Beranda » belajar » Reksa Dana » Apa Itu Prospektus Reksadana? Ketahui Cara Mudah Membacanya!

Apa Itu Prospektus Reksadana? Ketahui Cara Mudah Membacanya!

oleh | Mei 7, 2024

Investasi reksadana cukup mudah untuk dilakukan, terutama untuk para pemula yang baru mulai berinvestasi. Namun, sebelum mulai investasi reksadana, ada baiknya untuk mengetahui lebih lanjut mengenai produk yang kamu beli.

Informasi lengkap mengenai suatu produk terdapat dalam satu dokumen bernama prospektus reksadana.

Prospektus reksadana adalah sebuah buku petunjuk (manual book) yang menyajikan informasi lengkap mencakup nama pengelola (manajer investasi), rekam jejak dan mekanisme transaksi.

Selain itu tercantum juga hak dan kewajiban serta bagaimana reksadana dibubarkan nantinya.

Cara Membaca Prospektus Reksadana
Ada beberapa poin penting yang harus kamu baca pada dokumen ini, di antaranya:
1. Status di OJK
2. Rekam jejak MI
3. Rekam jejak bank kustodian
4. Metode perhitungan NAB
5. Periksa jenis dan kebijakan investasi
6. Biaya transaksi
7. Ketahui kinerja dan risiko
8. Baca laporan keuangan reksadana

Pengertian Prospektus Reksadana

Gampangnya, prospektus sendiri adalah sebuah dokumen yang berisi gabungan profil perusahaan dan laporan tahunan. Di dalamnya tertera tanggal peluncuran produk, portofolio investasi, rekam jejak manajer investasi, dan informasi lainnya.

Prospektus ibarat “media pemasaran” untuk menjual produk efek tertentu. Kamu pasti nggak mau, kan, berinvestasi pada produk dengan rekam jejak yang kurang baik?

Sayangnya, banyak orang yang berniat berinvestasi kerap kali abai untuk membaca prospektus. Padahal, dengan membaca prospektus, kamu bisa mengetahui informasi selengkap mungkin mengenai produk tempatmu menaruh dana investasi.

Cara Mudah Membaca Prospektus Reksadana

Komponen di dalam dokumen ini sangatlah banyak sehingga nggak jarang membuat investor malas untuk membacanya. Meskipun begitu, untuk memahami isinya, kamu cukup melihat poin-poin pentingnya saja.

Berikut adalah poin penting yang wajib banget kamu perhatikan saat membaca prospektus.

1. Perhatikan Statusnya di OJK

Penipuan berkedok investasi tentu bukan hal asing sejak dahulu. Rendahnya tingkat literasi memungkinkan seseorang terjebak penipuan investasi bodong. Salah satu langkah mudah untuk mencegah hal ini terjadi adalah dengan mengecek izin regulator yang diberikan kepada pengelola dana.

Dalam investasi reksadana, regulator yang memberikan izin adalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Legalitas adalah parameter utama yang wajib kamu ketahui.

Reksadana yang legal memiliki izin dan di bawah pengawasan OJK. Selain legalitas produknya, izin dari OJK secara spesifik diberikan kepada MI, bank kustodian, dan agen penjual. Kamu dapat mengecek daftar MI yang berizin OJK di sini.

2. Lihat Rekam Jejak MI

Pasti kamu nggak mau kan, dana investasimu dikelola oleh tangan yang nggak tepat? Untuk mencegah hal ini, kamu perlu mengenal lebih jauh perusahaan MI yang akan bertanggung jawab atas dana investor.

Melalui prospektus, kita bisa mengetahui legalitas MI dari produk reksadanamu, pengalamannya dalam mengelola dana, kinerja produk kelolaan, dan sebagainya.

Selain itu, kamu juga bisa melakukan cross-check lagi melalui data sekunder seperti artikel media, ulasan nasabah, dsb.

3. Rekam Jejak Bank Kustodian

Kehadiran bank kustodian diperlukan dalam penandatanganan kontrak investasi kolektif (KIK) yang melibatkan manajer investasi. KIK ini merupakan reksadana itu sendiri.

Dalam pengelolaan instrumen ini, bank kustodian berperan sebagai tempat menyimpan efek atau surat berharga beserta harta lain terkait efek seperti bunga, dividen, dan hak lainnya. Lembaga satu ini bertugas mencegah terjadinya penyalahgunaan reksadana oleh manajer investasi. 

Baca juga: Mengenal Bank Kustodian, Ketahui Pengertian, Fungsi, dan Tugasnya

Bank kustodian juga bertugas untuk menyelesaikan transaksi efek dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya. Selain itu, bank kustodian juga berperan administrator yang menjamin keamanan dan mengawasi jalannya transaksi.

Untuk memastikan kalau dana investasi kita dititipkan pada kustodian yang tepat, kita dapat memeriksa legalitasnya, terdaftar di OJK atau tidak.

4. Metode yang Digunakan Dalam Perhitungan NAB

Sebagai investor, kamu harus mencari tahu seberapa detail MI melakukan perhitungan Nilai Aktiva Bersih. NAB adalah jumlah dana yang manajer investasi kelola atas suatu produk reksadana yang perhitungannya setiap hari perdagangan bursa.

Nilai aktiva bersih menunjukkan nilai pasar atau harga bersih yang menampilkan perkembangan nilai investasi kita setelah pengurangan biaya-biaya.

Dalam prospektus reksadana, kamu perlu memastikan bahwa perhitungan NAB berdasarkan peraturan pemerintah yang dalam hal ini di bawah tanggung jawab OJK. Manajer investasi wajib menggunakan nilai pasar wajar dari efek yang manajer investasi tentukan.

5. Jenis dan Kebijakan Investasinya

Secara umum, ada lima jenis reksadana, yaitu pasar uang, pendapatan tetap, campuran, saham, dan indeks. Dalam prospektus, umumnya MI akan mencantumkan jenis dari produk reksadananya. Jenis reksadana yang kita pilih akan menentukan penerapan kebijakan investasi.

Berdasarkan jenisnya itulah manajer investasi menentukan komposisi portofolio. Sebagai contoh, berdasarkan peraturan OJK komposisi reksadana pendapatan tetap min. 80% dana kelolaan alokasinya harus pada instrumen obligasi. Kamu bisa mengecek prospektus untuk mengetahui apakah komposisi portofolio sudah sesuai dengan aturan OJK.

Baca juga: Mengenal Fund Fact Sheet: Pengertian, Fungsi, dan Komponennya

6. Biaya-biaya yang Muncul Saat Transaksi

Dalam prospektus reksadana, kita dapat menemukan biaya-biaya yang tanggungan investor seperti biaya pembelian (subscription fee), penjualan (redemption fee), pengalihan (switching fee), dan biaya transfer hasil penjualan.

Ketahui juga bagaimana sistem pembayaran biaya tersebut, apakah lewat potongan hasil investasi atau langsung saat bertransaksi.

7. Ketahui Kinerja dan Risiko

Untuk mengetahui pilihan reksadana terbaik, salah satu teknik yang bisa kita gunakan adalah menggunakan benchmark sebagai perbandingan.

Sebagai contoh, investor dapat membandingkan kinerja reksadana saham dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebagai benchmarknya. Melalui perbandingan tersebut, kamu bisa mengetahui apakah kinerja reksadana saham tersebut mampu melampaui benchmark atau tidak.

Selain itu, kamu juga bisa melihat data historis kinerja produk tersebut sejak pertama kali berdiri. Dengan begitu, kamu dapat memperkirakan risiko dan prospek produknya di masa mendatang.

8. Laporan Keuangan Reksadana

Di dalam dokumen ini juga terdapat laporan keuangan yang berisi posisi keuangan, arus kas (cash flow), laba, dan perubahan aset.

Laporan keuangan dapat menjadi acuan untuk menilai apakah produk reksadana mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun atau negatif.

Kinerja dalam laporan keuangan tersebut bisa jadi bahan pertimbangan kamu untuk mengambil keputusan investasi.

Baca juga: 9 Manfaat Laporan Keuangan Bagi Perusahaan dan Investor

Kesimpulan

Prospektus reksadana adalah dokumen berisi gabungan profil perusahaan dengan laporan kinerja tahunan. Melalui dokumen tersebut kamu bisa mengetahui berbagai informasi penting mengenai produk tempat kamu menaruh dana, mulai dari profil MI, bank kustodian, kebijakan investasi, dsb.

Dengan membaca secara seksama informasi dalam prospektus, investor dapat menentukan keputusan investasi selanjutnya.

Di tanamduit, kamu dapat menemukan dengan mudah dokumen ini di semua produk reksadana. Klik produk pilihanmu, lalu klik bagian informasi produk dan “lihat prospektus”.

cek-informasi-prospektus-fund-fact-sheet-di-aplikasi-tanamduit

Kamu bisa mulai investasi reksadana melalui aplikasi tanamduit. Tersedia berbagai produk sesuai kebutuhan dan tujuan finansialmu.

Yuk, download aplikasi tanamduit sekarang! Dapatkan bonus s.d. 50 ribu dengan daftar tanamduit menggunakan kode referal “MULAITANAMDUIT”. Klik banner di bawah ini untuk kepoin cara klaim bonusnya!

promo mulai tanamduit

Secara sederhana, NAB adalah total nilai investasi pada suatu produk reksa dana yang akan update setiap hari bursa. Hari bursa adalah hari perdagangan efek di Bursa Efek Indonesia, di hari Senin–Jumat, tidak termasuk hari libur nasional dan saat pengumuman Bank Indonesia tidak beroperasi. Nilai aktiva bersih berasal dari istilah bahasa Inggris, NAV (Nett Asset Value).

Sebagai investor, kamu perlu mengenali istilah-istilah investasi reksadana, salah satunya adalah nilai aktiva bersih.

Apa itu Nilai Aktiva Bersih?

NAB adalah jumlah dana yang dikelola oleh manajer investasi atas suatu produk reksa dana yang dihitung setiap hari perdagangan bursa.

Nilai aktiva bersih menunjukkan nilai pasar reksa dana atau harga bersih reksa dana yang menampilkan perkembangan nilai investasi kita, naik ataupun turun.

Total investasi kita terus berubah setiap hari bursa, tergantung kinerja efek atau portofolio dalam produk reksa dana yang kita miliki. 

Biasanya, produk reksa dana dijual dalam satuan unit penyertaan. Sebagai contoh, NAB salah satu produk reksa dana pasar uang hari ini adalah Rp2.000,- per unit, kemudian kamu berinvestasi senilai Rp1.000.000,- pada produk tersebut.

Maka, kamu akan mendapat 500 unit reksa dana di produk reksa dana tersebut. Perhitungan harga per unit reksa dana ini disebut NAB/UP (nilai aktiva bersih/unit penyertaan).

Ilustrasi Pembelian (subscription) reksa dana:

NAB/UP menjadi acuan perhitungan harga dari suatu reksa dana, baik saat kita membeli atau menjualnya.

Kita perlu mengetahui nilai aktiva bersih reksa dana untuk memperkirakan jumlah unit reksa dana yang kita dapatkan saat membeli. Kita juga bisa memperkirakan jumlah keuntungan atau kerugian ketika menjual reksa dana dengan mengetahui nilai aktiva bersih saat itu.

Jumlah unit penyertaan reksa dana tidak akan bertambah atau berkurang selama kamu tidak melakukan transaksi pembelian atau penjualan.

Tidak bisa bertambah selama kamu belum melakukan transaksi beli reksa dana lagi (kecuali kamu membeli reksa dana yang membagikan dividen berbentuk unit, ya!) dan tidak bisa berkurang selama kamu belum menjual reksa danamu.

Peran NAB dalam Reksa Dana

Pada dasarnya, NAB/UP tidak mempengaruhi pilihan investasi reksa dana, karena NAB/UP hanya menunjukkan bagaimana harga per unit dari produk reksa dana dihitung.

Oleh karena itu, kita dapat menyimpulkan tinggi-rendahnya NAB/UP dari suatu produk reksa dana tidak mempengaruhi kinerja dari reksa dana tersebut.

Untuk memilih produk reksa dana yang tepat, kamu harus menentukan terlebih dahulu tujuan dan jangka waktu investasimu.

Setelahnya, kamu bisa menyesuaikan tujuan dan jangka waktu investasi dengan jenis reksa dana yang tepat untuk mengetahui potensi imbal hasil dan risikonya. Jangan lupa juga untuk menyesuaikan pilihan reksa danamu dengan profil risiko investasimu.

Baca juga: Tutorial Lengkap: Cara Investasi Reksa Dana Buat Pemula

Cara Menghitung NAB

Gampangnya, nilai aktiva bersih reksa dana dapat kita hitung dari total aktiva bersih suatu produk reksa dana (asset under management) yang kemudian dibagi dengan jumlah total unit reksa dana yang dimiliki oleh investor.

Total aktiva bersih kita dapat dari nilai pasar setiap jenis aset investasi seperti saham, obligasi, dan deposito; ditambah dengan dividen saham dan obligasi; kemudian dikurangi dengan biaya operasional reksa dana seperti biaya manajer investasi, biaya bank kustodian, biaya pembelian, dan biaya penjualan.

Namun, perlu kamu ketahui, bahwa transaksi reksa dana di tanamduit bebas biaya jual dan beli. Jadi, kamu nggak perlu mengkhawatirkan kedua biaya tersebut saat bertransaksi reksa dana di tanamduit.

Bagaimana menghitung keuntungan atau kerugian reksa dana

Kamu bisa menghitung keuntungan maupun kerugian investasimu dengan melihat pertumbuhan NAB kamu.

Sebagai contoh, kamu membeli produk reksa dana C pada tanggal 5 Oktober 2020 dengan dana sebesar Rp5.000.000,- dengan harga NAB/UP Rp1.000,-/unit, dan tidak ada biaya pembelian (subscription fee). Artinya, pada saat itu, kamu mendapat 5.000 unit reksa dana C. 

Pada 10 Januari 2021, kamu berencana untuk menjual reksa dana C. Saat itu, NAB/UP dari reksa dana C Rp1.100,-/unit dan unit reksa dana C yang kamu miliki sebanyak 5.000 unit.

Biaya penjualan dari reksa dana kamu (redemption fee) 0%. Maka, hasil penjualan reksa danamu dapat kita hitung sbb.

Rumus Menghitung Penjualan Reksa Dana

((Jumlah Unit x NAB/ Unit) – Biaya Penjualan))

Nilai Investasimu 10 Januari 2021 = 5.000 X Rp1.100,- = Rp5.500.000,-

Biaya Penjualan  = 0% x Rp5.500.000,-  = Rp0,-

Jadi total nilai investasimu 10 Januari 2021 = Rp5.500.000 – Rp0 = Rp5.5 juta

Jika kamu ingin mengetahui berapa keuntungan dari investasi kamu, maka:

Keuntungan investasi =  (Nilai Investasi Terakhir – Modal Investasi)

Rp5.500.000 – Rp5.000.000 = Rp500.000,-

Berdasarkan hasil perhitungan di atas, nilai aktiva bersih reksa dana C yang kamu miliki sudah mengalami pertumbuhan sebesar 10% sejak tanggal 5 Oktober 2020.

Untuk mengecek harga NAB produk reksa dana saat awal membeli, kamu bisa mengeceknya pada bagian histori transaksi di aplikasi tanamduit.

Sementara itu, untuk NAB terkini, kamu bisa mengeceknya setiap hari bursa melalui portofolio reksa danamu di tanamduit.

Tentukan tujuan investasi dan produk investasi yang cocok!

Setelah kamu mengenal nilai aktiva bersih reksa dana, kamu bisa tentukan produk reksa dana yang tepat dan sesuai dengan tujuan investasimu. Untuk mulai investasi reksa dana, kamu bisa, lho, mulai investasi reksa dana dengan Rp10 ribu di tanamduit.

Yuk, download aplikasi tanamduitDapatkan bonus s.d. 50 ribu dengan daftar tanamduit menggunakan kode referal “MULAITANAMDUIT”. Klik banner di bawah ini untuk kepoin cara klaim bonusnya!

promo mulai tanamduit

tanamduit Team
tanamduit Team

tanamduit adalah penyedia layanan investasi reksa dana, emas, SBN, dan asuransi yang telah berizin dan diawasi oleh OJK.

banner-download-mobile