Home » Tutorial Lengkap: Cara Investasi Reksa Dana Untuk Pemula

Tutorial Lengkap: Cara Investasi Reksa Dana Untuk Pemula

oleh | Sep 17, 2021

Pada era modern seperti sekarang, minat masyarakat pada dunia investasi semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang sangat pesat. Pada prinsipnya, investasi menjadi salah satu cara untuk mengelola keuangan dengan menaruh aset atau modal pada produk keuangan tertentu dan mengharapkan imbal hasil di kemudian hari. Investasi reksa dana jadi salah satu produk yang perbincangan hangat di masyarakat belakangan ini.

1. Apa Itu Reksa Dana?

Istilah reksa dana berasal dari bahasa Jawa kuno yang artinya “menjaga dana”. Sementara itu, masyarakat dunia mengenal investasi ini dengan istilah mutual fund, atau dana kolektif. Gampangnya, reksa dana dapat kita pahami sebagai sebuah wadah yang berisi dana kolektif dari masyarakat. Dana kolektif tersebut kemudian dikelola dalam bentuk beragam portofolio efek atau produk investasi. produk investasinya bisa berupa deposito, saham, surat utang (obligasi), dan surat berharga lainnya oleh perusahaan Manajer Investasi yang sudah memiliki izin dan diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Setiap perusahaan manajer investasi memiliki ahli-ahli investasi yang bertugas mengelola dana-dana kita. Para ahli  ini juga wajib memiliki izin khusus dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

2. Bagaimana Cara Kerja Investasi Reksa Dana?

Investasi reksa dana merupakan salah satu investasi yang cukup mudah untuk dipahami. Cara kerja dari produk ini cukup sederhana. Perusahaan manajer investasi akan mengumpulkan sejumlah dana dari investor, yaitu kita. Kemudian, total dana yang terkumpul dari para investor dalam satu reksa dana akan diinvestasikan ke berbagai produk investasi seperti deposito, saham, obligasi, dan surat berharga lain sesuai dengan jenis reksa dana yang kamu pilih.

Baca juga: Memilih Manajer Investasi yang Tepat Buat Kamu

Misalnya kamu berinvestasi pada produk reksa dana pasar uang, maka perusahaan manajer investasi akan mengelola 100% dana tersebut pada produk pasar uang seperti deposito dan surat utang yang jatuh temponya < 1 tahun. Setiap investor yang ada pada satu produk reksa dana akan memperoleh keuntungan yang sama, tentunya sesuai besarnya modal investasi masing-masing. Lalu, secara berkala, kamu sebagai investor akan menerima laporan investasi dari perusahaan manajer investasi yang secara umum berisi kinerja produk dan alokasi portofolio dalam periode tertentu atau sering disebut Fund Fact Sheet (FFS).

3. Macam-macam Produk Reksa Dana

Ada beberapa jenis reksa dana yang wajib kamu ketahui, terutama jenis yang paling populer di Indonesia. Tiap jenis reksa dana memiliki perbedaan dalam hal tujuan investasi, jangka waktu investasi, strategi investasi, risiko, dan biayanya.

3.1. Reksa dana pasar uang

Reksa dana pasar uang adalah produk reksa dana yang menginvestasikan 100 persen dana kelolaannya pada produk pasar uang. Produk pasar uang yang dimaksud terdiri dari deposito perbankan dan surat utang (obligasi) bisa berupa surat utang perusahaan maupun Surat Berharga Negara yang jatuh temponya <1 tahun.

Imbal hasil dari reksa dana pasar uang dipengaruhi oleh perubahan tingkat suku bunga acuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI). Kalau dibandingkan dengan jenis reksa dana lainnya, reksa dana pasar uang memiliki risiko investasi paling rendah, karena dana kelolaannya dialokasikan ke deposito dan surat berharga yang jatuh temponya <1 tahun. Makanya nggak heran kalau risikonya paling kecil dibandingkan produk lainnya. Produk ini cocok untuk investor yang ingin berinvestasi jangka pendek dan pertumbuhan nilainya stabil, serta para investor yang baru mulai belajar berinvestasi.

Baca juga: Lebih Dekat dengan Reksa Dana Pasar Uang

3.2. Reksa dana pendapatan tetap

Reksa dana pendapatan tetap adalah jenis reksa dana yang mengalokasikan minimal 80 persen dan maksimum 95 persen dana kelolaannya pada produk obligasi atau efek utang yang jatuh temponya > 1 tahun. Sementara itu, sisanya maksimum 20%, minimum 5% diinvestasikan pada produk pasar uang seperti deposito dan surat utang yang jatuh temponya < 1 tahun.

Imbal hasil dari reksa dana pendapatan tetap dipengaruhi oleh suku bunga acuan BI dan nilai tukar USD terhadap Rupiah. Perlu kamu ketahui bahwa tingkat suku bunga acuan berbanding terbalik dengan pertumbuhan nilai reksa dana pendapatan tetap. Semisal suku bunga acuan rendah, harga obligasi akan naik; sebaliknya, saat suku bunga acuan tinggi, harga obligasi akan turun. 

Produk ini cocok untuk investor yang ingin berinvestasi jangka menengah (2–5 tahun) dan ingin mendapatkan imbal hasil yang lebih besar dibanding deposito dan reksa dana pasar uang.

Baca juga: Lebih Dekat dengan Reksa Dana Pendapatan Tetap

3.3. Reksa dana campuran

Sebagaimana namanya, reksa dana campuran berisi berbagai macam produk investasi, di antaranya obligasi, saham, dan deposito. Reksa dana campuran mengalokasikan 1–79 persen dana kelolaannya pada produk obligasi atau saham dan 0–20 persen sisanya dialokasikan pada produk deposito bank.

Reksa dana campuran cocok buat kamu yang punya jangka waktu investasi menengah sampai jangka panjang. Reksa dana campuran merupakan produk yang paling fleksibel, lho. Misalnya, suatu waktu pasar saham sedang naik, maka perusahaan manajer investasi akan menambah porsi dana kelolaannya pada produk saham. Sebaliknya, kalau pasar saham sedang turun, perusahaan manajer investasi akan meningkatkan porsi dana kelolaannya pada produk obligasi dan deposito.

 3.4. Reksa dana saham

Reksa dana saham merupakan reksa dana yang mengalokasikan minimal 80 persen dana kelolaannya pada produk saham. Jadi, perusahaan manajer investasi yang mengelola dana investasimu beserta dana investor lainya, akan membeli dan menjual saham sesuai analisa ahlinya. Keuntungan dan kerugian yang kamu dapatkan nantinya didapat dari kenaikan dan penurunan harga saham-saham tersebut.

Investasi reksa dana saham memiliki potensi imbal hasil yang paling tinggi jika dibandingkan dengan ketiga jenis lainnya. Namun, perlu diingat prinsip dasar investasi, yaitu high risk, high return. Selain potensi imbal hasilnya tinggi, risiko dari reksa dana saham juga tinggi. Makanya, nggak heran kalau nilai harian reksa dana saham naik dan turun setiap harinya, karena dipengaruhi oleh pergerakan harga saham-saham yang terdapat di dalam produk reksa dana saham tersebut. Produk ini cocok untuk seorang risk taker yang punya jangka waktu investasi panjang (>5 tahun). 

Baca juga: 5 Alasan Kenapa Anak Muda Harus Investasi Reksa Dana Saham

3.5. Reksa dana indeks

Reksa dana indeks merupakan jenis reksa dana saham yang alokasi dana investasinya mengikuti indeks acuan. Dalam hal ini, indeks yang dimaksud adalah indeks harga saham-saham. Di Indonesia, terdapat berbagai indeks yang menjadi acuan pasar saham, di antaranya yang terpopuler yaitu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Indeks LQ45, Indeks IDX30, Indeks Bisnis-27, dan masih banyak lagi.

Berbeda dengan reksa dana saham yang target kinerja portofolionya mengalahkan benchmark, reksa dana indeks menargetkan kinerja portofolionya untuk menyamai benchmark atau indeks yang menjadi acuannya. Sebagai contoh, produk reksa indeks BNI-AM Indeks IDX30. Isi dari portofolio produk BNI-AM Indeks IDX30 adalah saham-saham yang masuk ke dalam indeks tersebut. Indeks IDX30 berisi 30 saham perusahaan terbaik yang memiliki likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar yang besar, serta memiliki fundamental perusahaan yang baik. Jadi, kinerja dari reksa dana indeks akan menyerupai pergerakan indeks yang menjadi acuannya.

Sama halnya dengan reksa dana saham, produk ini cocok buat kamu yang punya target waktu investasi yang panjang (>5 tahun).

4. Keuntungan Investasi Reksa Dana

Buat investor pemula, berinvestasi reksa dana bisa jadi salah satu pilihan investasi yang nggak ribet untuk dipahami cara kerjanya. Investasi reksa dana juga menawarkan banyak keuntungan yang kamu nggak dapatkan kalau berinvestasi pada produk investasi lainnya.

4.1. Nominal investasi yang sangat terjangkau

Sebagai pemula investasi, mungkin ada rasa ketakutan tersendiri untuk langsung memulai investasi dalam jumlah yang besar. Kamu bisa mulai investasimu mulai dari Rp10 ribu saja, lho. Namun, perlu kamu ketahui bahwa minimal investasi dari masing-masing produk berbeda. Ada juga beberapa produk yang minimum pembeliannya mulai dari Rp50 ribu hingga Rp100 ribu. Meskipun begitu, minimum pembeliannya masih lebih terjangkau kalau dibandingkan dengan minimum pembukaan  deposito, saham, atau kepemilikan obligasi.

4.2. Reksa dana bukan objek pajak

Sebagai investor, kamu tidak akan dibebankan pajak sebagaimana produk investasi lainnya seperti saham, obligasi, dan deposito. Hal ini dikarenakan pajak dari produk-produk investasi yang ada dalam produk ini sudah ditanggung langsung oleh perusahaan manajer investasi. Jadi, keuntungan yang kamu dapatkan dari investasi reksa dana sudah bersih dari pajak.

4.3. Bisa dicairkan kapan saja

Keunggulan lainnya dari investasi reksa dana adalah likuiditasnya yang tinggi, artinya bisa dicairkan atau dijual kapan pun, sesuai dengan kebutuhanmu. 

4.4. Bebas biaya-biaya

Untuk kamu yang berinvestasi reksa dana di beberapa aplikasi investasi yang berizin OJK seperti tanamduit, berinvestasi di reksa dana tidak dikenakan biaya atas pembelian, penjualan dan biaya pengalihan atas portofolio kamu pada satu reksa dana. Berbeda dengan kamu mencairkan deposito kamu sebelum jatuh tempo yang ditentukan, ada biaya pinalti yang akan kamu tanggung.

4.5. Nggak perlu analisis produk secara mendalam

Saat pertama kali memutuskan untuk mulai berinvestasi, sering kali investor pemula merasa bingung mau membeli produk apa. Keberadaan produk ini sangat membantu pemula yang masih awam dalam dunia investasi, karena dana yang diinvestasikan dikelola langsung oleh perusahaan manajer investasi profesional. Perusahaan manajer investasi inilah yang akan menentukan dana investasimu akan dialokasikan kemana. Mereka adalah ahli-ahli yang fokus dan berpengalaman dalam dunia investasi.

Misalnya kamu membeli reksa dana saham. Di dalamnya, terdapat portofolio berisi saham-saham terbaik yang dipilih langsung oleh manajer investasi. Jadi, kamu nggak perlu pusing mau beli saham apa dan melakukan analisis mendalam mengenai produk tersebut, karena ada tenaga profesional langsung yang siap membantu untuk mengelola investasimu. Kamu tinggal cek berkala portofolio investasimu melalui fund fact sheet dan Sangat hemat waktu dan tenaga, kan?

4.6. Investasi reksa dana = auto diversifikasi!

Keunggulan lainnya dari investasi ini adalah kamu bisa sekaligus berinvestasi pada banyak produk, lho. Misalnya kamu berinvestasi pada produk reksa dana campuran. Isi dari portofolio produknya terdiri dari produk obligasi, saham, dan deposito sekaligus dalam satu produk. Oleh karena itu, dengan kamu berinvestasi pada reksa dana, secara otomatis portofolio investasimu terdiversifikasi, lho. Buat yang belum tahu, diversifikasi investasi merupakan salah satu strategi investasi untuk meminimalisir risiko investasi kita dengan cara berinvestasi di beberapa produk investasi yang berbeda.

Baca juga: Tips Diversifikasi Investasi Untuk Pemula

5. Risiko Investasi Reksa Dana

Selain menawarkan banyak keuntungan, investasi reksa dana juga punya risiko yang perlu kamu ketahui. Setiap jenisnya memiliki risiko yang berbeda.

5.1. Risiko penurunan nilai

Harga reksa dana bisa dilihat dari hasil bagi nilai aktiva bersih (NAB) dengan jumlah unit penyertaan (UP) reksa dana yang kamu miliki (NAB/UP). Harga reksa dana dihitung setiap hari bursa serta dapat naik dan turun karena ada risiko pasar (market risk).

Pergerakan harga dari masing-masing produk tentu berbeda, tergantung jenisnya. Misalnya, reksa dana pasar uang nilainya relatif stabil dari hari ke hari, karena portofolio investasinya berisi deposito dan obligasi yang jatuh temponya di bawah satu tahun. Berbeda halnya dengan reksa dana saham, karena harga saham-saham dalam jangka pendek sangat volatil (naik-turun) sehingga nilai investasimu mungkin saja berkurang.

5.2. Risiko likuiditas

Risiko likuiditas berkaitan dengan pencairan a.k.a. penjualan kepemilikan reksa dana. Risiko ini muncul ketika perusahaan manajer investasi terlambat menyediakan dana ketika investor melakukan penjualan reksa dananya. Meskipun begitu, menurut peraturan dari OJK, hasil penjualan reksa dana paling lambat ditransfer ke rekening investor maksimum tujuh hari kerja bursa sejak transaksi penjualan dilakukan.

5.3. Risiko wanprestasi (gagal bayar)

Jenis risiko satu ini dapat terjadi apabila partner usaha dari perusahaan manajer investasi (bank kustodian, emiten, pialang, dll.) gagal memenuhi kewajibannya. Sebagai contoh suatu produk reksa dana di dalamnya terdapat kepemilikan surat utang (obligasi) dari perusahaan A. Suatu waktu perusahaan A tidak dapat membayar kupon dan ada risiko tidak mampu membayarkan pokoknya juga. Risiko gagal bayar ini tentu akan berpengaruh pada kinerja produk reksa dana tersebut.

5.4. Risiko ekonomi dan politik

Risiko ini dapat terjadi apabila terjadi perubahan kebijakan ekonomi mau pun politik di suatu negara yang dapat mempengaruhi kinerja dari produk investasi atau portofolio efek dari produk reksa dana yang kamu miliki.

6. Cara Investasi Reksa Dana

Kendala pertama seorang pemula untuk memulai investasi pertamanya nggak jauh dari persoalan harus memulainya dari mana. Berikut ini langkah-langkah investasi reksa dana yang dapat kamu jadikan panduan sebelum memulainya.

6.1. Tentukan tujuan investasimu

Hal pertama yang dapat kamu lakukan sebelum mulai investasi reksa dana adalah menentukan tujuan investasi terlebih dahulu. Misalnya, tujuan investasi kamu adalah menyiapkan dana liburan, dana untuk pernikahan, tabungan dana darurat, dan masih banyak lagi.

Memiliki tujuan investasi artinya kamu punya mimpi dan komitmen untuk mencapai tujuan kamu. Tanpa adanya tujuan investasi, kamu ibarat mengendarai mobil, tapi nggak tahu mau ke mana. Jadi, mungkin saja kamu hanya berputar-putar di tempat yang sama.

6.2. Hitung biaya yang dibutuhkan dan tentukan target waktu untuk mencapai tujuan investasi

Setelah menentukan tujuan investasimu, langkah selanjutnya yang dapat kamu lakukan adalah menghitung total dana yang kamu butuhkan untuk mencapai tujuan tersebut. Tentukan juga target waktu untuk mencapai tujuan investasimu.

Misalnya, kamu mau membeli mobil seharga Rp150 juta tiga tahun dari sekarang. Kamu bisa hitung dana yang tersedia sekarang terlebih dahulu sebelum menentukan besaran investasi reksa dana yang perlu kamu investasikan setiap bulannya.

Baru, deh, setelahnya kamu bisa memperkirakan berapa besar dana yang kamu investasikan tiap bulannya untuk mencapai target biaya dan waktu yang telah kamu tentukan.

6.3. Pahami profil risikomu

Profil risiko merupakan gambaran diri kamu saat menghadapi risiko dari investasi yang kamu lakukan. Salah satu contoh risiko investasi, terutama pada investasi reksa dana, yaitu saat nilai aktiva bersih (NAB) atau total portofolio investasimu jadi merah atau turun. Kira-kira, ketika portofolio investasimu merah (rugi), apakah kamu akan merasa stres? Apa pun jawabannya, hal tersebut relatif, karena setiap orang punya profil risiko investasi yang tentu berbeda. Penting buat kamu untuk mengenali profil risikomu sendiri supaya nggak salah pilih produk investasi, lho. Berikut ini profil risiko investasi yang perlu kamu pahami.

 6.3.1. Konservatif

Profil risiko konservatif merupakan jenis profil risiko yang toleransinya rendah terhadap risiko investasi. Kalau kamu mudah panik, bingung, dan cemas melihat portofolio investasi merah, artinya kamu masuk ke dalam profil risiko konservatif. Oleh karena itu, produk yang paling cocok untuk orang-orang yang masuk ke dalam profil risiko konservatif adalah reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap, karena risiko investasinya relatif lebih rendah dibandingkan dengan jenis lainnya.

Perlu kamu ingat bahwa produk dengan risiko rendah juga menawarkan keuntungan yang lebih kecil. Hal ini tentu bukan menjadi masalah selama kamu tetap rutin berinvestasi dan mengelola investasi dengan baik dan sesuai dengan tujuan investasimu.

6.3.2. Moderat

Profil risiko moderat merupakan jenis profil risiko yang toleransinya menengah terhadap risiko investasi. Biasanya, orang-orang yang masuk ke dalam kategori moderat sudah bisa menerima jika sewaktu-waktu mengalami kerugian investasi, siap bertanggung jawab atas keputusan investasinya, dan mulai tahu apa yang harus dilakukan dalam berinvestasi.

Investor dengan profil risiko moderat biasanya sudah melakukan diversifikasi investasi ke beberapa produk investasi dengan tingkat risiko yang berbeda-beda. Tujuannya adalah untuk mendapatkan imbal hasil lebih tinggi sekaligus meminimalisir risiko yang mungkin terjadi. Produk yang bisa dipilih oleh orang dengan profil risiko moderat adalah reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, hingga reksa dana saham. Jangan lupa disesuaikan dengan jangka waktu tujuan investasi yang kamu ingin capai.

6.3.3. Agresif

Profil risiko agresif merupakan jenis profil risiko yang toleransinya tinggi terhadap risiko investasi. Investor yang tergolong agresif biasanya sudah berpengalaman dalam dunia investasi dan punya kemampuan analisis terhadap produk investasi yang dibeli. Kalau sewaktu-waktu portofolionya merah, mereka justru melihat hal tersebut sebagai peluang untuk terus menambah investasinya. Produk yang bisa dipilih oleh investor dengan profil risiko agresif adalah reksa dana saham dan reksa dana indeks.

6.4. Pilih produk yang sesuai dengan tujuan investasimu

Sebagai contoh, kamu sudah menentukan tujuan investasimu, yaitu akan membeli mobil seharga Rp150 juta tiga tahun dari sekarang. Sekarang, kamu tinggal menentukan produk mana yang cocok dengan tujuan dan target investasi kamu.

Kalau dilihat dari jangka waktu untuk mencapai tujuan di atas, produk investasi yang bisa kamu pilih adalah reksa dana pendapatan tetap dan/atau reksa dana pasar uang. Kedua produk ini memiliki risiko rendah (reksa dana pasar uang) hingga menengah (reksa dana pendapatan tetap). Kedua jenis produk ini cocok untuk pemula yang mau berinvestasi jangka pendek sampai menengah, karena nilainya cenderung lebih stabil dibandingkan dengan reksa dana saham.

Jika tujuan investasi kamu masih lama, misalnya untuk dana pensiun yang periodenya > 10 tahun dari sekarang dan kamu adalah seorang risk taker, kamu bisa berinvestasi di reksa dana saham. Dalam jangka panjang > 5 tahun, nilai portofolio reksa dana saham umumnya lebih tinggi dari bunga deposito di bank. Berikut tabel rekomendasi produk berdasarkan jangka waktu investasi:

Jangka Waktu Investasi Rekomendasi produk
<1 tahun-2 tahun Reksa dana pasar uang
2-5 tahun Reksa dana pendapatan tetap atau reksa dana campuran
>5 tahun Reksa dana saham atau reksa dana indeks

6.5. Rutin investasi setiap bulan

Sebagai seorang pemula, sebagian besar dari dana yang kita investasikan berasal dari penghasilan bulanan yang disisihkan untuk mencapai tujuan kita di masa mendatang. Menyisihkan sebagian gaji untuk rutin diinvestasikan setiap bulannya jadi salah satu kunci keberhasilan investasi, lho. Jumlah dana yang kamu investasikan bisa disesuaikan dengan kemampuanmu. Berapapun jumlahnya, jadikan investasi sebagai pengeluaran rutin yang buahnya akan kamu petik di kemudian hari.

Kamu bisa investasikan uangmu di awal bulan setelah gajian untuk menjaga rutinitas investasimu. Jadikan investasi sebagai prioritas pengeluaran setelah gajian, tidak perlu menunggu sisa uang di akhir bulan. Dengan rutin berinvestasi setiap bulannya, tujuan keuangan kamu di masa mendatang akan terwujudu, nggak cuma jadi angan-angan.

7. Selangkah lagi untuk investasi reksa dana di tanamduit!

Nah, bagaimana? Apa kamu sudah tertarik untuk mulai investasimu di reksa dana? Kamu bisa mulai perjalanan investasi reksa danamu bareng tanamduit, lho~

Ini dia caranya!

1. Download aplikasi tanamduit melalui Playstore/App Store.

aplikasi-reksa-dana-tanamduit

2. Setelah aplikasi tanamduit sudah ter-install di ponselmu, buka aplikasi tanamduit, lalu klik “Daftar”.

3. Masukkan data berupa nama lengkap (sesuai e-KTP), alamat e-mail, kata sandi, dan kode referal (jika ada)

isi-data-diri

4. Kode verifikasi akan dikirimkan ke e-mail kamu, masukkan kode verifikasi untuk ke langkah selanjutnya

kode-verifikasi

5. Untuk meningkatkan keamanan akunmu, kamu bisa aktifkan fitur sidik jari untuk log-in.

masukkan-sidik-jari

6. Klik tombol “isi data diri” dan isi data dirimu dengan benar

7. Masukkan nomor rekening bank yang kamu miliki. Pastikan rekening bank kamu atas namamu sendiri, ya, dan nama yang tertera di rekening sama dengan nama di e-KTP.

8. Baca Syarat & Ketentuan dan Kebijakan Privasi tanamduit. Setelah itu, masukkan e-signature kamu

e-signature

9. Akun kamu sudah selesai dibuat, maksimum dalam 1×24 jam akun reksa dana akan terverifikasi. Sambil menunggu akunmu terverifikasi, kamu sudah bisa kok bertransaksi emas dan asuransi.

akun-reksa-dana

 10. Setelah akunmu sudah terverifikasi, kamu bisa klik ikon reksa dana pada dashboard aplikasi.

cara-beli-reksa-dana

11. Pilih produk yang kamu inginkan, lalu klik tombol beli.

12. Pilih atau ketikkan nominal investasi yang kamu inginkan.

13. Baca dengan teliti ketentuan berikut sebelum melanjutkan ke proses pembayaran. Klik setuju untuk lanjut.

 14. Pilih metode pembayaran yang kamu inginkan

15. Selesaikan pembayaran reksa danamu. Jangan lupa untuk mengunggah bukti transfer khusus buat kamu yang memilih pembayaran dengan metode Transfer Bank.

16. Selesai~ Kamu tinggal menunggu unit reksa dana yang kamu beli masuk ke portofolio di dashboard aplikasi*

*Untuk pembelian di bawah pukul 13.00, unit reksa danamu akan masuk keesokan harinya maksimal pukul 09.00, sedangkan untuk pembelian di atas pukul 13.00, unit reksa danamu akan masuk 2 hari setelahnya maksimal pukul 09.00.

Selamat, kamu sudah resmi menjadi investor reksa dana di tanamduit~ Bagaimana? Mudah bukan caranya? Tetap semangat untuk rutin berinvestasi dan fokus pada tujuan investasimu. Jangan berhenti untuk terus belajar dan mencari tahu informasi seputar investasi reksa dana. Yuk, wujudkan mimpimu bareng tanamduit mulai dari sekarang.

Penulis: Syafira Maulida

 

banner-download-mobile