Home » Apa Itu Reksa Dana: Pengertian, Jenis, Keuntungan dan Risikonya

Apa Itu Reksa Dana: Pengertian, Jenis, Keuntungan dan Risikonya

oleh | Des 3, 2020

Apa itu Reksa Dana?

Reksa dana berasal dari bahasa Jawa kuno yang berarti menjaga dana atau aset. Masyarakat dunia secara luas sering menyebut investasi ini sebagai mutual fund. Dalam bahasa Indonesia, istilah tersebut berarti dana bersama atau dana kolektif.

Jadi, reksa dana adalah sebuah wadah untuk mengumpulkan dana kolektif dari masyarakat. Kemudian, Manajer Investasi (MI) akan mengelola dana kolektif tersebut dan mengalokasikannya ke dalam bentuk portofolio efek seperti surat utang (obligasi), atau surat berharga lainnya.  Dalam hal ini, MI bertindak sebagai pihak yang mengalokasikan dana kelola investasi ke berbagai aset seperti seorang supir yang mengantar penumpangnya sampai tujuan. 

Investasi Reksa Dana di Indonesia

Seorang investor juga perlu memperkaya pengetahuan investasi. Produk reksa dana di Indonesia rilis pertama kali pada Juli 1996 oleh perusahaan Manajer Investasi (MI) tertua di Indonesia, yaitu PT Danareksa Investment Management. Perusahaan tersebut merupakan salah satu anak perusahaan PT Danareksa (Persero) yang bergerak di bidang usaha investment banking. Berdasarkan data di situs OJK (Desember 2020), terdapat 97 perusahaan yang beroperasi sebagai MI. Situs OJK mencatat bahwa produk yang terdaftar ada sebanyak 3.987 produk dengan total dana kelolaan sebesar Rp529 Triliun.

Pemerintah mengatur kegiatan investasi ini melalui Undang-Undang Pasar Modal No.8 Tahun 1995. Selain itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dulunya bernama Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) mengatur dan mengawasi para agen penjual reksa dana (APERD).

Jenis-jenis Reksa Dana

Selain mengetahui apa itu reksa dana, kamu juga perlu mengetahui jenis-jenisnya. Setiap jenis produk ini memiliki perbedaan dalam hal tujuan, strategi, risiko, dan besaran biayanya. Berikut merupakan penjelasan selengkapnya.

1. Reksa dana pasar uang (RDPU)

  • Portofolio investasi 100 persen akan manajer investasi (MI) alokasikan pada deposito dan surat utang yang jatuh temponya < 1 tahun;
  • Risiko investasi paling rendah, karena underlying asset berupa deposito dan/atau utang yang jatuh temponya < 1 tahun memiliki risiko yang sangat rendah;
  • Cocok kamu gunakan sebagai investasi jangka pendek seperti kebutuhan akan dana darurat.

2. Reksa dana pendapatan tetap (RDPT)

  • Portofolio investasi minimal 80 persen MI alokasikan pada surat utang yang jatuh temponya > 1 tahun;
  • Risiko investasi rendah sampai menengah, karena underlying assetnya berupa surat utang yang jatuh temponya > 1 tahun memiliki risiko menengah;
  • Potensi imbal hasil lebih baik kalau kamu bandingkan dengan RDPU;
  • Cocok kamu gunakan untuk investasi jangka menengah (2—5 tahun)

3Reksa dana campuran (RDC)

  • Portofolio investasi sifatnya fleksibel, yaitu 1—79 persen pada surat utang atau saham, dan 0—20 persen pada deposito bank;
  • Risiko investasi menengah sampai tinggi;
  • Potensi imbal hasil dalam jangka panjang lebih baik dari RDPT;
  • Cocok kamu gunakan untuk investasi jangka menengah (2—5 tahun)

4. Reksa dana saham (RDS)

  • Portofolio investasi minimal 80 persen pada saham;
  • Risiko investasi tinggi;
  • Potensi imbal hasil yang paling tinggi kalau kamu bandingkan jenis RD lainnya;
  • Cocok kamu gunakan untuk investasi jangka panjang (>5 tahun)

Keuntungan Investasi Reksa Dana

1. Investasi Terjangkau

Investasi reksa dana adalah investasi kolektif yang memungkinkan seorang investor dapat mulai investasi dengan modal terjangkau sehingga cocok bagi investor pemula. Bahkan, aplikasi penyedia layanan investasi juga menawarkan pembelian produk ini mulai dari 10 ribu, seperti aplikasi tanamduit. Jadi, kamu tidak perlu menunggu masa tua dan berpenghasilan fantastis untuk berinvestasi. 

2. Fleksibel

Kamu bisa membeli produk ini sesuai dengan kebutuhan dan tujuan keuangan kamu. Jika kamu ingin menyiapkan dana darurat, DP beli rumah, mempersiapkan dana untuk menikah, atau mulai nyicil  biaya pendidikan anak saat berkeluarga, maka kamu dapat mulai mengalokasikan sebagian penghasilanmu ke reksa dana. Nah, kamu bisa melakukan diversifikasi investasi kamu sebagai berikut.

    • RDPU untuk mempersiapkan dana darurat.
    • RDPT dan RDC membayar DP beli rumah dan biaya pernikahan, 
    • Kamu bisa membeli produk RDS untuk biaya pendidikan anak setelah berkeluarga. 

3. Dana Dikelola oleh Manajer Investasi Profesional

Manajer Investasi (MI) profesional akan mengelola dana dan membuat keputusan berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang sangat mendalam. Jadi, kamu tidak perlu mengkhawatirkan alokasi dana untuk berbagai instrumen karena (MI) yang akan mengoptimalkan dana kelola tersebut.

4. Aman, terdaftar dan di bawah pengawasan OJK

Setiap perusahaan pengelola reksa dana harus memiliki izin dan mendapatkan pengawasan dari OJK sebagai perusahaan Manajer Investasi. Untuk itu, dana investor aman dari praktek ilegal. Jadi, imbal hasilmu menjadi lebih optimal dan terhindar dari penipuan.

5. Hasil Investasi Bukan Objek Pajak

Reksa dana ini bukan merupakan objek pajak. Oleh karena itu, kamu dapat memperoleh imbal hasil yang lebih optimal karena dapat mencairkan atau menjual lagi kepemilikan RD dengan mudah tanpa terbebani oleh pajak.

Risiko Investasi Reksa Dana

Berikut merupakan risiko investasi yang harus kamu ketahui.

1. Risiko Penurunan Harga

Perubahan harga aset menyebabkan naik turunnya harga reksa dana. Nilai aktiva bersih per unit penyertaan (NAB/UP) menjadi cerminan harganya. Kamu dapat menghitung nilai semua aset investasi dalam sebuah produk reksa dana dan dikurangi dengan semua biaya kemudian dibagi dengan jumlah unit yang beredar.

Adanya risiko pasar (market risk) mempengaruhi harga instrumen ini di setiap hari bursa. Produk RDS menjadi produk yang fluktuatif dalam jangka waktu  pendek karena terdiri dari paling sedikit 80% saham. Sementara itu, RDPU memiliki risiko yang rendah karena produknya terdiri dari deposito dan obligasi.

2. Risiko Pencairan Dana

Saat melakukan pencairan dana, manajer investasi akan menyiapkan dana pencairan reksa dana. Proses pencairan (redemption) menghabiskan waktu maksimal tujuh hari kerja. Investor akan menerima hasil pencairannya di hari bursa.

3. Risiko Gagal Bayar

Jika emiten, bank kustotian, APERD, atau pialang gagal memenuhi kewajibannya, maka investor dapat mengalami gagal bayar. Jadi, sebuah produk reksa dana yang memiliki  instrumen aset yang tidak dapat memenuhi kewajibannya dapat mempengaruhi kinerjanya. 

Setelah mengetahui apa itu reksa dana, kamu bisa memulai investasinya mulai dari sekarang. Di tanamduit, kamu bisa pilih berbagai pilihan produk reksa dana yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuanmu. Mulai dari 10 ribu, kamu sudah bisa mulai investasimu di aplikasi tanamduit. Yuk, capai tujuan investasimu bersama tanamduit!

Syafira Maulida
Syafira Maulida

Penulis lulusan Sastra Indonesia yang tertarik dengan dunia musik dan kecantikan. Saat ini, Fira juga sedang mengerjakan projek musik bersama kedua bandnya sebagai vokalis sekaligus komposer lirik.

banner-download-mobile