Home » Sell In May and Go Away, Apa Dampaknya Terhadap Harga Saham?

Sell In May and Go Away, Apa Dampaknya Terhadap Harga Saham?

oleh | Mei 12, 2022

Dalam dunia investasi saham, terhadap istilah-istilah untuk menamai musim jual beli saham. Setelah libur bursa di awal Mei 2022 kemarin, saat penutupan bursa tanggal 12 Mei 2022 IHSG terjun bebas ke level 6500-an, padahal sebelumnya di bulan April telah menyentuh 7.200-an. Terjun bebasnya IHSG seolah menandai momen Sell In May and Go Away telah dimulai. Merosotnya performa pasar saham salah satunya disebabkan oleh kebijakan The Fed dan beberapa bank sentral dunia yang mulai menaikkan tingkat suku bunga acuan. Hal ini merupakan respons dari peningkatan inflasi dan Fed Fund Rate (FFR).

Yuk, kita kupas tuntas seputar Sell In May dan dampaknya terhadap harga saham pada artikel berikut!

Pengertian Sell In May and Go Away

Sell In May and Go Away adalah kecenderungan aksi investor untuk menjual saham di bulan Mei untuk menghindari penurunan kinerja pasar modal. Hal ini bisa terjadi karena beberapa investor global, terutama di bursa Amerika Serikat percaya bahwa pasar modal akan mengalami kinerja yang negatif selama periode Mei–Oktober. Saat musim panas, mayoritas investor akan berlibur. Makanya nggak heran volume perdagangan di bursa akan menurun. Hal ini dikarenakan banyak investor yang mengalokasikan dananya untuk berlibur. Barulah nanti menjelang akhir tahun atau pada kuartal IV, investor akan kembali aktif lagi bertransaksi di pasar modal. Namun, tren Sell In May and Go Away di pasar AS terpatahkan oleh data rata-rata indeks Dow Jones di bulan Mei yang cukup baik sejak 2013 silam.

Bagaimana Kondisi Bursa Saham Indonesia Saat Periode Ini?

Berdasarkan data historis IHSG dari tahun 2011–2021 bulan Mei tidak mencatatkan kinerja terburuk sepanjang tahun. Kinerja terburuk tercatat paling sering terjadi di rentang bulan Agustus dan September. Sementara itu frekuensi koreksi harga terbanyak paling sering terjadi di bulan November.

Tips Untuk Para Investor Saham dan Reksadana Saham (RDS)

Bagi kamu yang berinvestasi pada saham dan RDS, kamu patut mempertimbangkan beberapa hal berikut sebelum memutuskan menjual saham. Pertama, kamu perlu up-to-date sejumlah data dan berita fundamental ekonomi yang dapat mempengaruhi pergerakan harga saham. Sebagai contoh kenaikan suku bunga acuan yang The Fed dan beberapa bank sentral dunia lakukan di awal Mei. Namun, kenaikan suku bunga acuan kali ini dapat terantisipasi dengan baik sehingga dampak negatif terhadap pasar saham pun terbatas.

Selain itu, di bulan Mei minggu kedua juga akan rilis laporan keuangan PDB Indonesia kuartal I. Salah satu analisis Bloomberg memprediksi pertumbuhan pada kuartal ini akan melemah -1,02% akibat penurunan aktivitas ekonomi pasca penyebaran varian Omicron yang meningkat. Di sisi lain, perekonomian Indonesia pada kuartal II diperkirakan akan membaik seiring dengan peningkatan kembali aktivitas ekonomi. Peningkatan permintaan domestik pasca momen Ramadhan dan Lebaran  serta kenaikan permintaan ekspor komoditas global juga mempengaruhi hal tersebut.

Kedua, perlu kamu ketahui bahwa harga saham bergerak atas ekspektasi dan proyeksi di masa depan. Jadi, walaupun di bulan Mei harganya melemah, namun sifatnya teknis dan terbatas. Bagi kamu yang profil risikonya agresif maupun investor jangka panjang bisa menjadikan momentum ini sebagai kesempatan emas menambah portofolio saham dan RDS dengan harga yang lebih murah.

Baca juga: 5 Rekomendasi Reksadana Saham Terbaik [Update 2022]

Kesimpulan

Fenomena Sell In May, Go Away sedikit banyak memang akan mempengaruhi harga saham di bursa. Fenomena ini jadi momentum emas bagi para investor agresif dan investor jangka panjang untuk menambah portofolionya di saham maupun reksa dana saham. Meskipun begitu, perlu kamu ingat kalau investasi saham dan RDS prinsipnya adalah high risk, high return. 

Nah, bagi kamu investor pemula yang ingin ikut serta dalam momentum emas kali ini, tetapi takut salah pilih saham dan mungkin merugi, ada baiknya kamu berinvestasi pada produk RDS saja. Manajer investasi akan memilihkan produk saham terbaik untukmu, jadi risiko salah pilih saham secara mandiri yang berujung merugi bisa kamu minimalisir.

Nggak perlu ke mana-mana, di tanamduit tersedia berbagai pilihan produk RDS terbaik yang bisa kamu pilih. Yuk, mulai investasi reksadana di tanamduit sekarang!

 

Syafira Maulida
Syafira Maulida

Penulis lulusan Sastra Indonesia yang tertarik dengan dunia musik dan kecantikan. Saat ini, Fira juga sedang mengerjakan projek musik bersama kedua bandnya sebagai vokalis sekaligus komposer lirik.

banner-download-mobile