Home » Sejarah Uang dalam Peradaban Manusia: dari Barter Sampai Digital

Sejarah Uang dalam Peradaban Manusia: dari Barter Sampai Digital

oleh | Jun 23, 2022

Nggak bisa kita pungkiri kalau keberadaan uang begitu penting di kehidupan manusia sampai sekarang. Sampai saat ini, uang masih menjadi alat tukar utama untuk bertransaksi jual-beli. Meskipun begitu, keberadaan uang sebagai alat tukar seperti sekarang punya sejarahnya tersendiri, lho. Yuk, kita simak sejarah uang dan transformasinya hingga era super canggih seperti sekarang!

1. Masa Sebelum Kemunculan Sistem Barter

Kalau dirunut, sejarah uang sebagai alat tukar tidak bisa kita lepaskan dengan sistem barter. Namun, sebelum sistem barter berlaku, manusia masih memenuhi kebutuhannya sendiri dan bergantung pada alam. Pada masa ini, manusia masih belum menjadi makhluk sosial sehingga tidak membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya. Semua kebutuhan mereka penuhi sendiri karena saat itu manusia berperan sebagai produsen dan konsumen sekaligus.

2. Masa Sistem Barter

Seiring berjalannya waktu, manusia akhirnya menyadari bahwa mereka adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Manusia pada masa itu akhirnya menyadari bahwa barang-barang yang mereka produksi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan. Alhasil mereka berinteraksi satu sama lain untuk saling bertukar, baik barang dengan barang maupun barang dengan jasa.

Pertukaran barang dan jasa antar manusia ini kita kenal dengan istilah barter. Sebagai contoh, seseorang menukarkan sekantung telur dengan sekantung beras. Adanya pertukaran barang menjadi awal sejarah uang sebagai alat tukar untuk mendapatkan sesuatu yang kita butuhkan sekarang.

Sistem barter lambat laun menemui kendalanya ketika kedua orang yang melakukan pertukaran tidak sepakat dengan nilai pertukarannya. Keberadaan permasalahan ini akhirnya membuat manusia akhirnya berinovasi untuk menciptakan uang komoditas atau uang barang

3. Terciptanya Uang Barang

Sejarah uang terus berkembang, karena sistem barter menuai banyak kendala dalam penerapannya. Akhirnya, pada masa itu manusia mulai menerapkan barang dasar yang hampir semua orang miliki sebagai standar pembayaran. Barang dasar yang dimaksud di antaranya seperti garam, teh, tembakau, dan biji-bijian.

Namun, seiring berjalannya waktu, sekitar tahun 9000 hingga 6000 SM, uang komoditas tidak lagi dalam bentuk benda-benda kecil, melainkan berubah menjadi hewan ternak. Lalu, saat budaya pertanian muncul, uang komoditas mulai bergeser lagi dalam bentuk produk pertanian seperti gandum, sayuran, dan tumbuhan lain.

Pada 1200 SM, uang primitif mulai digunakan. Uang primitif berasal dari cangkang kerang atau hewan moluska lainnya. Orang-orang menggunakannya sebagai alat pembayaran bernama cowrie yang berasal dari Kepulauan Maladewa di Samudera Hindia.  Cowrie menjadi barang berharga sejak awal peradaban Cina dan India yang kemudian dibawa sepanjang rute perdagangan ke Afrika. Orang Eropa kemudian menamainya Wampum sebagai mata uang di pasar. Jenis uang barang berbeda-beda di setiap belahan dunia, menyesuaikan perkembangan peradaban masing-masing.

4. Sejarah Uang Logam dan Kertas Dimulai!

Secara umum, uang adalah benda yang masyarakat umum sepakati sebagai alat tukar dalam aktivitas ekonomi. Kehadiran uang memudahkan transaksi jual beli barang dan jasa menjadi lebih efektif dan efisien. Nilai uang juga berkembang dari yang awalnya hanya sebagai alat tukar menjadi alat ukur pendorong transaksi.

Berdasarkan sejarah, keberadaan uang pertama kali dicetuskan oleh Bangsa Lydia yang hidup di wilayah Turki pada abad ke-6 SM. Uang tersebut terbuat dari campuran emas dan perak dan berbentuk seperti kacang polong. Perbandingan kandungan emas dan perak di dalam uang tersebut adalah 75:25 dan menjadi standar. Mereka menamai uang tersebut elektrum. 

Uang logam kemudian pertama kali diciptakan pada tahun 560-546 SM oleh Croseus di Yunani. Dalam sejarah uang, bangsa Yunani dikenal sebagai penemu uang logam pertama. Bangsa Yunani mencetak berbagai jenis uang logam yang nilainya mereka tentukan berdasarkan bahan pembuatnya.

Namun, seiring berjalannya waktu akibat keterbatasan bahan baku uang logam (emas dan perak), tercetuslah ide untuk membuat uang kertas oleh orang Tiongkok pada abad 1M. Kalau merujuk sejarah, pembuatan uang kertas sebenarnya sudah mulai dilakukan sebelum masa Dinasti Tang, tetapi gagal karena sulit menemukan bahan kertas yang tahan lama. Barulah saat Dinasti Tang berkuasa, seseorang bernama Ts’ai Lun berhasil menciptakan kertas dari kulit kayu murbei.

5. Perkembangan Sejarah Uang Kertas di Dunia

Sejak kesuksesan penciptaan uang kertas pada masa Dinasti Tang, peradaban terus berkembang dan mulailah terbentuk negara-negara. Keberadaan negara menjadikan aktivitas ekonomi dalam suatu negara membutuhkan mata uang sebagai alat transaksi yang sah. Setelah suatu negara menetapkan mata uang yang sah, biasanya mereka akan mengumumkan kepada seluruh dunia.

Baca juga: 7 Solusi Mencari Uang Tambahan dari Internet yang Gampang!

6. Uang di Masa Kini: E-wallet hingga Koin Digital

Sejarah uang telah berkembang sangat pesat hingga saat ini. Setiap negara kini sudah memiliki mata uang yang sah. Pada tahun 1946, kartu kredit dan debit diperkenalkan sebagai alat transaksi nontunai yang masih kita gunakan sampai sekarang.

Suatu hal yang menjadi pembeda adalah keberadaan teknologi canggih di masa sekarang adalah kehadiran dompet digital (e-wallet) dan QRIS (kode QR Standar Indonesia) sebagai pilihan tambahan untuk transaksi nontunai. Keberadaan e-wallet dan QRIS bikin kamu nggak perlu bawa banyak uang tunai ketika mau bertransaksi secara langsung. Selain itu, transaksi belanja online jadi lebih mudah dengan adanya e-wallet. 

Baca juga: Mudah dan Aman, 5 Keuntungan Aplikasi E-wallet atau Dompet Digital

Teknologi tidak pernah berhenti untuk berkembang, sejarah uang kembali diperpanjang dengan kehadiran Cryptocurrency atau mata uang digital. Kini, kamu bisa bertransaksi secara online dengan menggunakan mata uang digital seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Tezos (XTZ), dan masih banyak lagi.

Kesimpulan

Mempelajari sejarah uang dan melihat perkembangannya yang begitu pesat sampai detik ini jadi suatu hal menarik. Terlebih lagi, di masa depan akan lebih banyak inovasi yang akan hadir sebagai alat untuk bertransaksi. Dengan teknologi yang sudah berkembang pesat, rasanya memiliki uang dalam bentuk tunai ataupun menyimpannya dengan cara konvensional pada rekening bank dan membiarkan nilainya tergerus inflasi bukanlah keputusan bijak.

Sudah saatnya untuk kamu naik level mengikuti perkembangan zaman dengan menempatkan uangmu pada aset investasi. Yuk, naik level bareng tanamduit! Tersedia berbagai pilihan produk mulai dari reksa dana, SBN, emas, dan asuransi. Semua bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan keuanganmu di masa mendatang.

Syafira Maulida
Syafira Maulida

Penulis lulusan Sastra Indonesia yang tertarik dengan dunia musik dan kecantikan. Saat ini, Fira juga sedang mengerjakan projek musik bersama kedua bandnya sebagai vokalis sekaligus komposer lirik.

banner-download-mobile