Home » Lebih Dekat dengan Reksa Dana Pendapatan Tetap

Lebih Dekat dengan Reksa Dana Pendapatan Tetap

oleh | Mar 26, 2021

Apa itu reksa dana pendapatan tetap?

Reksa dana pendapatan tetap adalah jenis reksa dana yang menginvestasikan 80% dana kelolaannya pada produk obligasi atau efek utang. Produk obligasi yang terdapat dalam reksa dana pendapatan tetap jatuh temponya >1 tahun. Imbal hasil dari reksa dana pendapatan tetap dipengaruhi oleh beberapa aspek, di antaranya tingkat suku bunga acuan dan nilai tukar Rupiah dengan USD. Berbeda dengan produk reksa dana pasar uang, pertumbuhan nilai reksa dana pendapatan tetap berbanding terbalik dengan tingkat suku bunga acuan. Jadi, misalnya suku bunga acuan turun, harga obligasi akan naik. Otomatis, imbal hasil dari reksa dana pendapatan juga meningkat.

 

 Fixed income via Freepik

Selain itu, produk reksa dana, termasuk jenis reksa dana pendapatan tetap mudah dicairkan kapan pun, tanpa adanya uang penalti, yang dapat dikenakan ke kita saat mencairkan deposito sebelum tanggal jatuh temponya.

Kalau pada artikel sebelumnya kita kupas tuntas seputar reksa dana pasar uang, kali ini kita akan kupas tuntas mengenai Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT). Reksa dana pendapatan tetap merupakan salah satu jenis reksa dana dengan kategori risiko menengah yang cocok untuk tujuan investasi jangka 1–3 tahun. RDPT tepat banget buat kamu yang ingin mempersiapkan dana untuk persiapan menikah, menabung untuk membeli motor atau mobil maupun buat berangkat umroh dan haji. Yuk, cari tahu lebih lanjut!

Baca juga: Tutorial Lengkap: Cara Investasi Reksa Dana Untuk Pemula

Keuntungan berinvestasi reksa dana pendapatan tetap

Ada beberapa alasan kenapa kamu bisa mempertimbangkan reksa dana pendapatan tetap sebagai salah satu pilihan investasimu.

1. Risiko lebih rendah dibandingkan reksa dana saham

Profil risiko adalah gambaran diri kita ketika harus menghadapi risiko dari investasi. Umumnya, pemula investasi kurang memahami hal ini. Sering kali mereka mengharapkan imbal hasil yang tinggi, tetapi tidak bisa menoleransi risiko yang tinggi juga. Padahal, prinsip dasar dari investasi adalah “makin tinggi imbal hasil/untungnya, makin besar juga risikonya. Semakin besar imbal hasil yang akan didapat, semakin tinggi juga risikonya. Secara umum, profil risiko terbagi menjadi tiga kategori, yaitu: konservatif (toleransi yang rendah terhadap risiko), moderat (toleransi menengah terhadap risiko), dan agresif.(toleransi yang tinggi terhadap risiko).

 

Medium risk via Arkana Finance

Jika dibandingkan dengan reksa dana saham, reksa dana pendapatan tetap memiliki risiko yang lebih rendah. Naik turunnya harga obligasi tidak sefluktuatif reksa dana saham. Kalau jangka waktu investasi kamu berada di rentang 1-3 tahun, reksa dana pendapatan tetap cocok menjadi pilihan kamu, karena pada rentang waktu tersebut, Nilai Aktiva Bersih (NAB)-nya cenderung stabil dan mengalami kenaikan.

2. Imbal hasil yang lebih baik dibandingkan deposito & reksa dana pasar uang

 

Medium return via Road To Wellbeing

Kalau dibandingkan menaruh uang dalam bentuk deposito ataupun reksa dana pendapatan uang, tentunya imbal hasil RDPT ini dapat menjadi pilihan yang lebih baik. Namun, temanduit juga harus ingat bahwa Reksa Dana Pendapatan Tetap termasuk ke dalam medium risk-medium return, dibandingkan dengan Reksa Dana Pasar Uang yang termasuk low risk-low return.

3. Double untung dari Capital Gain & Dividen!

Kita bisa mendapatkan potensi keuntungan dari dua sumber lho. Selain mendapatkan keuntungan dari instrumen obligasi yang memberikan pendapatan tetap sesuai perjanjian dalam persentase tertentu (yield coupon), kita juga mendapatkan keuntungan dari dividen yang dibagikan. Keuntungan hampir pasti inilah yang membuatnya termasuk ke dalam salah satu asset fixed income.

Fixed income benefits via Wallstreet Mojo

Nah, tapi #temanduit juga perlu memahami mengenai skema obligasi pada produk RDPT. Pada kebanyakan RDPT umumnya kupon yang didapatkan selanjutnya akan digunakan lagi untuk berinvestasi. Inilah yang menyebabkan harga reksa dana (Nilai Aktiva Bersih) mengalami kenaikan per unitnya sehingga kita akan mendapatkan capital gain.

Ada juga beberapa produk RDPT yang membagikan dividen setiap periode waktu tertentu. Namun pembagian dividen ini akan menekan Nilai Aktiva Bersih kita, meskipun Unit Penyertaan reksadana kita bertambah.

Berinvestasi di reksa dana pendapatan tetap memang berpotensi mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan produk reksa dana pasar uang, terlebih lagi apabila jangka waktu investasi antara 1—3 tahun. Oleh karena itu, penting banget untuk mengenali terlebih dahulu tujuan investasi, jangka waktu investasi, dan target dana yang ingin kamu capai. Melalui aplikasi tanamduit, kamu bisa berinvestasi reksa dana, SBN, dan emas dalam satu aplikasi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan investasi kamu. 

Yuk, mulai berinvestasi di tanamduit

 

Penulis: Syafira Maulida

banner-download-mobile