Home » Panduan Belajar Investasi Untuk Pemula Agar Mendapatkan Keuntungan

Panduan Belajar Investasi Untuk Pemula Agar Mendapatkan Keuntungan

oleh | Feb 14, 2022

Siapa yang tidak ingin kaya, hidup terjamin, dan sejahtera di masa tua? Salah satu cara untuk mencapainya yaitu dengan investasi. Investasi adalah salah satu “kendaraan” untuk kita mencapai tujuan keuangan di masa mendatang. Warren Buffet sebagai orang paling kaya keenam di dunia telah mulai belajar investasi di usia yang terlampau sangat muda, yaitu 11 tahun. Dilansir dari Sindonews, kekayaan Warren Buffet di awal tahun ini mencapai USD 111 miliar atau setara dengan Rp1.587,3 triliun. Nggak heran, ya, kalau ia masuk jajaran orang terkaya di dunia, karena sudah belajar investasi sejak usianya masih belia.

Ada banyak orang belum mulai berinvestasi karena belum mengetahui hal dasar untuk belajar investasi. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mempelajarinya dan terus memperkaya pengetahuan mengenai hal tersebut. Apa saja, ya, langkah-langkah bagi pemula untuk melakukannya? Yuk, simak artikel berikut sampai tuntas!

1. Apa itu investasi?

Sebelum kita lebih jauh mempelajari investasi, kita harus mengetahui terlebih dahulu apa itu investasi. Investasi adalah salah satu upaya yang dapat kita lakukan untuk mencapai tujuan keuangan di masa depan. Selain itu, investasi juga dapat membuat aset kita bertumbuh di masa mendatang sehingga dapat memberikan keuntungan. Namun, seringkali pemula tergiur iming-iming keuntungan besar tanpa mempelajari terlebih dahulu produknya. Alhasil, banyak yang terkena penipuan investasi bodong. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk belajar, setidaknya mempelajari dasar-dasarnya, sebelum memulainya.

2. Pentingnya Belajar Investasi

Tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar, begitupun dengan mempelajari investasi. Kebanyakan orang merasa enggan untuk melakukannya dengan berbagai alasan yang ternyata cuma mitos, seperti butuh modal besar, hanya diperuntukkan untuk orang kaya, bahkan ada yang beranggapan kalau investasi seperti berjudi. Padahal kenyataannya ini bisa jadi semacam life hack untuk kamu mewujudkan mimpi-mimpi di masa mendatang, lho.

Baca juga: 5 Mitos Seputar Investasi dan Fakta yang Perlu Kamu Ketahui

Terlebih lagi, investasi di era serba canggih seperti sekarang sangatlah praktis, karena sudah dapat dilakukan hanya melalui aplikasi, salah satu contohnya adalah tanamduit. Nominal minimum beberapa produk seperti reksadana dan emas juga sangat terjangkau, mulai dari Rp10 ribu saja, lho.

Oleh karena itu, rasanya sudah nggak relevan, deh, kalau kamu masih terus menunda-nunda untuk belajar investasi. Kamu bisa mulai dari nominal kecil pada produk risiko rendah seperti reksadana pasar uang dan melakukannya dengan rutin setiap bulannya. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir risiko kerugian kamu sebagai pemula, sambil pelan-pelan terus belajar, ya.

Baca juga: Apa Itu Reksa Dana Pasar Uang? Yuk, Kenali Keuntungannya!

3. Tips Belajar Investasi Untuk Pemula

Ada beberapa tips yang bisa kamu jadikan pengetahuan dasar sebagai pemula baik sebelum maupun saat mulai berinvestasi. 

3.1. Miliki rasa ingin tahu untuk menggali pengetahuan dasar tentang investasi

Langkah pertama belajar investasi adalah memiliki rasa ingin tahu untuk belajar. Saat kamu sudah memilikinya, kamu bisa mengakses informasi sebanyak mungkin mengenai hal ini secara daring melalui Google, YouTube, Tiktok, Instagram, dan banyak platform lainnya. Pengetahuan dasar mengenai investasi akan membantu kamu memahami produk mana yang kira-kira cocok dengan dengan ekspektasi dan toleransimu terhadap risikonya.

3.2. Pahami risiko investasi

Segala keputusan yang kita ambil dalam kehidupan, pasti ada risikonya, termasuk berinvestasi. Kamu harus memahami prinsip dasarnya, yaitu, low risk, low return, high risk, high return. Semakin tinggi risiko, semakin tinggi juga potensi imbal hasil yang kamu dapatkan. Sebaliknya, semakin rendah risiko, semakin rendah juga potensi imbal hasil yang kamu dapatkan.

Kebanyakan investor pemula masih merasa takut pada risiko investasi sehingga biasanya para financial planner akan menyarankan produk yang risikonya rendah seperti reksadana pasar uang. Namun, apabila kamu seorang risk-taker yang berniat investasi jangka panjang, produk reksadana saham jadi salah satu produk yang cocok untuk kamu pilih.

3.3. Jangan ragu untuk memulai sedini mungkin

Semakin dini kamu belajar investasi dan memulainya, semakin panjang juga jangka waktu kamu berinvestasi. Semakin besar juga peluang kamu untuk lebih cepat mencapai tujuan-tujuan keuangan di masa depan.

4. Tentukan tujuan investasimu

Setelah kamu memiliki pengetahuan dasar mengenai investasi dan punya keyakinan untuk memulai, kamu bisa menentukan terlebih dahulu tujuan dari investasimu. Sebagai contoh, kamu berencana untuk menikah 3 tahun lagi, liburan ke Hongkong akhir tahun ini, dan masih banyak lagi. Adanya tujuan membangun komitmen tersendiri dalam dirimu dalam mencapai keinginan di masa mendatang. Kalau kamu nggak punya tujuan, kamu bisa kehilangan motivasi, menjadi tidak konsisten, dan kebingungan membuat alokasi investasi.

3.5. Pasang target dana dan jangka waktu investasi sesuai kebutuhan

Saat kamu sudah menentukan tujuan investasimu, langkah selanjutnya adalah menentukan target dana yang mau dicapai. Tentukan juga berapa lama waktu yang kamu perkirakan untuk mencapai target dana tersebut. Target dana dan jangka waktu investasi bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuanmu, ya. Prioritaskan untuk menuntaskan tujuan jangka pendek sambil sedikit-sedikit tetap rutin berinvestasi untuk tujuan jangka menengah dan panjang.

3.6. Sisihkan, bukan sisakan gajian

Seringkali kita tidak menyadari kalau kebiasaan kita untuk menyisakan uang jajan untuk ditabung bisa jadi bumerang kita saat sudah berpenghasilan, lho. Usia semakin bertambah, kebutuhan kita juga bertambah. Kebutuhan yang bertambah seringkali berakibat upaya untuk nabung dan investasi cuma jadi wacana, karena di akhir bulan tidak ada uang tersisa. Dengan membuat alokasi gaji untuk investasi di awal bulan, ini akan menjadi rutinitas setelah gajian yang tidak boleh terlewatkan. 

Baca juga: Gaji Pas-Pasan Bisa Nabung? Cobain Alokasi Gaji Ini!

3.7. Gunakan uang dingin untuk berinvestasi

Salah satu poin yang tidak kalah penting bagi pemula dalam belajar investasi adalah menggunakan uang dingin untuk investasi. Uang dingin adalah uang yang memang kamu alokasikan untuk hal tersebut dan telah dipisahkan dari kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, penting buat kamu untuk memahami dan menyesuaikan alokasi gaji sesuai dengan pemasukan dan pengeluaranmu setiap bulannya. Hindari juga berinvestasi dengan uang pinjaman. Jika investasimu belum juga mendapatkan keuntungan untuk membayar, alhasil bukan investasimu yang bertumbuh, tetapi bunga pinjamanmu yang bertumbuh. Seram banget, nggak, sih?

3.8. Pilih produk yang legal, terdaftar, dan diawasi langsung oleh OJK

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, pastikan terlebih dahulu bahwa lembaga keuangan tempat kamu berinvestasi telah terdaftar dan di bawah pengawasan OJK secara langsung. Kamu bisa mengecek terdaftar atau tidaknya perusahaan tersebut di situs resmi OJK. tanamduit menjadi salah satu Agen Penjual Reksadana (APERD) dari PT Star Mercato Capitale yang terdaftar dan mendapat pengawasan langsung OJK. Jadi, investasi di tanamduit sudah terjamin legalitasnya.

3.9. Jangan berinvestasi pada satu produk saja

Ada salah satu pepatah populer dalam berinvestasi, yaitu “Don’t put your eggs in one basket”. Artinya, jangan menaruh seluruh uangmu pada satu produk investasi saja. Pepatah ini relate banget dengan istilah diversifikasi. Diversifikasi investasi adalah salah satu strategi untuk meminimalisir risiko investasi kita. Gampangnya, kamu berinvestasi di beberapa produk yang berbeda. 

Misalnya kamu punya tujuan keuangan jangka panjang (>5 tahun) dan berinvestasi pada reksadana saham. Mengingat nilai reksadana saham dalam jangka pendek sangat fluktuatif pergerakannya, untuk meminimalisir kerugian, kamu bisa menaruh sebagian portofolio kamu pada produk reksadana pendapatan tetap, reksadana pasar uang, atau SBN. Setiap orang memiliki strategi diversifikasi yang berbeda, sesuai dengan kebutuhannya.

Baca juga: Tips Diversifikasi Investasi Untuk Pemula

4. Mulai Investasi Reksadana dan Emas, Ramah Pemula dan Menguntungkan

Kebanyakan dari pemula seringkali merasa kebingungan memilih produk, terlebih jika ingin berinvestasi dengan nominal kecil. Kehadiran reksadana di tengah-tengah masyarakat dapat menyelesaikan kedua permasalahan tersebut, lho. Kamu nggak perlu pusing menganalisis secara mendalam produk pasar modal satu per satu, karena sudah ada manajer investasi yang akan mengelola dana kamu dan mengalokasikannya pada produk-produk investasi terbaik. Selain itu, reksadana juga dapat kamu beli dengan nominal yang sangat terjangkau, mulai dari Rp10 ribu saja.

Di sisi lain, emas tidak kalah menguntungkan dan terjangkau, lho. Selain sudah dipercaya masyarakat sebagai safe haven, dalam jangka panjang harga emas terus mengalami kenaikan. Di tanamduit, kamu bisa membeli emas dan reksa dana mulai dari Rp10 ribu saja.

Kesimpulan

Sebagaimana seharusnya proses pembelajaran, belajar investasi juga butuh proses. Setelah mengetahui kiat-kiat belajar investasi untuk pemula pada artikel ini, kamu bisa mulai berinvestasi sambil pelan-pelan terus memperbanyak pengetahuan seiring berjalan. Kamu bisa mulai investasi pertamamu di tanamduit, lho! Tersedia berbagai pilihan produk untuk pemula yang bisa disesuaikan dengan kebutuhanmu, mulai dari reksadana, emas, dan SBN.

Yuk, investasi di tanamduit sekarang!

Syafira Maulida
Syafira Maulida

Penulis lulusan Sastra Indonesia yang tertarik dengan dunia musik dan kecantikan. Saat ini, Fira juga sedang mengerjakan projek musik bersama kedua bandnya sebagai vokalis sekaligus komposer lirik.

banner-download-mobile