Home » Perbedaan Reksa Dana dan Saham

Perbedaan Reksa Dana dan Saham

oleh | Nov 10, 2021

Banyak investor pemula yang menganggap investasi reksa dana dan saham sama. Padahal, ada perbedaan antara investasi reksa dana dan saham. Para ahli cenderung menyarankan investor pemula untuk berinvestasi reksa dana dibandingkan investasi saham. Investasi reksa dana dan saham serupa, tapi tak sama! Berikut perbedaan investasi reksa dana dan saham yang wajib investor ketahui.

Pengertian Reksa Dana dan Saham

Investasi reksa dana adalah alternatif investasi bagi pemodal kecil yang tidak memiliki waktu dan keahlian untuk menghitung investasinya. Sementara itu, investasi saham adalah instrumen investasi seorang investor secara mandiri yang memiliki risiko tinggi sehingga investor harus memiliki pengetahuan yang cukup baik untuk mengantisipasi kerugian. Saat melakukan investasi satu saham, investor hanya dapat memasukan uang ke produk investasi di satu perusahaan. Dalam investasi reksa dana, investor dapat langsung menyebar uang ke banyak perusahaan dalam satu nama produk investasi reksa dana. Selain itu, apa saja perbedaan investasi saham dan reksa dana? Yuk, simak penjelasan berikut.

Baca juga: Apa itu Reksa Dana?

Perbedaan Reksa Dana dan Saham

Sebagai investor, penting mengetahui perbedaan khusus investasi saham dan reksa dana. Berikut perbedaan instrumen investasi tersebut.

reksa-dana-dan-saham

beda-reksa-dana-dan-saham

reksa-dana-dan-saham

Jadi, setiap instrumen investasi memiliki keuntungan dan kerugian yang berbeda. Namun, investasi reksa dana sangat disarankan untuk investor pemula. Dana investasi akan dikelola oleh manajer investasi berpengalaman dan memiliki lisensi sebagai Wakil Manajer Investasi (WMI) sehingga telah terdaftar dan diawasi oleh OJK. Masih ragu mulai investasi? Berikut kelebihan dan kekurangan investasi reksa dana dan saham.

Kelebihan Reksa Dana

1. Investasi Terjangkau

Mulai dari 10 ribu, seorang investor dapat mulai berinvestasi. Jumlah minimum setiap produk reksa dana berbeda. Ada juga beberapa produk yang menetapkan minimum pembelian reksa dana 50 ribu hingga 100 ribu. Meskipun demikian, investor dapat memulai investasi reksa dana dengan terjangkau, berbeda dengan minimum nominal investasi deposito, saham, atau obligasi.

Contohnya, jika seorang investor yang membeli satu reksa dana index 30, maka ia sudah memiliki reksa dana yang terdiri dari kumpulan saham unggulan, seperti Astra Indonesia, BCA, Bank Mandiri, Unilever, Telkom, dan saham unggulan lainnya dalam produk reksa dana Index 30.

2. Imbal Hasil Lebih Tinggi dari Deposito

Investasi reksa dana dapat menghasilkan return yang cukup tinggi dibandingkan dengan tabungan atau deposito. Reksa dana juga bukan objek pajak sehingga keuntungan dari produk reksa dana sudah bersih dari pajak. Selain itu, investasi reksa dana akan bebas dari biaya pembelian, penjualan, dan biaya pengalihan atas portofolio pada satu produk reksa dana. Sedangkan deposito, investor akan dikenakan biaya penalti saat mencairkan dana sebelum jatuh tempo.

3. Transaksi Mudah

Saat memulai investasi reksa dana, investor tidak perlu bingung memilih produk investasi apa. Perusahaan manajer investasi profesional akan membantu investor dalam mengelola dana investasi. Jadi, investor hanya perlu memperhatikan portofolio investasi melalui Fund Fact Sheet. Selain itu, seorang investor dapat membeli dan menjual produk reksa dana kapan saja.

4. Diversifikasi Investasi

Produk reksa dana terdiri dari berbagai komponen dari beberapa instrumen investasi dengan persentase berbeda. Manajer investasi juga menempatkan dana di beberapa instrumen investasi sehingga dapat menurunkan risiko kerugian saat ada penurunan nilai investasi pada satu sektor tertentu.

5. Pengelolaan Dana Aman

Setelah melakukan investasi reksa dana, investor dapat melihat prospektus reksa dana yang transparan. Dana investor akan disimpan di Bank Kustodian. Produk reksa dana yang ditawarkan ke masyarakat pun telah didaftarkan dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Baca juga: Tutorial Lengkap: Cara Investasi Reksa Dana Buat Pemula!

Keuntungan Saham

1. Keuntungan Berdasarkan Pertumbuhan Ekonomi

Di tengah pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi, pendapatan perusahaan semakin meningkat. Hal ini dapat mempengaruhi keuntungan investasi saham.

2. Return Cenderung Cepat

Saham memiliki return atau keuntungan yang lebih besar daripada tingkat inflasi rata-rata tahunan. Meski demikian, investasi saham perlu memerlukan strategi dan pengetahuan untuk mengelola dana investasi untuk mengurangi risiko kerugian.

3. Mudah Dibeli

Investor dapat membeli saham perusahaan di pasar saham dengan mudah. Saat ini, banyak e-commerce/online trading atau aplikasi investasi saham yang memudahkan investor melakukan investasi.

4. Mudah Dijual

Investor dapat menjual saham kapanpun karena investasi ini bersifat likuid. Meski ada biaya tambahan saat penjualan saham, proses pencairan dana hanya memerlukan waktu 2-3 hari bursa.

5. Dua Cara Menghasilkan Uang

Dalam berinvestasi saham, investor dapat membeli di saat harga rendah dan menjualnya dengan harga tinggi. Jadi, invesor berinvestasi pada perusahaan yang memiliki pertumbuhan yang cepat dan memiliki value yang baik. Cara kedua, investor dapat mengambil keuntungan dari pendapatan perusahaan dan harga saham yang semakin naik dari waktu ke waktu.

Kekurangan Reksa Dana

1. Risiko Penurunan Nilai

Pergerakan nilai produk reksa dana dapat berbeda sesuai dengan jenis reksa dana. Nilai reksa dana dapat dilihat melalui hasil bagi nilai aktiva bersih (NAB) dengan jumlah unit penyertaan (UP) reksa dana yang dimiliki oleh investor (NAB/UP). Nilai reksa dana dapat naik turun karena adanya risiko pasar (market risk).

Nilai reksa dana pasar ulang relatif stabil dari hari ke hari karena portofolio investasi tersebut terdiri dari deposito, dan obligasi yang jatuh tempo di bawah satu tahun. Sementara itu, reksa dana saham dalam jangka pendek cenderung naik-turun sehingga nilai investasi reksa dana dapat berkurang.

2. Risiko Likuiditas

Jika perusahaan manajer investasi terlambat menyediakan dana di saat investor melakukan penjualan reksa dana, maka hasil penjualan reksa dana paling lambat akan ditransfer ke rekening investor maksimum 7 hari kerja bursa sejak transaksi penjualan reksa dana.

3. Risiko Wanprestasi (gagal bayar)

Jika partner usaha dari perusahaan manajer investasi (bank kustodian, emiten, pialang, dsb) gagal memenuhi kewajibannya, maka terdapat risiko gagal bayar yang dapat berpengaruh pada kinerja produk reksa dana.

4. Risiko Ekonomi dan Politik

Perubahan kebijakan ekonomi atau politik di suatu negara dapat mempengaruhi kinerja produk investasi atau portofolio produk reksa dana.

5. Risiko Kepemilikan

Seorang investor tidak berstatus sebagai pemilik langsung instrumen aset tersebut karena produk reksa dana dialokasikan ke aset saham atau surat utang suatu perusahaan.

Kekurangan Saham

1. Risiko Tinggi

Seorang investor dapat kehilangan dana investasi saat kinerja sebuah perusahaan menurun. Investor dapat mengalami kerugian jika menjual saham dengan harga yang sama atau lebih rendah dengan harga ketika beli (capital loss).

2. Ada Kemungkinan Suspend

Selain risiko capital loss, saham dapat memungkinkan terkena suspend atau diberhentikan perdagangannya oleh bursa efek. Dengan demikian, investor tidak dapat menjual saham hingga suspend dicabut dalam jangka waktu yang ditentukan.

3. Butuh Kemampuan khusus

Investor saham harus belajar membaca laporan keuangan dan mengikuti perkembangan pasar modal untuk menentukan strategi investasi. Sebelum memulai investasi, seorang investor perlu memahami analisis teknis dan analisis fundamental dalam investasi saham. Dalam menyusun strategi investasi, seorang investor tidak dapat berharap bocoran informasi (insider info) atau FOMO (Fear of Missing Out) karena ikut kata orang lain.

4. Membuat Emosi Tidak Stabil

Harga saham cenderung naik-turun dengan cepat sehingga dapat membuat emosi investor tidak stabil saat melihat fluktuasi investasi. Umumnya, investor akan menjual saham terlalu cepat karena takut harga saham turun drastis.

5. Risiko Wanprestasi (Gagal Bayar)

Jika pialang (perusahaan sekuritas) tempat investor berinvestasi saham dan/atau emiten saham tempat berinvestasi gagal memenuhi kewajibannya, maka terdapat risiko gagal bayar.

6. Persaingan Profesional

Banyak investor profesional yang memiliki waktu lebih banyak dengan pengetahuan investasi saham yang baik berusaha meraup keuntungan berimpah. Umumnya, para investor profesional menggunakan strategi dan sistem canggih lainnya untuk mencari keuntungan.

Setelah mengetahui perbedaan reksa dana dan saham beserta keuntungan dan risikonya, kamu bisa sesuaikan investasi yang cocok untuk kamu sesuai dengan profil risiko dan kemampuan finansialmu. Kalau kamu memiliki sedikit pengalaman dan pengetahuan investasi dan belum berani menganbil risiko tinggis, maka kamu bisa mulai investasi reksa dana. Investasi ini cocok untuk para investor pemula karena manajer investasi akan mengelola dana investasi reksa dana. 

Kalau kamu cenderung berani mengambil risiko tinggi dalam investasi jangka panjang dan mau mempelajari seluk belok kondisi pasar efek, maka kamu bisa memilih investasi saham. Mulai dari 10 ribu, kamu sudah bisa investasi reksa dana di tanamduit.Tak perlu bingung, aplikasi tanamduit telah menyediakan rekomendasi produk reksa dana berikut persentase risiko investasi, lho! Tunggu apa lagi? Yuk, download aplikasi tanamduit sekarang dan wujudnya tujuan investasimu!

Penulis: Hani Nastiti

 

banner-download-mobile