Home » Pengertian Deposito, Jenis-jenis, Keuntungan, dan Risikonya

Pengertian Deposito, Jenis-jenis, Keuntungan, dan Risikonya

oleh | Feb 7, 2022

Deposito adalah instrumen investasi yang dikeluarkan oleh perbankan dengan imbal hasil berupa suku bunga yang lebih tinggi daripada tabungan biasa. Menurut OJK, deposito adalah simpanan yang pencairannya dapat dilakukan pada jangka waktu tertentu sesuai dengan ketentuan bank. Dalam hal ini, seorang nasabah menaruh sejumlah uang dalam mata uang rupiah atau mata uang asing di suatu bank dalam jangka waktu tertentu. Lalu, nasabah dapat mencairkan dana tersebut setelah jangka waktu berakhir. 

Umumnya, masyarakat mengenal deposito untuk menyimpan uang tabungan dalam periode tertentu. Nasabah dapat memperoleh jaminan tidak ada pengurangan nilai investasi berikut bunga yang relatif tetap. Dengan demikian, instrumen investasi ini cenderung aman dan terpercaya.

Tingkat suku bunga tersebut juga lebih tinggi daripada tabungan biasa, tetapi seorang nasabah hanya bisa mencairkan dana pada waktu yang telah tertera di kesepakatan awal. Pada periode tertentu, pihak bank akan memberikan bunga kepada nasabah melalui transfer. Pembayaran bunga dapat berlangsung setiap bulan atau setiap waktu jatuh tempo dengan besaran tertentu sesuai ketentuan masing-masing bank. Jika nasabah mencairkan dana simpanan sebelum waktunya, maka ia harus menanggung denda dan berbagai risiko lainnya.

Sebelum berinvestasi, kamu perlu mengetahui jenis-jenis, keuntungan, dan risikonya melalui penjelasan berikut.

Jenis-jenis Deposito

1. Deposito Berjangka

Deposito berjangka adalah jenis deposito yang memungkinkan nasabah menyimpan dana untuk memperoleh suku bunga dalam jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan dengan pihak bank. Umumnya, jangka waktu tabungan tersebut mulai dari 1, 2, 3, 4, 5, 12, 18, hingga 24 bulan. Jika kamu berencana investasi dalam jangka pendek, maka kamu dapat memilih deposito dalam jangka waktu 1, 3 atau 6 bulan. 

2. Deposito On-Call

Deposito on-call adalah jenis deposito berupa tabungan berjangka dalam rentang waktu penyimpanan relatif singkat. Adapun jangka waktu penyimpanan dana investasi minimal  hari dan maksimal 1 bulan. Namun, nasabah harus melakukan penyimpanan dana dalam jumlah yang besar.

3. Sertifikat Deposito

Sertifikat deposito adalah bentuk simpanan yang terbit dalam jangka waktu 1, 3, 6, dan 12 bulan dan dapat diperjualnbelikan kepada pihak lain. Jenis produk ini merupakan sertifikat yang tidak mengacu paka nama seseorang atau lembaga tertentu saja. Pembayaran bunga instrumen investasi ini dapat berlaku di muka, tiap bulan, atau di waktu jatuh tempo.

Keuntungan Deposito

1. Suku Bunga yang Lebih Tinggi

Seorang nasabah akan memperoleh bunga yang lebih tinggi daripada tabungan biasa. Umumnya, deposito menawarkan bunga 3 kali lipat dari bunga tabungan biasa. Namun, besaran suku bunga tersebut sesuai dengan jangka waktu penyimpanan yang kamu pilih. Semakin besar dana yang kamu alokasikan ke deposito, maka semakin besar keuntungan yang kamu peroleh.

2. Ada jaminan dari LPS

Saat berinvestasi instrumen ini, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan menjamin dana investasimu yang tersimpan di bank. Bahkan, LPS menjamin dana investasi hingga Rp2 miliar per nasabah tiap bank. Hal ini membuat instrumen investasi ini aman karena uangmu tersimpan di bank. 

3. Investasi Mudah

Produk investasi ini merupakan salah satu alternatif investasi yang aman dan mudah bagi pemula. Pertama, nasabah perlu rekening sesuai ketentuan bank. Lalu, nasabah dapat mengalokasikan sejumlah dana dengan jumlah minimal tertentu. Setelah menyimpan dana investasimu, kamu juga perlu memperhatikan tanggal jatuh tempo pencairan dana.

4. Risiko Kerugian Kecil

Jika kamu ingin berinvestasi dengan risiko rendah, maka kamu dapat mengalokasikan dana ke deposito karena tingkat risikonya kecil. Umumnya, pihak bank menetapkan jumlah minimum setoran dana. Namun, setoran dana tersebut tidak terlalu besar. Di samping itu, produk ini menjamin tidak ada pengurangan nilai pokok deposito sehingga instrumen ini memiliki risiko cenderung rendah. 

5. Bisa Menjadi Jaminan Pinjaman

Selain memiliki risiko yang kecil, produk investasi ini juga dapat menjadi jaminan nasabah mengajukan pinjaman atau kredit. Hal ini menjadi pembeda antara deposito dengan tabungan biasa di bank.

Risiko Deposito

1. Risiko Kerugian Penalti

Adanya denda atau penalti ini berfungsi sebagai cara agar nasabah tidak mencairkan dana deposito sebelum jatuh tempo. Jika nasabah mencairkannya sebelum jatuh tempo, maka nasabah mendapat penalti. Denda ini berupa biaya administrasi yang harus nasabah penuhi dengan besaran sesuai dengan ketentuan bank tertentu. Umumnya, angka penalti atau denda sebesar 0,5% hingga 3%. Namun, setiap bank memiliki ketentuan yang berbeda.

2. Risiko Penghapusan Pembayaran Bunga Deposito

Selain harus memenuhi denda, nasabah yang mencairkan deposito sebelum waktu yang tertera dalam kesepakatan juga berpotensi menghadapi risiko kehilangan pendapatan bunga. Beberapa bank menetapkan ketentuan akan menghapus atau tidak membayarkan bunga kepada nasabah yang mencairkan dana sebelum jatuh tempo.

3. Risiko Pendapatan Bunga Lebih Rendah

Saat nasabah mencairkan deposito sebelum jatuh tempo, nasabah akan memperoleh bunga yang lebih kecil daripada kesepakatan di awal. Di samping itu, suku bunga deposito merupakan objek pajak sehingga ada pemotongan pajak pada bunga yang nasabah peroleh. Direktorat Jenderal Pajak menetapkan ketentuan pajak deposito sesuai dengan PP 131 Tahun 2000. Berdasarkan peraturan tersebut, nasabah yang memiliki dana simpanan di atas Rp7,5 juta harus menanggung 20% pajak dari suku bunga yang kamu peroleh. 

Kesimpulan 

Deposito adalah produk investasi yang ditawarkan oleh perbankan dengan imbal hasil yang cenderung lebih tinggi daripada tabungan biasa di bank. Saat berinvestasi di instrumen ini, kamu akan memperoleh tingkat suku bunga yang relatif rendah daripada produk investasi lainnya. Untuk itu, nasabah perlu meninjau tujuan menyimpan uang di deposito dan mengetahui segala ketentuannya sehingga memperoleh imbal hasil yang optimal dengan aman. 

Selain deposito, reksadana juga menjadi alternatif investasi yang aman dan ramah pemula. Reksadana adalah instrumen investasi alternatif yang menghimpun dana dari banyak investor untuk dikelola manajer investasi ke berbagai aset pasar uang, obligasi, dan saham. Kamu juga perlu mengetahui perbedaan deposito dan reksa dana melalu artikel Deposito vs Reksa Dana: Lebih Untung Mana?.

Sebelum berinvestasi, kamu juga dapat mempertimbangkan produk yang tepat dan sesuai dengan tujuan investasimu. Sekarang, banyak aplikasi digital penyedia layanan investasi yang memungkinkan kamu berinvestasi dengan mudah. Di aplikasi tanamduit, kamu dapat berinvestasi reksa dana, emas, dan Surat Berharga Negara (SBN) di tanamduit, lho!

Pastikan kamu memilih instrumen investasi yang sesuai dengan kondisi finansialmu sehingga kamu dapat memperoleh keuntungan yang optimal. Yuk, download aplikasi tanamduit dan capai tujuan investasimu! 

Hani Nastiti
Hani Nastiti

Hani adalah seorang penulis yang senang belajar dan berbagi seputar investasi di tanamduit.

banner-download-mobile