Home » 7 Tips Investasi Untuk Pemula

7 Tips Investasi Untuk Pemula

oleh | Jan 22, 2021

Pada era teknologi informasi dan komunikasi yang sudah maju pesat seperti sekarang, minat masyarakat terhadap dunia investasi meningkat. Kini, kegiatan investasi dapat dilakukan melalui platform aplikasi di ponsel saja, salah satunya tanamduit.

Ketika #temanduit mendengar istilah investasi, apakah yang terbersit dalam kepala kita? Investasi adalah salah satu cara untuk mengelola keuangan kita dengan menaruh aset atau modal pada produk keuangan tertentu dan mengharapkan imbal hasil di waktu mendatang. Kegiatan investasi cocok dilakukan untuk mencapai berbagai tujuan keuangan baik seperti liburan baik di dalam atau ke luar negeri bersama orang-orang tersayang, membeli kendaraan, mempersiapkan uang muka kepemilikan rumah atau apartemen, biaya pernikahan, biaya pendidikan anak, hingga dana pensiun untuk hari tua nanti.

Namun, buat kamu yang masih pemula dan berniat untuk mulai berinvestasi, pasti kendala umumnya nggak jauh-jauh dari persoalan bingung harus mulai dari mana. Tenang, tanamduit sudah menyiapkan beberapa tips investasi untuk pemula yang bisa kamu ikuti agar kamu bisa memulainya tanpa ragu-ragu lagi!

1. Tentukan tujuan investasi kamu

Financial Plan via Golden Girl Finance

Hal terpenting bagi pemula sebelum memulai investasi adalah menentukan tujuan investasi kamu terlebih dahulu. Kamu harus tahu, untuk apa kamu berinvestasi. Misalnya kamu ingin persiapkan dana darurat, liburan bareng keluarga, menikah di usia 28 tahun, membeli kendaraan pribadi, atau membayar biaya naik haji orang tua kamu.

Memiliki tujuan investasi artinya memiliki mimpi dan komitmen untuk mencapai tujuan. Tanpa adanya tujuan investasi, kamu ibarat ngendarain mobil, tapi nggak tahu tujuannya ke mana. Jadi, mungkin kamu akan hanya berputar-putar di jalan dan akan kembali ke tempat semula.

2. Hitung biaya yang kamu butuhkan & jangka waktu untuk mencapai tujuan tersebut

Budget via Freepik 

Setelah kamu menentukan tujuan investasi kamu, hitunglah, kira-kira untuk mewujudkan tujuan tersebut, berapa besar biaya yang dibutuhkan nantinya. Kamu juga perlu mengecek berapa banyak dana yang sudah kamu punya sekarang. Barulah kemudian, kamu bisa perkirakan jangka waktu investasi kamu. Misalnya, kamu ingin membayar down payment (DP) rumah sebesar Rp75 juta dan berencana membelinya tiga tahun dari sekarang. Kamu juga perlu mengecek berapa banyak dana yang sudah kamu punya sekarang. Dengan menghitung biaya yang dibutuhkan, mengecek dana yang ada sekarang, serta menetapkan target waktu untuk mencapai tujuan tersebut, kamu akan tahu, berapa besar yang harus disisihkan setiap bulannya agar tujuan tersebut tercapai pada waktu yang ditentukan.

3. Pilihlah produk investasi yang sesuai dengan tujuan keuangan dan profil risiko kamu

Mutual Funds via Razor Pay

Misalnya, kamu sudah menetapkan nih, bahwa tiga tahun dari sekarang, kamu akan membayar DP rumah sebesar Rp75 juta. Sekarang, kamu tinggal pilih produk investasi manakah yang cocok dengan tujuan keuangan kamu.

Kalau dilihat dari jangka waktu untuk mencapai tujuan di atas, produk investasi yang bisa kamu pilih adalah reksa dana pendapatan tetap dan/atau reksa dana pasar uang. Kedua produk ini memiliki risiko rendah (reksa dana pasar uang) hingga menengah (reksa dana pendapatan tetap). Kedua jenis reksa dana ini cocok untuk pemula yang mau berinvestasi jangka pendek sampai menengah, karena nilainya cenderung lebih stabil dibandingkan dengan reksa dana saham.

Jika tujuan investasi kamu masih lama, misalnya untuk dana pensiun yang periodenya > 10 tahun dari sekarang dan kamu adalah seorang risk taker, kamu bisa berinvestasi di reksa dana saham. Dalam jangka panjang > 5 tahun, nilai portofolio reksa dana saham umumnya lebih tinggi dari bunga deposito di bank. Berikut tabel rekomendasi produk berdasarkan jangka waktu investasi: 

Jangka waktu investasi Rekomendasi produk
1—2 tahun Reksa dana pasar uang
2—5 tahun Reksa dana pendapatan tetap & reksa dana campuran
>5 tahun Reksa dana saham

 

4. Bingung pilih produk reksa dana yang mana?

 

Dalam aplikasi tanamduit terdapat banyak pilihan produk reksa dana dari berbagai perusahaan Manajer Investasi. Buat pemula yang bingung mau pilih produk yang mana, kamu bisa menggunakan fitur top performance yang ada di aplikasi tanamduit. Melalui fitur tersebut kamu bisa melihat top 5 produk reksa dana berdasarkan performa harian, bulanan, tahunan, hingga performa sejak awal produk tersebut diluncurkan. Jadi, nggak perlu bingung lagi nentuin mau beli produk reksa dana yang mana, deh.

Namun, kamu perlu memahami bahwa kinerja masa lalu suatu produk reksa dana bukan menjadi jaminan kinerja produk tersebut di masa mendatang. Kinerja masa lalu hanya menggambarkan karakter dan konsistensi kinerjanya dibandingkan dengan tolok ukurnya. Misalnya, kinerja suatu reksa dana saham dibandingkan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), atau kinerja reksa dana pasar uang dibandingkan dengan bunga deposito perbankan.

Baca juga: Tutorial Lengkap Cara Investasi Reksa Dana Untuk Pemula

5. Rutin berinvestasi tiap bulan

Consistency via News Mind & Machine

Dapat dipastikan bahwa sebagian besar dari kita semua mengandalkan pendapatan bulanan yang sebagiannya disisihkan untuk mencapai cita-cita di masa mendatang. Pendapatan bulanan yang disisihkan ini menjadi salah satu kunci utama dalam berinvestasi. Jumlah yang kamu investasikan mungkin bisa disesuaikan dengan kemampuan kamu tiap bulan, berapa pun jumlahnya, jadikan investasi sebagai rutinitas bulanan yang jangan sampai terlewat. tanamduit sarankan, kamu biasakan diri untuk berinvestasi di awal bulan untuk menjaga rutinitas investasimu. Jadikan investasi sebagai salah satu prioritas pengeluaran kamu setelah gajian, tidak perlu menunggu sisa uang di akhir bulan. Dengan rutin berinvestasi, tujuan keuangan kamu di masa mendatang nggak cuma jadi angan-angan aja, melainkan akan jadi kenyataan.

6. Jangan terpengaruh dengan perubahan nilai reksa dana harian

Thoughtful mind via Freepik

Harga reksa dana, terutama reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, dan reksa dana saham pasti naik turun dalam jangka pendek. Namun, jangka panjang, nilai investasi kamu akan naik. Contohnya, reksa dana pendapatan tetap sebagai investasi yang cocok untuk tujuan keuangan jangka menengah nilainya akan naik dalam kurun waktu 2—5 tahun ke depan. Oleh karena itu, buat kamu yang punya tujuan keuangan dalam jangka waktu menengah disarankan untuk memilih produk reksa dana pendapatan tetap.

7. Memperkaya pengetahuan seputar investasi

Self knowledge via Freepik

Sebagai investor pemula, tips investasi paling pamungkas untuk kamu adalah memperkaya pengetahuan seputar investasi. Minimal, kamu paham pengetahuan dasar tentang investasi. Pada zaman canggih seperti sekarang, banyak kanal di media sosial yang bisa kamu gunakan untuk belajar dan cari tahu informasi mengenai investasi. Kamu juga bisa masuk ke dalam komunitas-komunitas investasi digital untuk bertukar pengetahuan dengan sesama investor lainnya. Dengan memperkaya pengetahuan kamu seputar investasi, tentu kamu nggak akan bingung lagi untuk mengelola portofolio investasi ke depannya.

“Di mana ada kemauan, di situ ada jalan.” Dalam hal investasi, jalannya sudah ada. Selain kemudahan akses untuk berinvestasi via digital, salah satunya melalui tanamduit, kini investasi bisa dimulai dengan nominal yang terjangkau, mulai dari Rp10 ribu saja. Sekarang adalah tinggal seberapa kuat kemauan kamu untuk mewujudkan tujuan keuangan kamu?

Nah, apa #temanduit sudah dapat pencerahan dengan membaca beberapa tips investasi untuk pemula di atas? Kamu juga bisa lho, mendiskusikannya ke komunitas tanamduit di Telegram bersama #temanduit lainnya. Yuk, join komunitas tanamduit di Telegram sekarang melalui aplikasi tanamduit!

 

 

Penulis: Syafira Maulida

 

banner-download-mobile