Home » Pengertian Reksadana Indeks, Kelebihan, dan Contohnya

Pengertian Reksadana Indeks, Kelebihan, dan Contohnya

oleh | Feb 18, 2022

Reksadana sebagai salah satu produk investasi yang ramah pemula terdiri dari beberapa jenis. Pengkategorian jenis reksadana umumnya berdasarkan produk investasi kelolaan dan tingkat risikonya. Reksadana indeks adalah salah satu jenis reksadana yang risikonya tinggi seperti reksadana saham, karena portofolio investasinya >80% berisi saham.

Lalu, apa perbedaan di antara keduanya? Yuk, kita kupas tuntas cara kerja, kelebihan, kekurangan, contoh reksadana indeks, dan perbedaannya dengan reksadana saham pada artikel ini!

Pengertian Reksadana Indeks

Reksadana indeks adalah reksadana yang dikelola untuk mendapatkan hasil investasi semirip mungkin dengan performa indeks acuan. Acuannya adalah indeks saham atau obligasi. Indeks saham yang paling umum untuk manajer investasi jadikan sebagai acuan produk reksadana indeks (RD Indeks) di antaranya IDX30, LQ45, dan SRI-KEHATI. Untuk mencapainya, manajer investasi akan mengalokasikan portofolio investasinya pada saham-saham yang terdapat pada acuannya.

Tidak seperti jenis lainnya yang manajer investasi mengelola secara aktif portofolio investasinya, produk ini menggunakan strategi investasi pasif (passive management strategy). Produk ini menawarkan pasar yang lebih luas dengan ongkos operasional yang lebih rendah. Gampangnya, manajer investasi tidak perlu melakukan banyak analisa perusahaan dalam mengelola produk ini.

Manajer investasi juga tidak melakukan aktivitas jual-beli saham untuk mempercantik portofolio investasi, maupun elemen lain dalam pengelolaan reksa dana secara aktif. Ketimbang melakukan trading, manajer investasi akan membuat portofolio menyerupai acuannya.

Baca juga: Apa Itu Reksadana: Pengertian, Jenis, Keuntungan, dan Risikonya

Cara Kerja Reksadana Indeks

Kinerja reksadana indeks biasanya menyerupai indeks yang jadi acuannya. Baik-buruknya performa reksadana ini tidak diukur berdasarkan seberapa besar imbal hasilnya, melainkan diukur berdasarkan selisih antara kinerja produk dengan acuannya. Jadi, sekalipun kinerja RD indeks tersebut lebih tinggi dari acuannya dan selisihnya besar, kinerjanya tetap kurang baik.

Selisih antara reksadana dengan acuannya populer dengan istilah tracking error. Semakin kecil selisihnya, semakin baik pula kinerja RD Indeks tersebut. Bahkan, kalau skor tracking error = 0, performa reksadana tersebut dinilai sempurna, karena sama persis dengan acuannya.

Contoh Reksadana Indeks

Dilansir dari Kontan, di Indonesia terdapat total 48 produk yang terdaftar sebagai reksadana indeks. Indeks saham yang populer dijadikan acuan di antaranya adalah IDX30, LQ45, dan SRI-KEHATI. Berikut adalah beberapa contoh produk RD Indeks berdasarkan acuannya:

1. IDX30

IDX30 merupakan indeks yang mengukur kinerja dari 30 saham yang memiliki kapitalisasi besar. Saham-saham yang masuk IDX30 diambil dari 30 terbaik dari indeks LQ45 dengan kriteria tertentu, mulai dari likuiditas (nilai transaksi, frekuensi transaksi, hari transaksi di pasar reguler, dan kapitalisasi pasar) hingga fundamental (kinerja keuangan perusahaan, kepatuhan, dsb.)

Berikut contoh produk reksadana indeks yang menggunakan IDX30 sebagai acuannya.

  • Principal Index IDX30
  • BNI-AM Indeks IDX30
  • FWD Asset IDX30 Index Equity Fund

2. LQ45

LQ45 adalah indeks pelengkap IHSG yang mengukur kinerja 45 saham dengan likuiditas tinggi, kapitalisasi besar, serta fundamental perusahaan yang baik.

Berikut contoh produk reksadana indeks yang menggunakan LQ45 sebagai acuannya:

  • Avrist Indeks LQ45
  • Batavia LQ45 Plus
  • Mandiri Indeks LQ45

3. SRI-KEHATI

SRI-KEHATI atau Sustainable and Responsible Investment (SRI)-Kehati adalah indeks yang dibuat oleh Yayasan KEHATI mengacu pada United Nations Principles for Responsible Investment (PRI). Penerbitannya dilakukan bekerja sama dengan BEI. Berikut adalah contoh reksa dana indeks yang menggunakan SRI-KEHATI:

  • BNP Paribas SRI-KEHATI
  • RHB SRI-KEHATI Index Fund

Kelebihan Reksadana Indeks

Ada beberapa kelebihan dari produk keuangan satu ini yang bisa jadi bahan pertimbangan sebelum mulai berinvestasi.

1. Biaya operasional murah

Produk satu ini tidak membutuhkan biaya terlalu banyak untuk kebutuhan manajemen, karena pengelolaannya bersifat pasif. Pengelolaan secara pasif mengakibatkan efisiensi biaya, karena manajer investasi tidak perlu lagi membayar jasa analis untuk pengambilan keputusan pembelian saham untuk portofolio reksadana. Dengan tidak adanya aktivitas trading, biaya transaksi menjadi lebih kecil. Makanya, nggak heran kalau biaya operasional produk ini terhitung lebih kecil dari RD Saham.

2. Risiko investasi tidak seagresif reksadana saham

Meskipun sama-sama masuk ke dalam kategori investasi jangka panjang, karena portofolionya berisi saham yang tergolong high risk, RD Indeks memiliki risiko yang lebih rendah. Risiko pasar produk satu ini lebih terukur, karena mengacu pada indeks. Berbeda halnya dengan RD Saham yang kinerjanya sangat dipengaruhi oleh strategi investasi dari manajer investasinya. Jadi, kalau strategi manajer investasi kurang baik akan berdampak pada kurang baiknya performa RD Saham tersebut.

3. Adanya transparansi portofolio investasi

Kelebihan lainnya dari reksadana indeks adalah adanya transparansi portofolio. Artinya, kamu dapat dengan mudah mengetahui kemana saja alokasi dana investasimu. Misalnya, kamu membeli produk RD Indeks yang acuannya IDX30, maka kamu cukup melihat daftar saham pada acuan tersebut and voila! Kamu bakal langsung tahu, deh, uangmu manajer investasi alokasikan ke saham mana saja.

Perbedaan Reksadana Indeks dengan Reksadana Saham

Secara umum, perbedaan yang paling mendasar antara reksadana indeks dengan reksa dana saham adalah cara pengelolaannya. RD Saham pengelolaannya dilakukan secara aktif sehingga tergolong Active Fund atau Active Investing. Active Fund adalah jenis reksadana yang manajer investasinya aktif menganalisis kinerja dan memproyeksikan harga saham-saham dan obligasi. Selain itu, manajer investasi juga akan memilih mana saham yang akan mereka jual dan beli. 

RD Saham biasanya menjadikan IHSG sebagai tolok ukurnya. Pengelolaan RD Saham sukses apabila kinerjanya bisa melampaui IHSG dari waktu ke waktu.

Berbeda halnya dengan RD Indeks yang pengelolannya dilakukan secara pasif sehingga dapat kita sebut juga Passive Fund atau Passive Investing. Manajer investasi hanya meniru pilihan portofolio dari suatu indeks saham atau obligasi yang tersedia di pasar modal. Jadi, manajer investasi tidak perlu repot melakukan analisis kinerja dan memproyeksikan harga saham-saham.

Baca juga: Active Fund vs Passive Fund

Daftar Produk RD Indeks di tanamduit yang Bisa Kamu Beli

Kalau kamu berminat berinvestasi jenis reksadana satu ini, berikut daftar produk yang bisa kamu beli di tanamduit.

  1. BNP Paribas SRI-KEHATI
  2. Principal Index IDX30 Kelas O
  3. FWD IDX30 Index Equity Fund
  4. BNI-AM Indeks IDX30
  5. Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund
  6. UOBAM Indeks Bisnis-27
  7. Danareksa Indeks Syariah

Kesimpulan

Reksadana indeks adalah salah satu opsi investasi jangka panjang yang bisa jadi alternatif dari reksadana saham. Membeli produk ini memungkinkan kamu untuk mengetahui secara transparan saham-saham apa saja yang ada dalam portofolio reksadana yang kamu beli. Di sisi lain, imbal hasil dari produk ini memang tidak setinggi RD Saham, walaupun dalam jangka panjang performa dari reksadana indeks tetaplah menarik.

Yuk, mulai investasi reksadana indeks di tanamduit!

Syafira Maulida
Syafira Maulida

Penulis lulusan Sastra Indonesia yang tertarik dengan dunia musik dan kecantikan. Saat ini, Fira juga sedang mengerjakan projek musik bersama kedua bandnya sebagai vokalis sekaligus komposer lirik.

banner-download-mobile