Home » Tips Jitu Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Anti Boros

Tips Jitu Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Anti Boros

oleh | Mar 4, 2022

Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Anti Boros

Berikut adalah tips singkat yang bisa kamu coba untuk mengatur keuangan rumah tangga agar tidak boros, di antaranya:

1. Kenali kondisi finansial saat ini

2. Ketahui prioritas keuangan 

3. Tentukan metode alokasi gaji

4. Buat rekening khusus

5. Catat pengeluaran dengan rinci

6. Pastikan hutang tidak melebihi pemasukan

7. Kurangi penggunaan kartu kredit

8. Evaluasi pengeluaran bulanan

9. Siapkan dana darurat

10. Siapkan proteksi asuransi

11. Rutin nabung dan investasi

Dalam kehidupan rumah tangga, pasangan suami-istri harus mengetahui cara mengatur keuangan rumah tangga agar tidak boros. Seringkali, keuangan keluarga menjadi tidak stabil karena tanpa sadar menghabiskan banyak pengeluaran setiap bulan. Padahal, setiap keluarga juga harus mempersiapkan dana darurat. Untuk itu, suami dan istri berperan penting dalam mengoptimalkan penghasilan sehingga dapat memenuhi seluruh kebutuhan rumah tangga. Mulai dari kebutuhan pokok hingga memenuhi kebutuhan hiburan. 

Sebenarnya, gaji besar atau gaji kecil juga dapat kamu optimalkan dengan cara mengatur keuangan rumah tangga yang tepat. Meskipun engatur keuangan dengan baik itu tidak mudah, kamu masih bisa menerapkan tips jitu berikut agar tidak boros dan kebutuhan rumah tangga terpenuhi.

Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga

1. Kenali Kondisi Finansialmu dan Pasangan

Pertama, kamu harus mengenali kondisi penghasilanmu dan pasangan agar dapat menyusun strategi mengatur keuangan bulanan. Hal ini akan memudahkanmu untuk mengatur alokasi penghasilan ke setiap pos pengeluaran. Jika suami dan istri bekerja, maka kamu harus menghitung seluruh pemasukan setiap bulan sebelum membagi alokasi penghasilan untuk memenuhi kebutuhan. 

Keluarga yang memeroleh gaji bulanan tetap atau fixed income akan lebih mudah melakukan perencanaan. Namun, keluarga yang memperoleh penghasilan dengan jumlah tidak pasti juga bisa melakukan perencanaan keuangan agar tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan demikian, tahap pertama ini menjadi bagian penting untuk menhindari defisit keuangan.

2. Ketahui Prioritas Keuangan

Seringkali, sebuah keluarga yang memperoleh penghasilan dengan jumlah tidak pasti mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan. Bahkan, keluarga yang memiliki gaji bulanan dengan jumlah besar pun masih kerap menghadapi pengeluaran yang membengkak. Untuk itu, kamu harus mengetahui prioritas keuangan.  Setiap rumah tangga harus memastikan perencanaan belanja bulanan dengan matang. Pastikan kamu memenuhi kebutuhan pokok terlebih dahulu dan melakukan alokasi gaji dengan tepat dan efektif.

3. Tentukan Metode Alokasi Gaji

Setiap rumah tangga memiliki kebutuhan pengeluaran yang berbeda. Untuk itu, suami-istri harus menggunakan metode alokasi gaji sesuai dengan pemasukan dan pengeluaran setiap bulan. Kamu bisa menerapkan metode 50/30/20, yakni 50% kebutuhan pokok, 30% keinginan, dan 20% tabungan serta investasi. 

Contohnya, pemasukan suami-istri total Rp 10 juta. Dengan begitu, alokasi kebutuhan pokok, seperti makanan, transportasi, listrik, asuransi, dan sebagainya Rp5 juta, alokasi keinginan seperti baju baru, liburan, cicilan handphone baru, atau keperluan lain Rp3 juta, dan dana tabungan serta investasi sebesar Rp2 juta. 

Bagi rumah tangga dengan pengeluaran yang banyak, kamu bisa menggunakan metode 80/20, yakni alokasi kebutuhan pokok 80%. Sementara itu, alokasi tabungan, investasi, dan kebutuhan hiburan sebanyak 20% dari pendapatan bulanan. 

Baca juga: Gaji Pas-pasan Bisa Menabung dan Investasi? Cobain Alokasi Gaji Ini!

4. Buat Rekening Khusus

Setelah mengetahui kebutuhan rumah tangga, kamu bisa membuat rekening khusus operasional sehari-hari, rekening tabungan, hingga rekening investasi. Dengan begitu, kamu dan pasangan dapat mengalokasikan dana ke setiap pos pengeluaran dengan mudah dan terkontrol. Hal ini juga dapat mengurangi risiko terpakainya uang kebutuhan pokok untuk hal lain yang kurang penting.

5. Catat Pengeluaran dengan Rinci

Setiap mengeluarkan dana, kamu harus melakukan pencatatan secara rinci agar memudahkan proses evaluasi keuangan bulanan. Kamu dan pasanganmu dapat menyusun kategori serta keterangan jumlah pengeluaran. Sekarang, setiap orang bisa melakukan pencatatan secara manual atau digital melalui aplikasi pencatatan yang canggih. Adanya aplikasi pencatatan pengeluaran bisa memudahkanmu dalam menyusun daftar pengeluaran dengan mudah dan praktis sehingga kegiatan pencatatan ini dapat lebih efektif.

6. Pastikan Hutang Tidak Melebihi Pemasukan

Seringkali, keluarga dengan penghasilan tinggi mengalami defisit keuangan. Umumnya, mereka boros karena memiliki utang yang lebih besar daripada pemasukan setiap bulan. Tagihan utang tersebut bisa menjadi beban yang mengganggu keuangan rumah tangga. Untuk itu, setiap rumah tangga harus bijak dalam berhutang dengan mengambil cicilan atau utang tidak melebihi 30% dari penghasilanmu dan menghindari utang untuk keperluan tidak penting. Selain itu, kamu juga harus memastikan bahwa memenuhi tagihan tepat waktu untuk menghindari beban denda yang harus terpenuhi.

7. Kurangi Penggunaan Kartu Kredit

Salah satu cara menghindari utang dan cicilan adalah mengurangi penggunaan kartu kredit. Kamu dan pasangan harus bijak dalam menggunakan kartu kredit untuk menghindari kebiasaan hidup konsumtif. Jika bukan kebutuhan penting, maka kamu harus meminimalisir penggunaan kartu kredit. Kamu bisa mengatur limit kartu kredit sebagai antisipasi menjaga keuangan yang stabil. Selain itu, kamu juga bisa memperhitungkan matang-matang simulasi cicilan berikut bunga dan angsuran setiap bulan.

Seringkali, orang tanpa sadar berbelanja dengan kartu kredit sampai tagihan menjadi masalah serius dalam rumah tangga. Kamu bisa mengupayakan dana tabungan untuk membeli barang tertentu yang memiliki harga tinggi dan mengeluarkan dana sesuai dengan prioritas pengeluaran sehingga keuangan rumah tangga lebih terkontrol.

8. Evaluasi Pengeluaran Bulanan

Berdasarkan catatan pengeluaran, kamu dan pasanganmu dapat melakukan evaluasi setiap pengeluaran. Jika pengeluaran bulanan mulai membengkak, kamu bisa berhemat, mengurangi pos pengeluaran yang tidak terlalu penting, dan memilah kembali antara kebutuhan dan keinginan. Setiap orang memiliki hasrat untuk memiliki sesuatu. Namun, kamu harus mengetahui antara kebutuhan atau keinginan semata. Jangan sampai kamu mengeluarkan banyak uang demi memenuhi gaya hidup tinggi.

Evaluasi ini juga dapat membuat pasangan suami-istri lebih terbuka terkait masalah keuangan dan saling berbagi pikiran tentang cara mengatur keuangan rumah tangga sehingga memahami kondisi keuangan dengan rinci. Dengan begitu, rumah tanggamu dapat bebas dari kebiasaan boros.

9. Siapkan Dana Darurat

Di samping kebutuhan pokok, sebuah keluarga juga kerap mengalokasikan dana kebutuhan sekunder hingga hiburan. Namun, kamu juga harus tetap mempersiapkan dana darurat setiap bulan. Di dalam kehidupan rumah tangga akan selalu ada hal tidak terduga yang membutuhkan biaya dalam waktu singkat. Dengan begitu, kamu tidak perlu memusingkan uang untuk memenuhi kebutuhan darurat. Dalam hal ini, kamu bisa mengalokasikan dana darurat di rekening khusus atau instrumen investasi risiko rendah seperti reksa dana pasar uang. Selain menabung, alokasi dana darurat ke investasi reksa dana juga dapat mengoptimalkan penghasilanmu.

Baca juga: Apa itu Dana Darurat? Ini Dia Tips Mempersiapkannya!

10. Siapkan Proteksi Asuransi

Selain alokasi kebutuhan pokok, kamu juga harus mempertimbangkan proteksi kesehatan dan keselamatan anggota keluarga. Produk asuransi menjadi hal penting sebagai proteksi finansial sebagai bentuk antisipasi risiko kesehatan di kemudian hari. Jika suatu hari anggota keluarga sakit, maka kamu tidak perlu mengkhawatirkan biaya pengobatannya. Kini, banyak perusahaan asuransi terbaik menawarkan premi asuransi terjangkau. Kamu bisa memilih produk asuransi sesuai kebutuhan anggota keluarga. 

Selain proteksi kesehatan, kamu juga dapat memilih asuransi jiwa, asuransi dana pendidikan anak, atau asuransi lain yang dapat memberikan jaminan dan perlindungan di masa yang akan datang. Bagi keluarga sederhana dengan gaji kecil, kamu bisa memilih produk asuransi kelas menengah dengan premi terjangkau untuk memberikan perlindungan kesehatan atau aset-aset di situasi tidak terduga. 

11. Rutin Nabung dan Investasi 

Di samping asuransi, kamu juga perlu mempersiapkan dana tabungan dan investasi untuk mengoptimalkan penghasilanmu setiap bulan. Kegiatan menabung dan investasi rutin setiap bulan dapat membawa banyak manfaat di masa depan yang tenang. Namun, kamu perlu mengenali tujuan investasi, seperti dana dana darurat, dana pensiun, dana pendidikan anak, dana tabungan rumah, dan tujuan keuangan lainnya. Dengan begitu, kamu bisa menyesuaikan jenis investasi terbaik sesuai dengan tujuan dan jangka waktu investasi.

Sebagai permulaan, kamu bisa memilih produk investasi berisiko rendah seperti investasi reksa dana. Jika ingin mempersiapkan dana untuk jangka panjang lebih dari 5 tahun, maka kamu bisa memilih reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, reksa dana saham, atau investasi emas. Namun, kamu bisa mempersiapkan dana darurat atau tujuan keuangan dalam jangka pendek dengan investasi reksa dana pasar uang.

Kesimpulan

Dalam kehidupan rumah tangga, kamu tidak bisa lepas dari cara mengatur keuangan rumah tangga. Untuk itu, setiap pasangan suami-istri harus mengoptimalkan penghasilan setiap bulan agar bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mulai dari mengenali kondisi finansial, menentukan prioritas, alokasi gaji yang tepat, melakukan pencatatan pengeluaran, mempersiapkan asuransi hingga dana investasi. 

Sekarang, semua orang bisa mulai investasi dengan modal terjangkau secara online. Mulai dari 10 ribu, kamu sudah bisa berinvestasi reksa dana atau emas di aplikasi tanamduit. tanamduit adalah salah satu aplikasi penyedia layanan investasi reksa dana, emas, dan Surat Berharga Negara (SBN) terpercaya yang sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK. Jadi, kamu bisa mengoptimalkan penghasilanmu dan pasanganmu dengan berinvestasi rutin di tanamduit. Klik di sini untuk mulai investasi dan wujudkan tujuan investasimu!

Hani Nastiti
Hani Nastiti

Hani adalah seorang penulis yang senang belajar dan berbagi seputar investasi di tanamduit.

banner-download-mobile