Home » Reksa Dana Pendapatan Tetap: Pengertian, Risiko, dan Keuntungan

Reksa Dana Pendapatan Tetap: Pengertian, Risiko, dan Keuntungan

oleh | Jan 3, 2022

Apa Itu Reksa Dana Pendapatan Tetap?

Reksa dana pendapatan tetap adalah jenis reksa dana yang menginvestasikan 80% dana kelolaannya pada produk obligasi atau efek utang. Instrumen investasi ini berisi produk obligasi yang memiliki jatuh temponya >1 tahun.

Imbal hasil reksa dana ini mengacu tingkat suku bunga acuan dan nilai tukar Rupiah dengan USD. Pertumbuhan reksa dana ini juga berbeda dengan produk reksa dana pasar uang. Jika suku bunga acuan turun, maka harga obligasi akan naik. Kenaikan harga obligasi mempengaruhi jumlah imbal hasil dari reksa dana secara otomatis.

Jenis reksa dana pendapatan tetap mudah dicairkan kapan pun tanpa adanya biaya tambahan. Jadi, investor tidak perlu menanggung biaya pinalti, berbeda dengan pencairan dana deposito sebelum tanggal jatuh temponya. Selain itu, reksa dana ini juga memberikan tingkat pengembalian yang cenderung stabil.

 Risiko Reksa Dana Pendapatan Tetap

 

Profil risiko menjadi gambaran investor saat menghadapi risiko investasi. Namun, investor pemula kurang memahami hal ini. Umumnya, investor pemula mengharapkan imbal hasil yang tinggi, tetapi tidak bisa menoleransi risiko yang tinggi juga. Padahal, investasi memiliki prinsip dasar “makin tinggi imbal hasil/untungnya, makin besar juga risikonya.

Jika sebuah instrumen investasi memiliki imbal hasil yang besar, maka risiko investasi akan semakin tinggi. Secara umum, profil risiko terbagi menjadi tiga kategori, yaitu konservatif (toleransi yang rendah terhadap risiko), moderat (toleransi menengah terhadap risiko), dan agresif (toleransi yang tinggi terhadap risiko).

Reksa dana pendapatan tetap merupakan salah satu jenis reksa dana dengan kategori risiko menengah yang cocok untuk tujuan investasi jangka 1–3 tahun. RDPT menjadi pilihan tepat bagi investor moderat yang ingin mempersiapkan dana pernikahan, menabung untuk membeli motor atau mobil ataupun dana berangkat umroh dan haji. 

Baca juga: Tutorial Lengkap: Cara Investasi Reksa Dana Untuk Pemula

Keuntungan Reksa Dana Pendapatan Tetap

Sebelum memulai investasi, investor perlu dapat mempertimbangkan keuntungan produk investasi ini sebagai sebagai salah satu pilihan investasimu.

1. Risiko Lebih Rendah dari Reksa Dana Saham

Produk reksa dana pendapatan tetap memiliki risiko yang lebih rendah daripada reksa dana saham. Naik turunnya harga obligasi yang tidak sefluktuatif reksa dana saham. Jika kamu memiliki rencana investasi dalam jangka waktu 1-3 tahun, maka jenis investasi ini menjadi pilihan yang tepat karena Nilai Aktiva Bersih (NAB) jenis reksa dana ini cenderung stabil dan mengalami kenaikan.

2. Imbal Hasil Lebih Tinggi dari Deposito dan Reksa Dana Pasar Uang

Jika kamu berencana investasi jangka menengah atau jangka panjang, maka kamu dapat memilih investasi reksa dana pendapatan tetap. Kamu dapat memperoleh imbal hasil yang  lebih baik daripada investasi deposito atau reksa dana pasar uang. Namun, temanduit juga harus ingat bahwa reksa dana pendapatan tetap termasuk ke dalam medium risk-medium return, berbeda dengan reksa dana pasar uang yang termasuk low risk-low return.

3. Double Untung dari Capital Gain & Dividen

Kita bisa mendapatkan potensi keuntungan dari dua sumber, lho. Selain mendapatkan keuntungan dari instrumen obligasi yang memberikan pendapatan tetap sesuai perjanjian dalam persentase tertentu (yield coupon), investor dapat memperoleh keuntungan dari dividen yang dibagikan. Keuntungan tersebut membuat instrumen investasi ini masuk ke dalam salah satu asset fixed income.

Seorang investor juga perlu memahami skema obligasi pada produk RDPT. Umumnya, kupon yang didapatkan selanjutnya akan digunakan lagi untuk berinvestasi. Hal itu menyebabkan harga reksa dana (Nilai Aktiva Bersih) mengalami kenaikan per unitnya sehingga kita akan mendapatkan capital gain.

Ada juga beberapa produk RDPT yang membagikan dividen setiap periode waktu tertentu. Namun, pembagian dividen ini akan menekan Nilai Aktiva Bersih, meskipun Unit Penyertaan reksadana bertambah. Di samping itu, tidak semua produk obligasi memberikan return atau imbal hasil dari dividen.

Instrumen investasi ini berpotensi mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi  untuk jangka waktu investasi antara 1—3 tahun. Oleh karena itu, investor harus mengenali terlebih dahulu tujuan investasi, jangka waktu investasi, dan target dana yang ingin dicapai. Melalui aplikasi tanamduit, kamu bisa berinvestasi reksa dana, SBN, dan emas dalam satu aplikasi sesuai dengan tujuan investasi kamu. Yuk, mulai berinvestasi di tanamduit dan wujudkan impanmu!

Syafira Maulida
Syafira Maulida

Penulis lulusan Sastra Indonesia yang tertarik dengan dunia musik dan kecantikan. Saat ini, Fira juga sedang mengerjakan projek musik bersama kedua bandnya sebagai vokalis sekaligus komposer lirik.

banner-download-mobile