Home » Mengenal Pengertian Obligasi Negara Ritel (ORI) dan Keuntungannya

Mengenal Pengertian Obligasi Negara Ritel (ORI) dan Keuntungannya

oleh | Jan 19, 2022

Pengertian Obligasi Negara Ritel

Obligasi Negara Ritel (ORI) adalah salah satu produk investasi surat berharga negara (SBN) yang ditawarkan oleh pemerintah Republik Indonesia yang aman, terjangkau, mudah, dan menguntungkan. Dalam hal ini, SBN adalah jenis investasi yang memiliki tujuan untuk pembangunan infrastuktur negara dalam kurun waktu tertentu. Pada tahun 2006, pemerintah menerbitkan ORI pertama kali dengan seri ORI01. Di awal tahun 2022, pemerintah juga akan menerbitkan kembali obligasi negara ritel seri ORI21.

Kementerian Keuangan RI membuka kesempatan bagi warga negara Indonesia untuk berinvestasi surat berharga negara melalui mitra distribusi terpercaya. Sejak tahun 2018, Kementerian Keuangan RI mempercayakan tanamduit sebagai mitra distribusi SBN Ritel online. Untuk itu, kamu bisa lebih mudah melakukan investasi SBN termasuk investasi ORI secara online dengan mudah. 

Produk ORI memiliki karakteristik kupon tetap (fixed rate), dapat diperdagangkan antar investor domestik, dan investor dapat membeli produk ini mulai dengan harga Rp1 juta hingga Rp2 miliar.

Keuntungan Investasi Obligasi Negara Ritel (ORI)

1. Negara Menjamin Kupon/Imbal Hasil

Pemerintah menjamin kupon dan pokok sesuai peraturan dalam Undang-undang SUN. Di samping itu, pemerintah juga mempersiapkan kupon/imbalan ini dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) setiap tahun. Oleh karena itu, jenis investasi ini menjadi alternatif investasi yang paling aman dan memiliki risiko gagal bayar yang rendah. Instrumen investasi ini menjadi pilihan tepat bagi investor pemula yang ingin berinvestasi aman dengan modal terjangkau.

2. Kupon Lebih Tinggi dari Deposito

Setiap penawaran produk surat berharga negara, pemerintah menawarkan kupon yang cenderung lebih tinggi dari rata-rata tingkat bunga deposito bank. Bahkan, investor juga berpotensi mendapatkan capital gain atau potensi keuntungan  dari menjual obligasi di pasar sekunder dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga beli.

3. Ada Imbal Hasil Setiap Bulan

Saat berinvestasi, investor mendapatkan tingkat bunga tetap sampai waktu jatuh tempo setiap bulannya. Pada waktu jatuh tempo, penerbit surat berharga ini akan mengembalikan modal tersebut. Produk obligasi negara ritel memiliki jangka watu jatuh tempo 3 tahun. Namun, investor dapat menjual produk ini sebelum jatuh tempo di pasar sekunder.

4. Investasi Praktis dan Mudah

Investor dapat melakukan transaksi investasi ORI melalui sistem elektronik. Kamu dapat mengetahui informasi harga di Pasar Sekunder dari Mitra Distribusi atau pihak lain yang bekerja sama dengan pemerintah untuk menjual SBN Ritel ke masyarakat investor. Sekarang, kamu bisa mulai investasi produk ini di aplikasi tanamduit dengan aman dan praktis, lho! Jadi, proses investasi ORI lebih mudah, deh!

5. Bentuk Partisipasi dalam Pembangunan Negara

Selain melakukan investasi, investor juga dapat berpartisipasi dalam pembangunan negara dengan berionvestasi ORI. Melalui penawaran surat berharga ini, pemerintah mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam pemulihan ekonomi negara. Jika kamu investasi SBN, maka kamu telah berkontribusi dalam membangun dan menjaga masa depan Indonesia setelah pandemi COVID-19. Jadi, investor salah satu jenis SBN ini dapat mendapatkan imbal hasil menguntungkan sekaligus terlibat dalam pembangunan infrastruktur negara Indonesia.

Risiko Investasi Obligasi Negara Ritel (ORI)

1. Risiko Gagal Bayar

Jika investor tidak menerima pembayaran dana sesuai perjanjian penerbit di saat jatuh tempo, maka investor dapat mengalami gagal bayar atau default risk. Namun, produk ORI hampir gtidak memiliki risiko ini karena pemerintah menjamin pembayaran kupon sesuai dengan Undang-undang dan dana imbalan ini telah tersedia dalam APBN setiap bulannya.

2. Risiko Likuiditas

Investor ORI tidak dapat mencairkan atau menjual produk ini dalam waktu singkat pada harga yang wajar. Hal ini membuat instrumen invesasi ini memiliki risiko likuiditas. Jika investor membutuhkan dana sebelum jatuh tempo, maka ia tidak bisa menjual dengan harga yang sesuai. Namun, investor dapat menghindar risiko ini dengan mengajukan pinjaman ke bank umum atau lembaga keuangan lainnya sebagai jaminan di pasar modal atau menjual aset ORI ke sebuah mitra distribusi.

3. Risiko Pasar

Risiko pasar atau market risk adalah kemungkinan risiko investor mengalami kerugian (capital loss) karena perubahan suku bunga, fundamental ekonomi, atau kondisi politik negara yang kurang stabil. Namun, investor mengalami capital loss saat menjual ORI dengan harga yang lebih rendah dari harga beli sebelum jatuh tempo. Untuk itu, investor dapat menghindari risiko ini dengan tidak melakukan penjualan ORI sampai jatuh tempo. Di samping itu, investor juga dapat menjaminkan ORI dalam pengajukan pinjaman ke bank umum atau lembaga keuangan lainnya dengan prosedur tertentu.

Baca juga: Tutorial Lengkap: Cara Beli SBN Untuk Pemula [Update 2022]

Kesimpulan

ORI atau Obligasi Negara Ritel adalah salah satu jenis surat berharga negara (SBN) yang  bertujuan untuk pembangunan infrastruktur negara Indonesia. Pemerintah membuka kesempatan bagi masyarakat untuk ikut serta dalam pemulihan perekonomian negara. Jenis investasi dengan risiko rendah ini menjadi alternatif instrumen investasi yang cocok bagi investor pemula.

Hani Nastiti
Hani Nastiti

Hani adalah seorang penulis yang senang belajar dan berbagi seputar investasi di tanamduit.

banner-download-mobile