Home » Apa Itu Stock Split? Kenali Dampaknya Bagi Perusahaan & Investor!

Apa Itu Stock Split? Kenali Dampaknya Bagi Perusahaan & Investor!

oleh | Apr 13, 2022

Setiap perusahaan yang telah go public umumnya akan menerbitkan saham untuk dijual kepada masyarakat atau calon investor melalui bursa efek. Dalam dunia investasi saham, istilah stock split tidaklah asing. Yuk, kita kupas tuntas seputar stock split serta manfaat dan dampaknya pada artikel berikut!

Pengertian Stock Split

Stock split adalah sebuah aksi korporasi dari perusahaan atau emiten untuk memecah harga saham sesuai dengan rasio yang perusahaan tentukan. Jadi, sederhananya, stock split bisa kita sebut sebagai pemecahan nilai saham. Tujuannya adalah menurunkan harga dan meningkatkan jumlah saham yang beredar.

Sebagai contoh, rasio yang perusahaan tentukan adalah 1:5. Harga saham per lembarnya adalah Rp10.000,-. Artinya, harga per lembarnya dibagi lima menjadi Rp2.000,-/lembar. Meskipun harganya menjadi lebih rendah dari sebelum dilakukan kebijakan ini, namun jumlah kepemilikan lot saham jadi 5 kali lebih besar, lho.

Contoh Stock Split

Beberapa waktu yang lalu, bank BCA mengambil kebijakan pemecahan nilai saham dengan rasio 1:5. Nilai nominal per saham BCA awalnya adalah Rp62,5. Setelah melakukan pemecahan nilai, nominal per lembarnya menjadi Rp12,5. 

Umumnya emiten yang mengambil kebijakan ini memiliki fundamental perusahaan bagus, namun harga sahamnya sudah mencapai titik tertinggi. Emiten juga berharap jumlah investor ritel terus meningkat dengan adanya pemecahan nilai saham perusahaan seperti ini.

Selain BBCA yang baru-baru ini melakukan stock split, emiten yang telah melakukan ini lebih dahulu di antaranya adalah:

  1. PT Bank Mandiri (Persero), Tbk. (BMRI)
  2. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. (BBRI)
  3. PT HM Sampoerna, Tbk. (HMSP)
  4. PT Indofood Sukses Makmur, Tbk. (INDF)
  5. PT Unilever Indonesia, Tbk. (UNVR)
  6. PT Buyung Poetra Sembada, Tbk. (HOKI)
  7. PT Garudafood Putra Putri Jaya, Tbk. (GOOD)

Reverse Stock

Istilah ini merupakan kebalikannya yang artinya penggabungan saham. Pelaksanaan reverse stock umumnya bertujuan sebagai kebutuhan dan pemenuhan ketentuan peraturan perundang-undangan sehubungan dengan penambahan modal perusahaan terkait. Dampaknya adalah jumlah saham perusahaan yang beredar jadi berkurang, tetapi di sisi lain harganya mengalami kenaikan. Namun, perlu kamu ketahui bahwa sampai saat ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih terus mengkaji aturan mengenai stock split dan reverse stock agar ke depannya emiten-emiten tidak bisa secara sembarangan melakukan kedua aksi korporasi di atas.

Kekurangan Lumpsum

Di sisi lain, berinvestasi dengan cara lumpsum cukup berisiko, terutama bagi investor pemula, karena kalau timingnya investasinya tidak tepat, maka berpotensi memberikan kerugian cukup besar juga.  Selain itu, modal investasinya cukup besar sehingga bisa menyulitkan investor yang dana investasinya masih terbatas. Oleh karena itu, strategi lumpsum cocok untuk kamu yang berorientasi investasi untuk jangka menengah dan panjang serta memiliki toleransi risiko cukup tinggi.

Dampak Pemecahan Nilai Saham Bagi Perusahaan dan Investor

Bagi Perusahaan

1. Meningkatkan jumlah saham yang beredar di pasar modal

2. Saham menjadi lebih likuid sehingga volume transaksi di pasar modal bisa meningkat

3. Mampu menarik investor baru dengan harga lebih terjangkau

Bagi Investor

1. Jumlah kepemilikan lot saham investor menjadi bertambah, otomatis porsi kepemilikan atas perusahaan jadi bertambah juga, bukan?

2. Bagi calon investor baru, harganya jauh lebih terjangkau

Kesimpulan

Pelaksanaan kebijakan stock split oleh emiten sama-sama memberikan keuntungan bagi perusahaan maupun investor. Jadi, kalau sewaktu-waktu emiten yang punya reputasi dan fundamental perusahaan baik mau melakukan aksi perusahaan seperti ini, kamu bisa menjadikannya momentum emas untuk punya kepemilikan atas perusahaan tersebut.

Kamu masih pemula dan belum punya keberanian untuk mulai berinvestasi saham secara langsung? Investasi reksadana adalah solusi jitu untuk pemula investasi! Di tanamduit, terdapat berbagai pilihan produk reksadana yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan, mulai dari reksadana pasar uang (RDPU), reksadana pendapatan tetap (RDPT), reksadana campuran (RDC), dan reksadana saham (RDS). Kamu bisa baca lebih lanjut mengenai reksadana pada artikel berikut: Apa Itu Reksadana? Pengertian, Jenis, Keuntungan, dan Risikonya

Secara garis besar, reksadana adalah sebuah wadah dana kolektif dari para investor yang dikelola oleh ahlinya, yaitu Manajer Investasi untuk mereka alokasikan pada produk investasi seperti deposito, surat berharga, surat utang (obligasi), dan saham. Jadi, nggak usah bingung lagi untuk pilah-pilih produk investasi yang tepat.

Yuk, mulai investasi reksadana di tanamduit sekarang!

Syafira Maulida
Syafira Maulida

Penulis lulusan Sastra Indonesia yang tertarik dengan dunia musik dan kecantikan. Saat ini, Fira juga sedang mengerjakan projek musik bersama kedua bandnya sebagai vokalis sekaligus komposer lirik.

banner-download-mobile