPU lebih tinggi daripada deposito bank.

5. Tidak membutuhkan modal besar

Berinvestasi di reksa dana tidak membutuhkan modal awal yang besar seperti ketika kita membuka deposito. Biasanya, kita sudah bisa membuka deposito dengan minimal Rp5 juta. Di aplikasi tanamduit, kamu bisa mulai berinvestasi RDPU mulai dari Rp10 ribu saja, lho. Jadi, walaupun kamu nggak punya besar untuk investasi, persentase imbal hasil yang kamu dapat tetap sama dengan mereka yang berinvestasi hingga miliaran.

6. Cocok untuk kamu yang butuh dana darurat

Dana darurat memang harus menjadi prioritas kamu untuk berjaga-jaga apabila ada kebutuhan mendesak di kemudian hari. Reksa dana pasar uang (RDPU) menjadi produk yang cocok untuk dana darurat karena tiga alasan berikut:

  • Mudah dicairkan, hanya butuh 1—2 hari kerja agar dana tersebut masuk ke rekening kamu;
  • Jauh lebih menguntungkan dibanding menaruh uang di tabungan yang imbal hasilnya hanya 1 persen per tahunnya, sementara RDPU imbal hasilnya 5—7 persen per tahunnya;
  • Kinerja RDPU cenderung stabil, jadi nggak perlu khawatir nilai investasi kamu turun pas kamu lagi butuh!

Mengapa produk RDPU cocok untuk para investor pemula?

reksa-dana-pasar-uang

Image source: Money Works Magazine

Reksa dana pasar uang tergolong investasi yang risikonya rendah. Biasanya, orang-orang yang baru mulai berinvestasi masih takut akan risiko kerugian dari investasinya. Inilah alasan kenapa banyak yang merekomendasikan produk ini untuk kamu para pemula. Produk RDPU sangat cocok buat kamu yang ingin menjaga modal investasinya, tetapi tetap dapat mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi daripada deposito.

Meskipun begitu, hal terpenting yang harus kamu pahami sebelum memulai investasi adalah menentukan tujuan kamu dalam berinvestasi. Kalau tujuan keuangan kamu adalah jangka pendek, yaitu 1—2 tahun, RDPU akan jadi pilihan tepat untukmu. Kamu bisa mulai berinvestasi reksa dana pasar uang melalui aplikasi tanamduit. Selain itu, masih banyak lagi pilihan produk investasi yang bisa menyesuaikan kebutuhanmu. Yuk, berinvestasi di tanamduit!

Penulis: Syafira Maulida

banner-download-mobile