Home » Apa itu Instrumen Investasi? Kenali Jenis Instrumen Investasi Ini

Apa itu Instrumen Investasi? Kenali Jenis Instrumen Investasi Ini

oleh | Apr 11, 2022

Apa itu Instrumen Investasi?

Instrumen investasi adalah sebuah aset penanaman modal yang dapat mengoptimalkan kekayaan seseorang dalam  jangka waktu tertentu. Saat ini, semua orang dapat mencapai kebebasan finansial di masa yang akan datang. Dalam mencapai kebebasan finansial, setiap investor dapat memilih instrumen investasi sesuai dengan tujuan finansial, jangka waktu penanaman modal, dan profil risiko

Setiap aset penanaman modal memiliki keuntungan dan risiko yang berbeda. Untuk itu kamu harus mengetahui jenis instrumen investasi yang tepat. Dengan begitu, kamu dapat mencapai tujuan finansialmu di masa depan. Namun, instrumen investasi itu apa saja ya? Yuk, simak penjelasan berikut.

Jenis Instrumen Investasi

1. Emas

Emas adalah salah satu instrumen investasi yang mampu melindungi kekayaan seseorang dari inflasi. Oleh sebab itu, emas menjadi aset yang populer dan memiliki julukan aset safe haven karena nilainya dapat terjaga meski terjadi goncangan perekonomian dunia. Meskipun harga aset logam mulia ini cenderung fluktuatif dalam jangka pendek, harga emas justru cenderung naik dari tahun ke tahun. Emas cocok sekali bagi investor pemula yang ingin mempersiapkan tujuan keuangannya dalam jangka panjang lebih dari 5 tahun. Misalnya, kamu ingin mempersiapkan dana pensiun, dana pendidikan anak, dan tujuan finansial lainnya. 

Sekarang, semua orang bisa berinvestasi emas mulai dari harga terjangkau dengan mudah dan aman. Di aplikasi tanamduit, kamu bisa melakukan pembelian emas mulai dari 10 ribu, lho. Bahkan, kamu juga dapat mencetak aset emasmu mulai dari besaran 0,1 gram dengan desain kartu emas sesukamu! tanamduit juga bekerja sama dengan 

2. Deposito

Deposito adalah instrumen investasi yang dikeluarkan oleh perbankan. Seseorang dapat menyimpan sejumlah uang di sebuah rekening dalam kurun waktu tertentu untuk mendapatkan keuntungan berupa suku bunga. Jumlah suku bunga ini cenderung lebih tinggi daripada tabungan biasa sehingga banyak investor pemula yang ingin mengoptimalkan penghasilan dalam jangka pendek. Namun, kamu dapat mencairkan dana deposito saat jatuh tempo dan harus menanggung biaya pinalti saat mencairkan dana sebelum waktu yang telah ditentukan. Adapun jangka waktu deposito itu mulai dari 1, 2, 3, 5, 12, 18, atau 24 bulan sesuai kesepakatan dengan pihak bank.

3. Instrumen Investasi Reksa Dana

Reksa dana adalah sebuah sarana menghimpun dana dari masyarakat pemodal yang kemudian diinvestasikan oleh manajer investasi (MI) ke dalam portofolio efek. Investor dengan modal kecil berkesempatan untuk ikut serta dalam pasar modal Indonesia tanpa perlu keahlian khusus dalam menyusun strategi penanaman modal. Manajer investasi (MI) akan mengelola portofolio efek setiap investor reksa dana. Jadi, kamu hanya perlu mengalokasikan uang secara rutin agar memperoleh imbal hasil optimal sesuai dengan tujuan finansialmu. 

Ada beberapa jenis reksa dana yang berbeda. Investor dapat memilih produk reksa dana sesuai dengan tujuan, jangka waktu, hingga profil risiko investasimu. Saat ini, semua orang juga bisa investasi reksa dana secara online dengan modal terjangkau. Di aplikasi tanamduit, kamu bisa melakukan transaksi jual beli reksa dana konvensional maupun reksa dana syariah mulai dari Rp10 ribu, lho. Ketahui caranya melalui artikel berikut: Tutorial Lengkap: Cara Investasi Reksadana untuk Pemula.

4. Peer to Peer Lending (P2P Lending)

P2P Lending atau peer to peer lending adalah sebuah layanan pinjam meminjam sejumlah dana tanpa perantara bank atau lembaga lain secara online. Pada P2P lending ini, ada seorang peminjam (borrower) dan pemilik dana (lender). Para pengusaha UMKM berkesempatan untuk mendapatkan pinjaman dana untuk modal mengembangkan bisnisnya. Di samping itu, seorang peminjam juga dapat mendapat akses pinjaman dana pendidikan atau perawatan kesehatan. Dalam hal ini, pemilik dana atau lender dapat memperoleh keuntungan lebih tinggi. Selain investasi aman, kamu juga bisa membantu pelaku UMKM di Indonesia. Pastikan kamu memilih layanan P2P Lending yang sudah memiliki izin OJK, ya

5. Properti

Properti menjadi aset penanaman modal konvensional yang populer dari masa ke masa. Harga properti cenderung naik seiring bertambahnya kebutuhan tempat tinggal. Oleh karena itu, harganya dapat mengalami kenaikan dalam jangka panjang. Jika kamu memiliki modal besar mulai dari jutaan hingga miliaran rupiah, maka kamu bisa memilih properti sebagai aset investasimu. Dalam hal ini, investor juga bisa menyewakan propertimu sehingga dapat memperoleh passive income dalam periode tertentu. Ingin tau cara lain untuk mendapatkan passive income? Berikut penjelasannya:  11 Cara Gampang Mendapatkan passive income, Wajib Coba!

6. Saham

Aset saham adalah penyertaan modal kepada suatu perusahaan yang memungkinkan investor dapat mengklaim kepemilikan perusahaan terbuka. Jika ingin melakukan penanaman modal dalam jangka panjang dengan keuntungan cenderung tinggi, maka kamu bisa memilih instrumen investasi saham. Ingatlah istilah, “High risk, high return”. Meskipun potensi keuntungan lebih besar, kamu juga harus siap menghadapi risiko tinggi. Jangan sampai tertipu dengan jebakan investasi bodong! 

Sebelum mengalokasikan dana investasimu, kamu harus memastikan pilih perusahaan sekuritas yang legal dan berada di bawah pengawasan OJK. Pilihlah saham yang memiliki reputasi dan fundamental yang baik sehingga dapat memperoleh keuntungan optimal dalam jangka panjang. Setelah itu, kamu juga harus tetap memperhatikan kondisi ekonomi terkini dalam melakukan penanaman modal untuk mengurangi risiko kerugian.

7. Surat Berharga Negara (SBN)

SBN atau Surat Berharga Negara adalah aset obligasi yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia kepada Warga Negara Indonesia. Masyarakat ritel berkesempatan untuk berpartisipasi dalam pembangunan negara melalui instrumen investasi ini. Selama periode yang berlaku, investor akan memperoleh imbal hasil berupa kupon. Imbal hasil SBN juga cenderung lebih tinggi daripada deposito sehingga cocok bagi investor pemula. Pemerintah juga menjamin keamanan SBN melalui peraturan Undang-undang yang berkaku. 

Saat ini, kamu bisa mulai berinvestasi SBN secara online dengan mudah dan aman. Di tanamduit, kamu bisa berinvestasi Surat Berharga Negara (SBN) dengan mudah dan aman. Salah satu aplikasi yang menyediakan layanan penanaman modal SBN dan sudah memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan, yakni tanamduit. 

Kesimpulan

Itulah jenis instrumen investasi yang wajib kamu ketahui. Jika bingung memilih aset penanaman modal terbaik, maka kamu bisa memilih produk emas, reksa dana, dan SBN yang memiliki risiko rendah. Ada produk reksa dana pasar uang cocok bagi pemula, lho. Jangan khawatir, kamu bisa investasi emas, reksa dana, dan Surat Berharga Negara (SBN) dalam satu aplikasi saja dengan mudah dan aman di tanamduit. Bahkan, semua orang berkesempatan beli produk emas dan reksa dana mulai dari Rp10 ribu aja! Klik di sini untuk download aplikasi tanamduit!

Hani Nastiti
Hani Nastiti

Hani adalah seorang penulis yang senang belajar dan berbagi seputar investasi di tanamduit.

banner-download-mobile