Home » Sebelum Investasi Reksadana, Kenali Cara Kerja Reksadana

Sebelum Investasi Reksadana, Kenali Cara Kerja Reksadana

oleh | Jan 20, 2022

Sebelum memulai investasi, kamu perlu mengetahui cara kerja reksadana agar tidak ragu lagi dalam berinvestasi. Reksa dana adalah salah satu instrumen investasi yang menghimpun dana dari para investor yang akan dikelola oleh manajer investasi untuk penempatan ke dalam portofolio efek.

Jenis investasi ini cocok sekali untuk investor pemula karena manajer investasi (MI) profesional akan menghitung risiko dan mengatur dana investasi. Investor juga dapat memulai investasi tanpa modal yang besar. Untuk itu, kamu perlu mengetahui tahapan cara kerja reksadana sebagai berikut.

Cara Kerja Reksadana 

1. Investor Melakukan Registrasi Pendaftaran

Saat melakukan investasi reksa dana, investor dapat berinvestasi secara offline di kantor cabang sekuritas penyedia investasi reksa dana atau secara online melalui aplikasi penyedia layanan investasi. Sekarang, kamu dapat berinvestasi reksa dana melalui agen penjual reksa dana (APERD). Jadi, kamu dapat memulai investasi dengan mudah dan praktis secara online di sebuah aplikasi. 

Umumnya, calon investor perlu melakukan registrasi pendaftaran sesuai dengan ketentuan setiap APERD seperti formulir data diri dan melengkapi berkas lain seperti KTP, NPWP, dan berkas lainnya. 

Setelah melengkapi berkas data diri tersebut, calon investor akan membuat rekening dana nasabah atau RDN. Kemudian, investor akan menerima konfirmasi registrasi yang menyatakan bahwa kamu berhasil menjadi merlakukan verifikasi data diri. Dengan demikian, kamu dapat mulai membeli produk reksa dana yang tepat.

2. Investor memilih Produk Reksa Dana Sesuai Tujuan

Dalam memilih produk reksa dana yang tepat, kamu dapat memilih manajer investasi yang memiliki track record yang baik dalam mengelola dana investasi. Selain itu, kamu juga dapat menentukan manajer investasi yang sesuai dengan tujuan investasi, durasi investasi, dan perkiraan risikonya. Manajer investasi adalah pihak yang bertanggung jawab mengelola dana para investor reksa dana ke dalam portofolio efek. 

Investor dapat memilih reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, atau reksa dana saham. Produk reksa dana pasar uang cocok untuk investor pemula yang ingin investasi jangka pendek dengan risiko rendah. Jika kamu berencana investasi jangka menengah, maka kamu dapat memilih reksa dana pendapatan tetap atau reksa dana campuran. Kamu juga dapat berinvestasi reksa dana saham sebagai aset investasi jangka panjang karena produk ini memberikan return optimal dalam durasi lebih dari lima tahun.

Sebelum melakukan pembelian reksa dana, kamu juga dapat memastikan kinerja produk reksa dana melalui prospektus dan Fund Fact Sheet atau lembar fakta reksa dana yang berisi profil manajer investasi, tujuan investasi, kebijakan investasi, dan alokasi portofolio reksa dana. Dengan demikian, kamu dapat memilih produk yang sesuai dengan tujuan investasimu.

3. Investor Menyalurkan Dana Investasi ke Manajer Investasi

Setelah menentukan manajer investasi yang tepat, kamu dapat langsung melakukan proses pembelian reksa dana. Dalam hal ini, kamu dapat menyesuaikan besaran dana investasi sesuai dengan kemampuan finansialmu. Bahkan, kamu dapat membeli produk reksa dana mulai dari 10 ribu.

Di aplikasi layanan investasi reksa dana, kamu membeli produk investasi ini dengan praktis, mudah, dan aman. Selain itu, agen penjual reksa dana (APERD) juga menawarkan berbagai metode pembayaran dengan transfer bank atau beragam virtual account sehingga investor dapat melakukan transaksi dengan mudah.

Dengan melakukan transaksi pembelian produk reksa dana, seorang investor berarti menyalurkan dana investasi ke manajer investasi. Kemudian, manajer investasi akan mengelola alokasi dana tersebut. Investor dapat melihat dana investasi berikut kinerja produk investasi ini melalui portofolio investasi.

Baca juga: Tutorial Lengkap: Cara Investasi Reksa Dana Untuk Pemula

4. Manajer Investasi Mengatur Kelola Dana Investasi 

Setelah melakukan transaksi investasi reksa dana, manajer investasi akan mengalokasikan dana investasimu ke dalam berbagai sektor efek yang sesuai dengan jenis reksa dana yang dipilih oleh investor.  Kamu dapat melihat alokasi dana investasi dan cara kerja reksadana melalui Fund Fact Sheet (FFS) atau lembar fakta reksa dana.

Melalui berkas tersebut, kamu juga dapat mengetahui alokasi efek terbesar sebuah produk reksa dana dan kinerja reksa dana selama 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun. 3 tahun, 5 tahun, hingga kinerja sejak peluncuran sebuah produk reksa dana. 

Manajer investasi sebuah produk reksa dana pasar uang mengalokasikan dana investasi ke dalam surat berharga yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun seperti time deposito, certificate of deposit, sertifikat Bank Indonesia (SBI), surat berharga pasar uang (SBPU), dan sebagainya.

Dalam jenis reksa dana pendapatan tetap, manajer investasi menginvestasikan minimal 80% dari aktiva ke dalam bentuk obligasi atau efek utang. Investor instrumen investasi ini juga dapat memperoleh dividen obligasi dari beberapa produk obligasi.

Di samping itu, reksa dana campuran mengalokasikan instrumen efek mayoritas berupa saham dan obligasi. Dalam instrumen investasi ini, terdapat 0-20% efek pasar uang, 1-79% obligasi atau surat utang, dan 1-79% saham.

Pada instrumen reksa dana saham, manajer investasi mengalokasikan minimal 80% aktiva bentuk bursa efek bersifat ekuitas. Umumnya, sisa alokasinya masuk ke dalam instrumen investasi pasar uang.

5. Investor Menerima Return Investasi Reksa Dana

Saat berinvestasi reksa dana, investor tidak perlu meluangkan waktu untuk melakukan analisis pasar efek dan mengatur kelola dana investasi karena ada manajer investasi profesional. Dalam hal ini, Bank Kustodian akan mengurus administrasi, mengawasi, dan menjaga aset reksa dana (safe keeping). Jadi, kamu hanya perlu mengalokasikan sebagin penghasilanmu ke manajer investasi yang tepat dan kamu dapat menikmati imbal hasil atau return yang optimal hingga tujuan investasimu tercapai.

Kesimpulan

Reksa dana adalah salah satu instrumen investasi yang menghimpun dana dari para investor. Lalu, manajer investasi akan mengelola dana investasi dan melakukan analisis pasar. Jika investor melakukan transaksi pembelian reksa dana, maka manajer investasi akan menginvestasikan dana investasi tersebut ke portofolio berisi kumpulan aset saham, obligasi atau surat berharga lainnya sesuai dengan jenis reksa dana. Bank Kustodian akan mengawasi dan menjaga aset investor sehingga investor hanya perlu berinvestasi secara rutin dan menikmati imbal hasilnya.

Setelah mengetahui cara kerja reksadana, kamu dapat memulai investasi secara rutin setiap bulan agar dapat mencapai tujuan investasimu. Namun, kamu harus memastikan bahwa marketplace atau agen penjual reksa dana (APERD) yang kamu pilih telah terdaftar di OJK. tanamduit merupakan salah satu agen penjual reksa dana yang telah memperoleh izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Selain itu, tanamduit menawarkan berbagai jenis produk reksa dana. Jadi, kamu dapat memilih produk investasi dengan praktis dan aman sesuai dengan kebutuhanmu. Bahkan, ada fitur Top Performance Reksa Dana di aplikasi tanamduit, lho! Jadi, investor pemula tidak perlu bingung memilih produk investasi yang tepat. Yuk, download aplikasi tanamduit dan mulai investasi reksa dana!

Hani Nastiti
Hani Nastiti

Hani adalah seorang penulis yang senang belajar dan berbagi seputar investasi di tanamduit.

banner-download-mobile