Home » 7 Jenis Investasi Aman Bagi Pemula, Waspada Investasi Bodong!

7 Jenis Investasi Aman Bagi Pemula, Waspada Investasi Bodong!

oleh | Mar 16, 2022

Seringkali, investor pemula harus mengetahui investasi yang aman dan menguntungkan. Sekarang, semua orang berkesempatan untuk mengalokasikan penghasilan bulanan ke sumber berbagai instrumen penanaman modal dengan harapan dapat memperoleh keuntungan di masa yang akan datang. Namun, kamu harus menentukan tempat investasi yang aman agar tidak terjebak dalam investasi bodong.

Kini, kamu bisa memilih beragam instrumen penanaman modal secara online melalui aplikasi penyedia layanan penanaman modal yang sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk itu, kamu harus mengetahui jenis investasi yang aman bagi pemula seperti penjelasan berikut. 

Jenis Investasi Aman Bagi Pemula

1. Emas

Emas adalah logam mulia yang menjadi aset harta berharga atau bahan perhiasan. Aset logam mulia ini menjadi instrumen investasi populer yang terpercaya dari masa ke masa karena dapat melindungi kekayaan seseorang dari inflasi dan harganya setiap tahun cenderung naik. Untuk itu, aset ini cocok sekali bagi investor pemula yang ingin mempersiapkan dana pensiun, biaya beli rumah, dana pendidikan anak, atau tujuan keuangan jangka panjang lainnya tanpa harus menghadapi risiko tinggi. 

Dalam hal ini, emas menjadi aset penanaman modal safe haven dapat memberikan keuntungan optimal dalam kurun waktu di atas 5 tahun. Sekarang, kamu bisa membeli emas mulai dari Rp10 ribu secara online, lho. Bahkan, ada banyak aplikasi penyedia layanan jual-beli emas digital atau emas fisik sehingga investor pemula bisa lebih mudah dalam melakukan transaksi jual-beli emas. Kamu bisa mengenal tentang emas melalui artikel: Belajar Investasi Emas dari Awal Untuk Pemula Serta Cara Memulainya

2. Reksa Dana

Reksa dana adalah sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal yang kemudian diinvestasikan oleh manajer investasi (MI) ke dalam portofolio efek. Instrumen ini menjadi salah satu cara meningkatkan pemodal lokal untuk berpartisipasi dalam pasar modal Indonesia dengan modal kecil. Investor juga tidak perlu keahlian khusus atau mengeluarkan banyak waktu untuk mengatur strategi penanaman modal karena ada MI yang akan mengelola portofolio efek reksa dana setiap investor. 

Jadi, kamu hanya perlu mengalokasikan uang secara rutin agar mendapatkan keuntungan optimal sesuai dengan tujuan keuanganmu. Setiap investor dapat memilih jenis reksa dana terbaik yang sesuai dengan profil risiko dan jangka waktu penanaman modal. Sekarang, semua orang berkesempatan melakukan penanaman modal di aset reksa dana dengan modal terjangkau. Bahkan, investor pemula bisa mulai berinvestasi mulai dari Rp 10 ribu, lho. Klik artikel: Apa itu Reksa Dana: Pengertian, Jenis, Keuntungan, dan Risikonya  untuk mempelajari reksa dana lebih lanjut. 

3. Surat Berharga Negara (SBN)

SBN atau Surat Berharga Negara adalah produk investasi yang diterbitkan dan dijamin oleh Pemerintah Republik Indonesia kepada warga negara Indonesia. Pemerintah membuka kesempatan bagi masyarakat ritel untuk berpartisipasi dalam pembiayaan dan pembangunan negara melalui instrumen penanaman modal yang aman, mudah, dan terjangkau ini. 

SBN juga hampir tidak memiliki risiko karena keamanannya dijamin oleh Undang-undang dan imbal hasilnya akan langsung masuk ke rekening investor setiap bulannya. Imbal hasil aset ini juga lebih besar daripada deposito sehingga cocok sekali bagi investor yang ingin memulai investasi aman. Bahkan, ada SBN syariah yang sesuai dengan prinsip syariah Islam, lho.

4. Saham

Saham adalah penyertaan modal terhadap suatu perusahaan yang memungkinkan investor dapat mengklaim kepemilikan perusahaan terbuka. Aset saham ini menawarkan keuntungan tinggi dengan risiko tinggi. Semakin besar potensi keuntungan, maka semakin besar juga potensi kerugiannya sehingga aset ini cocok bagi profil risiko moderat tinggi yang ingin melakukan penanaman modal dalam jangka panjang. 

Sekarang, banyak pihak tidak bertanggung jawab yang menawarkan jasa titip dana trading saham dengan keuntungan berlimpah. Kamu harus berhati-hati saat melihat tawaran tak wajar tersebut agar tidak terjebak investasi bodong. Oleh karena itu, kamu harus memastikan tempatmu berinvestasi itu aman melalui perusahaan sekuritas terpercaya yang sudah memiliki izin, beroperasi secara legal, dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kamu juga harus memilih aset saham perusahaan dengan reputasi dan fundamental yang baik sehingga dapat memperoleh keuntungan optimal dalam kurun waktu lebih dari dalam jangka panjang. Selanjutnya, kamu harus memperhatikan kondisi ekonomi secara makro ataupun mikro untuk mengurangi risiko kerugian. 

5. P2P Lending

Peer to peer Lending (P2P Lending) adalah layanan pinjam meminjam secara online tanpa perantara bank atau lembaga lainnya. Layanan ini membuka kesempatan bagi pelaku UMKM yang membutuhkan modal untuk mengembangkan bisnisnya dan akses pinjaman dana pendidikan atau perawatan kesehatan.

Dalam hal ini, P2P Lending memberikan kesempatan bagi lender atau pemilik dana untuk mendapatkan return atau keuntungan lebih tinggi. Sementara itu, seorang peminjam atau borrower dapat mengajukan kredit kepada pemilik dana dengan syarat dan proses yang mudah dan cepat. 

P2P Lending ini memiliki standar khusus seperti kelayakan kredit pinjaman, nominal pinjaman, tenor pinjaman, hingga suku bunga. Layanan P2P Lending juga sudah memiliki izin dan diawasi oleh OJK sehingga aman bagi investor pemula yang ingin melakukan investasi aman sekaligus membantu UMKM Indonesia.

6. Properti

Seperti emas, properti menjadi salah satu investasi konvensional yang populer dan dapat menghasilkan imbal hasil yang cenderung naik. Seiring bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan tempat tinggal dari tahun ke tahun terus bertambah sehingga harga properti dapat mengalami kenaikan.

Namun, investor harus mengeluarkan modal yang sangat besar hingga miliaran rupiah untuk memiliki properti. Jika kamu memiliki modal cukup dan memiliki properti, maka kamu bisa menyewakan aset propertimu. Dengan begitu, kamu bisa memperoleh passive income dalam periode tertentu. 

7. Deposito 

Deposito adalah instrumen investasi aman yang dikeluarkan oleh perbankan. Dalam hal ini, seseorang harus menyimpan uang di dalam rekening dalam kurun waktu tertentu dan dapat memperoleh keuntungan berupa suku bunga yang lebih tinggi daripada tabungan biasa. Jangka waktu deposito itu beragam. Mulai dari 1, 2, 3, 4, 5, 12, 18, hingga 24 bulan.

Instrumen ini cocok sekali bagi pemula yang berencana mengoptimalkan sebagian penghasilanmu dalam jangka pendek dengan risiko rendah. Namun, nasabah dapat mencairkan dana deposito setelah jangka waktu berakhir dan harus memenuhi biaya pinalti saat mencairkannya sebelum jatuh tempo.

Kesimpulan

Setelah mengetahui jenis investasi aman di atas, kamu bisa memilih instrumen penanaman modal yang sesuai profil risiko, periode investasi, dan tujuan keuanganmu. Jika ingin berinvestasi dalam jangka panjang, maka kamu bisa mengalokasikan dana ke emas, reksa dana saham, reksa dana campuran, Surat Berharga Negara (SBN), saham, dan properti. Namun, kamu bisa memilih reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, P2P Lending, atau deposito sebagai instrumen penanaman modal dalam jangka pendek.

Sekarang, kamu bisa mulai mengalokasikan sebagian penghasilanmu ke reksa dana, emas, dan Surat Berharga Negara (SBN) dalam satu aplikasi tanamduit, lho. tanamduit adalah salah satu aplikasi penyedia layanan investasi emas, reksa dana, dan Surat Berharga Negara (SBN) yang sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi, kamu bisa investasi aman lewat aplikasi tanamduit dengan mudah dan aman. Yuk download aplikasi tanamduit sekarang!

Hani Nastiti
Hani Nastiti

Hani adalah seorang penulis yang senang belajar dan berbagi seputar investasi di tanamduit.

banner-download-mobile