Beranda » belajar » Reksa Dana » Apa itu Reksadana Pasar Uang? Kenali Keuntungan RDPU

Apa itu Reksadana Pasar Uang? Kenali Keuntungan RDPU

oleh | Mei 7, 2024

Mungkin kebanyakan dari financial planner merekomendasikan reksadana pasar uang ketika menjawab pertanyaan, “Kalau baru belajar investasi, mending beli produk apa, ya, biar nggak rugi?” Eits, nanti dulu! Sebelum kamu investasikan uang kamu buat beli reksadana pasar uang, tentu kamu harus tahu lebih jauh mengenai produk ini. 

Apa Itu Reksadana Pasar Uang (RDPU)?

Reksadana pasar uang (RDPU) adalah jenis reksadana yang menginvestasikan 100 persen dana kelolaannya pada produk pasar uang. Produk pasar uang terdiri dari deposito perbankan dan surat berharga yang jatuh temponya kurang dari satu tahun.

Perubahan tingkat suku bunga acuan akan mempengaruhi imbal hasil dari reksadana. RDPU bertujuan untuk menjaga likuiditas dan modal investasi. Produk RDPU memiliki risiko paling rendah, lho di antara reksadana lainnya.

Baca juga: Tutorial Lengkap: Cara Investasi Reksa Dana Untuk Pemula

Hal ini karena dana kelolaan produk RDPU diinvestasikan pada surat berharga yang jatuh temponya kurang dari 1 tahun. Imbal hasil yang akan kita dapat juga lebih besar daripada bunga deposito perbankan.

Selain itu, produk reksadana mudah dicairkan kapan pun, tanpa adanya uang penalti seperti saat mencairkan deposito sebelum tanggal jatuh temponya.

Keuntungan Berinvestasi RDPU

Ada beberapa alasan kenapa kamu bisa mempertimbangkan RDPU sebagai salah satu pilihan investasimu.

1. Risiko relatif rendah

Instrumen investasi RDPU ini memiliki risiko gagal bayar relatif rendah, karena manajer investasi menginvestasikan seluruh dana kelolaannya pada deposito dan surat utang dengan jatuh tempo <1 tahun.

2. Reksadana dapat dicairkan kapan saja

Kamu dapat mencairkan reksadana kamu kapan saja, tidak ada batasan jatuh tempo seperti deposito. Selain itu, tidak ada biaya penjualannya.

Biasanya bank penampung (bank yang mentransfer hasil penjualan reksadana) akan mengenakan biaya transfer apabila rekening bank kamu tidak sama dengan bank penampung.

Berbeda halnya ketika kamu mau mencairkan dana di deposito kamu lebih awal dari tanggal jatuh tempo. Biasanya, pihak bank akan mengenakan kamu denda sekitar 2 persen dari total simpanan kamu, lho.

Baca juga: Rekomendasi Reksadana Pasar Uang Terbaik [Update 2023]

3. Reksadana tidak termasuk objek pajak

Kalau kamu menabung atau menaruh uangmu dalam bentuk deposito, bank akan mengenakan kamu pajak dari setiap bunga atau imbal hasil yang diterima dari depositonya. Besaran pajaknya adalah 20 persen. Berbeda halnya dengan reksadana yang tidak termasuk objek pajak.

4. Keuntungan lebih tinggi dibandingkan deposito

Besar imbal hasil yang kamu dapatkan ketika kamu menaruh uang dalam bentuk deposito ditentukan oleh kebijakan bank. Besarannya bisa naik dan turun mengikuti suku bunga acuan. Di tengah suku bunga acuan yang semakin turun, maka bunga deposito juga semakin turun.

Reksadana pasar uang (RDPU) menawarkan imbal hasil lebih tinggi dari deposito bank, karena manajer investasi ketika membuka deposito di bank akan mendapatkan bunga lebih tinggi dibandingkan nasabah individu biasa, karena dana yang didepositokan jumlahnya besar.

Terlebih lagi, produk ini bisa mendapatkan keuntungan dari surat utang dengan tenor <1 tahun, di mana imbal hasilnya juga lebih tinggi kalau kita bandingkan dengan bunga bank.

Belum lagi, reksadana  pasar uang sudah terbebas dari pajak. Ketiga hal ini membuat keuntungan berinvestasi di RDPU lebih tinggi daripada deposito bank.

5. Tidak membutuhkan modal besar

Investasi reksadana tidak membutuhkan modal awal besar seperti ketika kita membuka deposito.

Biasanya, kita sudah bisa membuka deposito dengan minimal Rp5 juta. Di aplikasi tanamduit, kamu bisa mulai berinvestasi RDPU mulai dari Rp10 ribu saja, lho.

Jadi, walaupun kamu nggak punya besar untuk investasi, persentase imbal hasil yang kamu dapat tetap sama dengan mereka yang berinvestasi hingga miliaran.

6. Cocok untuk kamu yang butuh dana darurat

Dana darurat memang harus menjadi prioritas kamu untuk berjaga-jaga apabila ada kebutuhan mendesak di kemudian hari. RDPU menjadi produk yang cocok untuk dana darurat karena tiga alasan berikut:

  • Mudah dicairkan, hanya butuh 1—2 hari kerja agar dana tersebut masuk ke rekening kamu;
  • Jauh lebih menguntungkan daripada menaruh uang di tabungan yang imbal hasilnya hanya 0,5 persen per tahunnya, sementara RDPU imbal hasilnya 3—4 persen per tahunnya;
  • Kinerja RDPU cenderung stabil, jadi nggak perlu khawatir nilai investasi kamu turun pas kamu lagi butuh!

Mengapa produk RDPU cocok untuk para investor pemula?

Reksadana pasar uang adalah investasi yang risikonya rendah. Biasanya, orang-orang yang baru mulai berinvestasi masih takut akan risiko kerugian dari investasinya. Inilah alasan kenapa banyak orang merekomendasikan produk ini untuk kamu para pemula.

Produk RDPU sangat cocok buat kamu yang ingin menjaga modal investasinya, tetapi tetap dapat mendapatkan keuntungan lebih tinggi daripada deposito. Meskipun begitu, hal terpenting yang harus kamu pahami sebelum memulai investasi adalah menentukan tujuan kamu dalam berinvestasi.

Kalau tujuan keuangan kamu adalah jangka pendek, yaitu 1—2 tahun, RDPU akan jadi pilihan tepat untukmu. Kamu bisa mulai berinvestasi RDPU melalui aplikasi tanamduit. Selain itu, masih banyak lagi pilihan produk investasi yang bisa menyesuaikan kebutuhanmu.

Yuk, download aplikasi tanamduit sekarang! Dapatkan bonus s.d. 50 ribu dengan daftar tanamduit menggunakan kode referal “MULAITANAMDUIT”. Klik banner di bawah ini untuk kepoin cara klaim bonusnya!

promo mulai tanamduit

tanamduit Team
tanamduit Team

tanamduit adalah penyedia layanan investasi reksa dana, emas, SBN, dan asuransi yang telah berizin dan diawasi oleh OJK.

banner-download-mobile