Home » RDPU vs RDPT, Mana Lebih Untung? Ketahui Perbedaan Keduanya!

RDPU vs RDPT, Mana Lebih Untung? Ketahui Perbedaan Keduanya!

oleh | Apr 25, 2022

Produk reksadana terdiri dari beberapa jenis, mulai dari reksadana pasar uang (RDPU), reksadana pendapatan tetap (RDPT), reksadana campuran (RDC), reksadana saham (RDS, dan reksadana indeks (RDI). RDPU dan RDPT jadi dua produk andalan yang cukup menarik investor pemula, terutama mereka dengan profil risiko konservatif. Investor dengan profil risiko konservatif adalah mereka yang toleransi atas risiko investasinya rendah sehingga lebih menyukai produk investasi dengan performa stabil. Meskipun begitu, apa saja, ya, perbedaan antara RDPU vs RDPT?

Yuk, kita kupas tuntas perbedaan di antara keduanya pada artikel berikut agar keuntungan investasimu jadi lebih optimal!

Perbedaan RDPU vs RDPT

Ada beberapa perbedaan antara RDPU vs RDPT, mulai dari alokasi dana kelolaannya, potensi imbal hasil yang didapat, serta tingkat risikonya. Sebelum kita simpulkan perbedaan di antara keduanya, mari kita bahas satu per satu mengenai reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap.

1. Reksadana Pasar Uang (RDPU)

Reksadana pasar uang adalah jenis reksadana yang mengalokasikan 100% dana kelolaannya pada dua jenis efek, yaitu deposito dan surat utang dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun. Produk ini risiko investasinya paling rendah jika dibandingkan jenis reksadana lainnya, karena pertumbuhan nilainya stabil dari waktu ke waktu. Produk RDPU bertujuan untuk menjaga likuiditas dan modal investasi. Oleh karena itu, nggak heran kalau RDPU cocok untuk investor yang punya tujuan keuangan jangka pendek (<1 tahun). Selain itu, reksadana pasar uang juga cocok bagi mereka yang belum berani mengambil instrumen risiko tinggi, tetapi ingin mendapatkan imbal hasil lebih tinggi daripada tabungan atau deposito di bank. Berdasarkan Nilai Aktiva Bersih (NAB) tanggal 22 April 2022, imbal hasil dari RDPU terbaik di tanamduit dalam tiga tahun terakhir mencapai 6,5% per tahunnya.

Baca juga: Apa Itu Reksadana Pasar Uang? Yuk, Kenali Keuntungannya!

2. Reksadana Pendapatan Tetap (RDPT)

Berbeda dengan RDPU yang seluruh dana kelolaannya dialokasikan pada instrumen pasar uang, RDPT mengalokasikan 80% dana kelolaannya pada instrumen surat utang (obligasi) yang jatuh temponya >1 tahun. Imbal hasil dari RDPT mengacu pada tingkat suku bunga acuan dan nilai tukar Rupiah dan USD. Imbal hasil dari RDPT berbanding terbalik dengan tingkat suku bunga. Saat suku bunga acuan turun, imbal hasil dari RDPT biasanya akan naik, begitupun sebaliknya. Reksadana pendapatan tetap bisa jadi opsi alternatif yang lebih menguntungkan buat pemula yang punya profil risiko konservatif. Berdasarkan NAB tanggal 22 Maret 2022, dalam tiga tahun terakhir, pertumbuhan nilai RDPT terbaik di tanamduit mencapai 10,9% per tahun. Meskipun begitu, perlu kamu tahu bahwa risiko dari reksadana pendapatan tetap adalah menengah, jadi pertumbuhan nilainya tidak sestabil RDPU. Oleh karena itu, produk ini cocok untuk tujuan keuangan jangka menengah (2–5 tahun).

Baca juga: Reksadana Pendapatan Tetap: Pengertian, Risiko, dan Keuntungan

Perbandingan RDPU vs RDPT

Berdasarkan uraian pada poin sebelumnya, dapat disimpulkan beberapa perbedaan antara RDPU dan RDPT, di antaranya:

1. Tingkat Risiko

Kalau kita bandingkan dengan RD Pasar Uang, RD Pendapatan Tetap memiliki tingkat risiko sedikit lebih tinggi. Harga obligasi dalam portofolio RDPT yang jatuh temponya >1 tahun membuat nilai RDPT sedikit lebih volatile (naik-turun) daripada RDPU. Oleh karena itu, RDPT lebih cocok untuk kamu yang punya tujuan finansial jangka menengah (2–5 tahun) dari sekarang.

2. Alokasi Dana Kelolaan

Reksadana adalah instrumen investasi anti-pusing, karena kita sebagai investor tidak perlu repot menganalisis instrumen investasi satu per satu. Strategi investasi dan alokasi portofolio investasi sepenuhnya dikelola oleh ahlinya, yaitu manajer investasi.

Sebagaimana telah kita bahas di atas, dana kelolaan dari suatu produk reksadana pasar uang 100% manajer investasi alokasikan pada produk pasar uang seperti deposito dan surat utang (obligasi) yang jatuh temponya <1 tahun.  Sementara itu, reksadana pendapatan tetap mengalokasikan min. 80% dana kelolaannya pada produk obligasi atau sukuk yang jatuh temponya >1 tahun.

3. Imbal Hasil yang Didapat

Kedua jenis reksadana ini punya tingkat risiko rendah hingga menengah, hanya saja RDPT pertumbuhan nilainya tidak sestabil pertumbuhan RDPU. Namun, di sisi lain, RDPT berpotensi memberikan imbal hasil lebih tinggi dari RDPU. Berdasarkan NAB tanggal 22 April 2022, pertumbuhan RDPT terbaik di tanamduit dalam tiga tahun terakhir mencapai 10,9% per tahunnya. Berbeda halnya dengan RDPU terbaik di tanamduit yang dalam tiga tahun terakhir mencatatkan imbal hasil 6,5% per tahunnya.

4. Tujuan Investasi

Setiap orang punya tujuan investasi beserta target dana dan waktunya masing-masing. Dengan adanya tujuan dan target, kamu bisa menentukan produk investasi mana yang cocok untuk mencapai tujuan tersebut.

Misalnya kamu punya wishlist untuk liburan bareng ke Bali bersama teman-teman kantor tiga bulan dari sekarang, maka produk investasi yang lebih cocok untuk menabung dana liburanmu adalah RDPU. Kalau tujuanmu adalah mempersiapkan biaya pernikahan tiga tahun dari sekarang, artinya kamu membutuhkan produk yang setidaknya bisa memberikan potensi keuntungan yang lebih tinggi, bukan? Nah, RDPT bisa jadi opsi tepat untuk mempersiapkan dana pernikahan dan tujuan jangka menengah lainnya.

Simulasi Investasi RDPU vs RDPT

Berikut adalah simulasi perhitungan investasi di RDPU dan RDPT dalam jangka waktu tiga tahun. Perhitungan di bawah ini merupakan performa salah satu produk RDPU dan RDPT terbaik di tanamduit selama tiga tahun belakangan berdasarkan NAB 22 April 2022.

rdpu-vs-rdpt

Berdasarkan perhitungan di atas, kamu bisa melihat bahwa dalam jangka waktu tiga tahun, perbedaan tingkat imbal hasil dari RDPU dan RDPT cukup signifikan, yaitu sekitar 67,7%. Oleh karena itu, bagi kamu yang punya tujuan investasi >1 tahun dan ingin mendapatkan potensi keuntungan lebih tinggi, RDPT bisa jadi pilihan tepat untukmu.

Kesimpulan

RDPU vs RDPT punya keunggulannya masing-masing. Kamu bisa sesuaikan tujuan dan target investasimu untuk memilih produk investasi yang tepat dan tentu saja menguntungkan. Di tanamduit terdapat berbagai pilihan produk reksadana yang bisa dipilih. Yuk, download aplikasi tanamduit dan mulai investasi reksadana sekarang!

Syafira Maulida
Syafira Maulida

Penulis lulusan Sastra Indonesia yang tertarik dengan dunia musik dan kecantikan. Saat ini, Fira juga sedang mengerjakan projek musik bersama kedua bandnya sebagai vokalis sekaligus komposer lirik.

banner-download-mobile