Home » Mengenal Reksadana Syariah + Top 10 List [Update 2022]

Mengenal Reksadana Syariah + Top 10 List [Update 2022]

oleh | Feb 4, 2022

Pengertian Reksadana Syariah

Investasi berbasis syariah menjadi salah satu alternatif bagi para investor yang mengedepankan prinsip Islam di samping return yang diperoleh. Reksadana syariah adalah instrumen investasi yang memegang prinsip keuangan sesuai dengan kaidah dan prinsip syariah Islam. Selain itu, instrumen ini menjadi sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat. Dalam hal ini, manajer investasi akan mengelola dana tersebut sesuai dengan kaidah dan prinsip Islam.

Dalam hal ini, manajer investasi akan menempatkan dana di instrumen keuangan ke berbagai efek di pasar modal berupa saham, obligasi, atau efek lainnya dalam bentuk unit penyertaan. Sebuah perusahaan atau negara menerbitkan portofolio efek yang tidak bertentangan dengan prinsip Islam di pasar modal antara lain saham syariah dan sukuk.

Jenis reksadana ini memiliki tujuan untuk memudahkan investor yang ingin menginvestasikan dananya secara syariah. Dalam melakukan kegiatan ini, Otoritas Jasa Keuagan (OJK) menetapkan batasan yang sesuai dengan kaidah Islam. Menurut OJK, Dewan Pengawas Syariah (DPS) akan menjamin kesyariahan produk investasi dan berbasis efek syariah luar negeri. Selain itu, unit khusus dan manajer investasi syariah akan mengelola aset investasi. Investor sudah bisa memulai berinvestasi di berbagai agen penjual reksadana (APERD) baik secara offline maupun online.

Cara Kerja Reksadana Syariah

Berbeda dengan reksadana konvensional, instrumen investasi ini telah melalui tahap pembersihan kekayaan dari unsur non-halal yang dilakukan oleh manajer investasi (MI). Jadi, MI akan menyesuaikan portofolio saat Daftar Efek Syariah (DES) terbaru telah berlaku efektif.

Dalam hal ini, investor akan menguasakan atau melakukan akad wakalah bin ujrah. Melalui akad tersebut, investor menguasakan kepada manajer investasi (MI) dan Bank Kustodian untuk mengelola investasinya. MI dan Bank Kustodian akan mendapatkan fee/ujrah sebagai biaya pengelolaan. Selain itu, risiko dan tingkat pengembalian/bagi hasil (return) akan sesuai dengan jenis rekda dana yang dipilih oleh investor. 

Baca juga: Apa itu Reksadana?

Jenis-jenis Reksadana Syariah

1. Reksadana syariah pasar uang

Jenis reksadana ini mengalokasikan dana investasi pada instrumen pasar uang syariah berupa berbagai surat berharga yang telah bersih dari unsur non-halal yang memiliki masa jatuh tempo kurang dari satu tahun. Selain itu, instrumen ini memiliki risiko yang paling rendah.

2. Reksadana syariah pendapatan tetap

Jenis reksadana ini menginvestasikan minimal 80% dari aktiva bersih efek syariah pendapatan tetap. Dengan demikian, produk ini menjadi salah satu instrumen investasi jangka menengah hingga jangka panjang dengan return yang cenderung stabil.

3. Reksadana syariah campuran

Jenis reksadana ini memiliki alokasi dana investasi gabungan beberapa instrumen efek syariah yang beragam, dapat berbentuk saham dan obligasi. Produk ini terdiri dari 0–20% pasar uang, 1–79% obligasi, dan 1–79% saham sesuai dengan manajemen aset.  

4. Reksadana syariah saham

Jenis investasi ini mengalokasikan minimal 80% dari aktiva dalam bentuk bursa efek syariah bersifat ekuitas. Produk ini memiliki risiko yang paling tinggi.

Baca juga: Tutorial Lengkap: Cara Investasi Reksadana Buat Pemula!

Keuntungan Reksadana Syariah

1. Unit Penyetaraan Terjangkau

Seorang investor dapat membeli unit penyertaan mulai dari 10 ribu dengan pilihan produk reksadana yang beragam sesuai tujuan investasimu.

2. Diversifikasi Investasi

Produk syariah ini merupakan kumpulan berbagai efek/portofolio sehingga diversifikasi efek dapat menekan risiko penurunan nilai. Selain itu, disversifikasi investasi mampu mengurangi risiko kerugian saat kinerja salah satu efek mengalami penurunan.

3. Dikelola oleh Manajer Investasi

Investor tidak perlu memiliki kemampuan analisis pasar modal karena manajer investasi sebagai ahli dalam melakukan analisis pasar modal akan mengelola portofolio reksadana. Bahkan, manajer investasi juga memperoleh lisensi dari OJK. Jadi, produk ini cocok sekali untuk para investor pemula yang ingin berinvestasi yang sesuai dengan prinsip syariah.

4. Hemat Biaya dan Waktu

Produk investasi ini memiliki biaya investasi yang relatif lebih rendah dan investor tidak perlu memantau pasar efek karena telah dikelola oleh manajer investasi (MI). Namun, aplikasi tanamduit tidak akan mengenakan biaya transaksi pembelian (subscription), penjualan (redemption), dan pengalihan (switching) investasi reksadana kamu, lho! Untuk itu, investor reksadana tidak perlu meluangkan waktu untuk menganalisis pasar efek karena ada MI yang mengoptimalkannya.

5. Return Reksadana Optimal

Imbal hasil (return) reksadana akan menyesuaikan dengan jangka waktu dan jenis produknya. Dengan demikian, kamu akan memperoleh imbal hasil yang optimal dan mencapai tujuan investasimu.

6. Praktis dan Aman

Investor dapat mencairkan hasil investasi dengan mudah sehingga likuiditas terjamin. Selain proses pencairan dana yang mudah, manajer investasi yang mengelola dana investasi juga telah memiliki izin dari OJK. Di samping itu, OJK melakukan pengawasan terhadap produk reksadana ini. Jadi, investasimu akan terjamin keamanannya.

7. Menggunakan Prinsip Syariah

Reksadana syariah mengacu pada prinsip syariah dan telah mendapatkan fatwa dari Dewan Syariah Nasional–Manjelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Selain itu, Dewan Pengawas Syariah (DPS) akan mengawasi aspek kesyariahan reksadana.

Investor dapat membeli produk investasi ini di Bank, Manajer investasi, Perusahaan Efek penyedia Sistem Online Trading Syariah, dan marketplace APERD online yang telah mendapatkan izin dari OJK sebagai Agen Penjual Reksa Dana (APERD). tanamduit adalah salah satu agen penjual reksadana berlisensi yang menyediakan berbagai produk reksa dana, lho!

Top 10 List Reksadana Syariah di tanamduit

tanamduit menyediakan beragam pilihan produk reksadana syariah pasar uang, pendapatan tetap, campuran, hingga reksadana syariah saham. Jadi, kamu dapat menyesuaikan instrumen investasi yang sesuai dengan tujuan investasimu. Di tahun ini, banyak produk-produk yang memiliki performa yang baik. Kamu dapat melakukan perbandingan produk reksadana di aplikasi tanamduit. Bahkan, grafik pertumbuhan tiga produk di bawah ini juga menunjukkan kinerja yang baik.

produk-reksadana-syariah

Berikut merupakan rekomendasi produk reksadana syariah di tanamduit yang harus kamu tahu.

1. Sucorinvest Sharia Money Market Fund 

Produk pasar uang ini memiliki dana kelola Rp2,27 triliun dan memiliki imbal hasil 4.59% dalam setahun.

2. Syailendra Sharia Money Market Fund

Reksadana pasar uang yang memiliki dana kelola Rp58.26 miliar ini memiliki imbal hasil 1 tahun sebesar 4.40%.

3. Eastpring Syariah Fixed Income Amanah Kelas A

Salah satu produk reksadana pendapatan tetap ini memiliki dana kelola Rp767.43 miliar dan memberikan imbal hasil 4.26% dalam periode satu tahun.

4. Mandiri Investa Dana Syariah

Dana kelola produk pendapatan tetap ini sebesar Rp81.16 miliar dan memiliki imbal hasil 4.59% dalam setahun.

5. Bahana MES Syariah Fund Kelas G

Reksadana pendapatan tetap ini memiliki dana kelola Rp203.29 miliar dan memberikan imbal hasil hingga 3.69% dalam setahun.

6. Trimegah Kas Syariah

Dalam produk pasar uang ini, Trimegah Kas Syariah mengelola Rp210.77 miliar dan memberikan imbal hasil 3.49% dalam setahun.

7. BNI-AM Dana Lancar Syariah

Instrumen pasar uang ini mengelola Rp76.55 miliar. Di samping itu, kinerja produk ini memberikan imbal hasil 1 tahun sebesar 3.18%.

8. Bahana Likuid Syariah Kelas S

Kelolaan instrumen pasar uang Bahana Likuid Syariah Kelas S sebesar Rp930.13 miliar dan memberikan imbal hasil 3.15% dalam setahun. 

9. Mandiri Investa Syariah Berimbang

Mandiri Investa Syariah Berimbang merupakan reksadana campuran yang memiliki dana kelola Rp34.68 miliar dan memberikan imbal hasil 12.32% dalam periode 3 tahun. Kamu dapat memilih produk ini untuk investasi jangka menengah.

10. Sucorinvest Sharia Equity Fund

Pada reksadana saham yang memiliki dana kelola sebesar Rp686.30 miliar ini cocok untuk investasi jangka panjang. Dalam jangka 5 tahun, produk ini memiliki imbal hasil hingga 17.68%.

Kesimpulan

Reksadana syariah adalah produk investasi berbasis prinsip syariah Islam yang telah melalui tahap pemersihan unsur non-halal. Dalam hal ini, manajer investasi menyesuaikan portofolio sesuai dengan Daftar Efek Syariah. Kegiatan penanaman modal ini juga mengacu pada fatwa dari Dewan Syariah Nasional–Manjelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Saat ini, kinerja produk reksadana ini pun tidak jauh berbeda dengan produk investasi konvensional. Produk ini cocok untuk pemula yang mau berinvestasi jangka pendek sesuai dengan prinsip Islam, nih!

Sekarang, kamu bisa melakukan investasi reksadana di tanamduit mulai dari 10 ribu, lho! Untuk memilih produk yang tepat, kamu harus sesuaikan dengan profil risiko dan tujuanmu. Yuk, download aplikasi tanamduit dan capai tujuan investasimu!

 

 

Hani Nastiti
Hani Nastiti

Hani adalah seorang penulis yang senang belajar dan berbagi seputar investasi di tanamduit.

banner-download-mobile